Skip to content
Bursa

Profil dan Rekam Jejak Bisnis Robert Budi Hartono, Pengendali Tunggal BCA (BBCA)

Lisa Davis - wartanaya.com 4 mins read

Setelah kepergian sang adik, Michael Bambang Hartono, pada Maret lalu, Profil dan Rekam Jejak Bisnis Robert Budi Hartono mencatatkan babak baru. Kini, ia

Profil dan Rekam Jejak Bisnis Robert Budi Hartono, Pengendali Tunggal BCA (BBCA)

Profil dan Rekam Jejak Bisnis Robert Budi Hartono

Wartanaya.com – Setelah kepergian sang adik, Michael Bambang Hartono, pada Maret lalu, Profil dan Rekam Jejak Bisnis Robert Budi Hartono mencatatkan babak baru. Kini, ia resmi menjadi pengendali tunggal PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Sebelumnya, bank swasta terbesar di Indonesia ini dikendalikan bersama oleh kedua bersaudara melalui PT Dwimuria Investama Andalan (DIA).

Rudy Budiardjo, Corporate Secretary BBCA, mengonfirmasi bahwa perubahan struktur pengendali ini selaras dengan tutup usia Bambang Hartono pada Kamis, 19 Maret. Sejak momen tersebut, Robert tetap mempertahankan kepemilikan 51% saham PT Dwimuria Investama Andalan tanpa perubahan komposisi.

“Dengan demikian pemegang saham pengendali terakhir perseroan menjadi Bapak Robert Budi Hartono,” tulis Rudy dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Senin (3/8).

Kini, Robert berada di posisi strategis sebagai sosok yang mengendalikan bank swasta terbesar di Indonesia. Bank tersebut memiliki kapitalisasi pasar mencapai sekitar Rp 776,63 triliun.

Kekayaan dan Posisi Finansial

Berdasarkan data Forbes Real Time Billionaires per Senin (3/8), kekayaan Robert tercatat sebesar US$ 15,7 miliar atau setara Rp 283,5 triliun dengan kurs Rp 18.058 per dolar AS. Angka ini menunjukkan kenaikan sekitar US$ 2 miliar dibandingkan catatan terakhir Katadata pada 27 Juli 2026. Sebagian besar aset Robert berasal dari kepemilikan saham di BBCA.

Akar Bisnis dan Perjalanan Karier

Robert Budi Hartono lahir dengan nama Oei Hwie Tjhong. Ia merupakan putra kedua dari Oei Wie Gwan, pendiri perusahaan rokok Djarum. Dari sang ayah, tonggak kerajaan bisnis keluarga Hartono pun dimulai.

Pada tahun 1951, Oei Wie Gwan mengakuisisi perusahaan rokok kecil bernama Djarum Gramophon dan mengubah namanya menjadi Djarum. Setelah pabrik Djarum terbakar pada 1963 dan Oei meninggal dunia, dua bersaudara Budi dan Bambang kemudian mengambil alih kepemimpinan perusahaan.

Di bawah kepemimpinan kedua bersaudara Hartono, Djarum mengalami perkembangan pesat. Perusahaan mulai mengekspor produk rokok pada 1972, meluncurkan Djarum Filter pada 1975, dan memperkenalkan Djarum Super pada 1981. Kini, Djarum menjadi salah satu produsen rokok kretek terbesar di Indonesia.

Diversifikasi ke Sektor Perbankan dan Lainnya

Sukses industri rokok Djarum menjadi modal awal keluarga Hartono mengembangkan usahanya menjadi sebuah gurita bisnis raksasa. Keduanya kemudian melakukan diversifikasi usaha ke berbagai sektor.

Yang paling mencolok adalah ketika keluarga Hartono memulai langkah besar setelah krisis ekonomi Asia 1997–1998. Saat itu, keluarga Hartono mengakuisisi saham BCA setelah keluarga Salim kehilangan kendali atas bank tersebut.

Berdasarkan historinya, kepemilikan saham BCA telah berganti sebanyak tiga kali. Mulai dari Salim, yang kemudian beralih ke tangan negara, sebelum akhirnya digenggam Grup Djarum. Investasi di BCA kemudian menjadi sumber utama kekayaan keluarga hingga saat ini.

Portofolio Bisnis Grup Djarum

Selain BCA, Grup Djarum memiliki bisnis di berbagai sektor, mulai dari properti; konsumer PT Supra Boga Lestari Tbk (SUPR); perkebunan kelapa sawit; elektronik PT Global Digital Niaga Tbk (BELI), hingga; teknologi digital yang mencakup PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR), dan PT Remala Abadi Tbk (DATA).

Baru-baru ini, Grup Djarum juga menjadi pengendali perusahaan yang baru saja melantai di BEI, PT Bach Multi Global Tbk (BACH), emiten yang bergerak di bisnis digital.

Di sektor properti, grup ini mengembangkan sejumlah aset premium termasuk Grand Indonesia di Jakarta. Di bidang elektronik, mereka memiliki Polytron yang selama lebih dari tiga dekade memproduksi berbagai perangkat elektronik rumah tangga. Pada 2025, Polytron memperluas bisnisnya ke industri kendaraan listrik dengan meluncurkan dua model mobil listrik.

Di sektor digital, keluarga Hartono melalui GDP Ventures membangun portofolio investasi teknologi, termasuk mengembangkan Blibli. Pada 2022, PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) yang merupakan perusahaan induk Blibli, melantai di BEI dalam salah satu IPO terbesar tahun itu dengan menghimpun dana sekitar US$ 510 juta.

Kontribusi Sosial dan Kehidupan Pribadi

Di luar dunia bisnis, Budi Hartono dikenal memiliki perhatian besar terhadap olahraga bulu tangkis. Berawal dari hobi, dia bersama keluarganya mendirikan PB Djarum pada 1969 yang kemudian melahirkan banyak atlet nasional, termasuk legenda bulu tangkis Liem Swie King.

Budi Hartono menikah dengan Widowati atau Giok Hartono dan memiliki tiga putra, yakni Victor Hartono, Martin Hartono, dan Armand Hartono. Ketiganya kini turut berperan dalam berbagai lini bisnis Grup Djarum.

FAQ: Profil dan Rekam Jejak Bisnis Robert Budi Hartono

Berapa kekayaan Robert Budi Hartono saat ini? Berdasarkan data Forbes Real Time Billionaires per 3 Agustus 2026, kekayaan Robert tercatat sebesar US$ 15,7 miliar atau setara Rp 283,5 triliun.

Kapan Robert menjadi pengendali tunggal BCA? Robert resmi menjadi pengendali tunggal BCA setelah kepergian sang adik, Michael Bambang Hartono, pada Maret 2026.

Apa saja bisnis utama Grup Djarum? Grup Djarum memiliki bisnis di berbagai sektor meliputi perbankan (BCA), rokok (Djarum), properti (Grand Indonesia), elektronik (Polytron), dan teknologi digital (Blibli).

Berapa persentase saham BCA yang dimiliki Robert? Robert mempertahankan kepemilikan 51% saham PT Dwimuria Investama Andalan, yang merupakan entitas pengendali BCA.

Join the discussion