IHSG Naik ke 6.351, Saham BUMI, BBCA, ANTM hingga AMMN Diburu Investor
Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan kinerja yang menggembirakan pada sesi perdagangan Rabu, 5 Agustus 2025. IHSG Naik ke 6 351 Saham dengan penutupan
Analisis Pasar Modal: IHSG Naik ke 6 351 Saham Didorong Sentimen Positif
Wartanaya.com – Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan kinerja yang menggembirakan pada sesi perdagangan Rabu, 5 Agustus 2025. IHSG Naik ke 6 351 Saham dengan penutupan positif sebesar 0,50 persen. Kenaikan ini didorong oleh minat investor terhadap beberapa saham blue chip dan sektor komoditas. Dari total 791 saham yang diperdagangkan, sebanyak 406 emiten berhasil mencatatkan penguatan harga, sementara 208 saham mengalami koreksi, dan 178 saham lainnya bergerak datar tanpa perubahan signifikan.
Strategi Investor: Saham yang Paling Diburu
Berdasarkan data nilai transaksi, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berhasil memimpin sebagai saham paling aktif diperdagangkan dengan nilai mencapai Rp 799,40 miliar. Investor tampaknya masih percaya pada prospek perusahaan tambang terbesar di Indonesia ini. Posisi kedua ditempati oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mencatatkan transaksi senilai Rp 655,92 miliar, menunjukkan kepercayaan investor terhadap stabilitas perbankan nasional.
Sementara itu, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) berada di urutan ketiga dengan nilai transaksi Rp 566,65 miliar. Kenaikan ANTM sebesar 6,23 persen ke level Rp 3.070 juga menjadi salah satu pendorong utama sektor bahan baku yang mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 2,21%. Di urutan berikutnya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan nilai transaksi Rp 521,06 miliar, diikuti oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan Rp 505,91 miliar.
Volume dan Nilai Transaksi Mencatatkan Rekor
Data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa nilai transaksi saham hingga penutupan sore hari mencapai Rp 14,92 triliun. Volume perdagangan tercatat sebesar 40,25 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,33 juta kali. Kapitalisasi pasar IHSG pada hari ini mencapai Rp 11.109 triliun, mencerminkan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Dari sebelas sektor yang terdaftar di BEI, sembilan sektor terpantau mengalami kenaikan. Hanya dua sektor yang mengalami penurunan, yaitu sektor properti dan teknologi informasi. Sektor bahan baku menjadi yang paling menonjol dengan kontribusi signifikan terhadap kenaikan indeks. Baca juga: Analisis Sektor Komoditas Q3 2025
Performa Bursa Asia Mendukung Sentimen Positif
Bursa saham di kawasan Asia secara umum didominasi oleh pergerakan naik, memberikan dukungan positif bagi investor domestik. Indeks Nikkei mencatatkan kenaikan 3,66 persen, Shanghai Composite tumbuh 1,47 persen, dan Hang Seng naik 0,24 persen. Sebaliknya, Straits Times mengalami penurunan sebesar 0,55 persen. Sentimen positif dari pasar global ini turut mendorong minat investor asing terhadap saham-saham Indonesia.
Pergerakan Saham Individual yang Menarik Perhatian
Beberapa saham individual menunjukkan pergerakan signifikan yang menarik perhatian trader. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) melonjak 20,27 persen ke Rp 890, menjadi salah satu saham dengan kenaikan tertinggi. PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) juga menguat 9,63 persen ke Rp 535, sementara PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) naik 6,45 persen ke Rp 1.155.
Di sisi lain, beberapa saham mengalami penurunan yang cukup signifikan. PT Bach Multi Global Tbk (BACH) turun 14,45 persen ke Rp 740, PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) turun 11,29 persen ke Rp 5.500, dan PT MD Entertainment Tbk (FILM) turun 3,35 persen ke Rp 1.010. Investor disarankan untuk melakukan analisis fundamental sebelum mengambil keputusan investasi.
Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id
FAQ: Pertanyaan Umum Tentang IHSG Hari Ini
1. Apa yang menyebabkan IHSG naik ke 6 351 Saham? Kenaikan IHSG didorong oleh sentimen positif dari pasar Asia, minat investor terhadap saham blue chip seperti BUMI dan BBCA, serta penguatan sektor bahan baku yang berkontribusi 2,21 persen terhadap kenaikan indeks.
2. Saham apa saja yang paling banyak diperdagangkan hari ini? Saham yang paling banyak diperdagangkan berdasarkan nilai transaksi adalah BUMI (Rp 799,40 miliar), BBCA (Rp 655,92 miliar), ANTM (Rp 566,65 miliar), BMRI (Rp 521,06 miliar), dan TPIA (Rp 505,91 miliar).
3. Bagaimana prospek pasar modal Indonesia ke depan? Dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 11.109 triliun dan dukungan dari sentimen global, prospek pasar modal Indonesia tetap positif. Investor disarankan untuk memperhatikan sektor-sektor yang mengalami kenaikan konsisten seperti bahan baku dan perbankan.
4. Apakah ada saham yang perlu diwaspadai? Saham seperti BACH yang turun 14,45 persen dan MORA yang turun 11,29 persen perlu diwaspadai. Investor sebaiknya melakukan analisis lebih lanjut sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual saham-saham tersebut.
