Skip to content
Bursa

Mengintip Momentum Pemulihan Kinerja Grup Northstar (DOID) Semester I 2026

Patricia Thomas - wartanaya.com 3 mins read

PT BUMA Internasional Group Tbk, emiten yang tergabung dalam Grup Northstar, telah melaporkan tren positif dalam kinerja operasionalnya sepanjang semester

Mengintip Momentum Pemulihan Kinerja Grup Northstar (DOID) Semester I 2026

DOID Catat Pemulihan Kinerja di Paruh Pertama 2026

Wartanaya.com – PT BUMA Internasional Group Tbk, emiten yang tergabung dalam Grup Northstar, telah melaporkan tren positif dalam kinerja operasionalnya sepanjang semester pertama tahun 2026. Laporan keuangan terbaru menunjukkan bahwa perusahaan tambang batu bara ini berhasil mengurangi kerugian bersih menjadi US$ 50,64 juta atau setara Rp 910,5 miliar.

Angka tersebut mengalami penurunan signifikan sebesar 31,8% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada semester I 2025, DOID mencatatkan rugi bersih mencapai US$ 74,20 juta atau sekitar Rp 1,33 triliun.

Faktor Pendorong Perbaikan Rugi Bersih

Penyusutan kerugian bersih DOID didorong oleh beberapa komponen positif. Perusahaan meraih keuntungan US$ 12 juta dari penjualan aset lahan yang sebelumnya dimiliki Atlantic Carbon Group (ACG). Selain itu, beban depresiasi dan amortisasi berhasil ditekan sebesar US$ 19,3 juta.

Penurunan basis aset yang dapat disusutkan pasca pelepasan dan penurunan nilai aset turut berkontribusi. Peningkatan keuntungan selisih kurs bersih sebesar US$ 11 juta juga menjadi pendukung utama. Namun, sebagian perbaikan tersebut terkikis oleh dampak negatif senilai US$ 14,5 juta dari investasi Grup di 29Metals.

EBITDA dan Pendapatan Operasional

EBITDA perseroan mencatatkan pertumbuhan menjadi US$ 69 juta atau Rp 1,24 triliun pada semester pertama 2026. Angka ini naik 8% secara tahunan dari US$ 64 juta atau Rp 1,15 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Jika tidak memperhitungkan dampak kenaikan harga bahan bakar, EBITDA diproyeksikan mencapai hampir US$ 78 juta atau Rp 1,40 triliun.

Meskipun EBITDA meningkat, total pendapatan DOID pada semester I 2026 tercatat sebesar US$ 692,84 juta atau Rp 12,46 triliun. Nilai ini turun dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai US$ 730,20 juta atau Rp 13,13 triliun.

Strategi Efisiensi dan Optimasi Operasional

Direktur BUMA International Group, Iwan Fuad Salim, menjelaskan bahwa peningkatan EBITDA, perbaikan margin, serta penguatan arus kas bebas mencerminkan hasil dari berbagai langkah efisiensi yang telah dijalankan perusahaan selama setahun terakhir.

“Memasuki semester kedua, prioritas kami adalah melanjutkan momentum operasional ini, menjaga disiplin biaya dan modal, serta mengelola eksposur harga bahan bakar seiring upaya kami memperkuat perolehan arus kas,” tulis Iwan dalam keterbukaan informasi BEI.

Upaya tersebut mencakup optimalisasi tenaga kerja serta peningkatan pemeliharaan operasional. Langkah-langkah ini tetap mampu menghasilkan kinerja lebih baik meskipun pendapatan menurun dan terjadi lonjakan harga bahan bakar.

Dampak Penutupan Kontrak terhadap Volume Produksi

Manajemen DOID mengidentifikasi beberapa faktor utama yang menyebabkan penurunan kinerja operasional pada semester pertama 2026. Faktor-faktor tersebut meliputi berakhirnya kontrak di site Binungan milik Berau Coal, site IBP milik Resource Alam Indonesia di Indonesia, serta site Burton milik Bowen Coking Coal di Australia. Proses ramp-down di sejumlah lokasi operasi lainnya juga turut berkontribusi.

Kondisi ini menyebabkan volume overburden removal turun 11% secara tahunan menjadi 186 juta bank cubic meter (MBCM). Produksi batu bara juga menyusut 16% YoY menjadi 32 juta ton.

Kendati demikian, operasi inti grup di luar lokasi tambang yang kontraknya berakhir atau mengalami ramp-down masih mencatatkan pertumbuhan. Volume overburden removal meningkat sekitar 9% YoY, sedangkan produksi batu bara naik 4% YoY.

Perbaikan Cuaca dan Penyesuaian Tarif

Kinerja operasional tersebut ditopang oleh meningkatnya keandalan armada dan kondisi cuaca yang lebih baik. Hal ini tercermin dari penurunan jam hujan di Indonesia sebesar 10% YoY serta berkurangnya hari hujan di Australia sebesar 4% YoY.

Di sisi lain, average selling price (ASP) jasa kontraktor pertambangan juga naik 8% YoY. Kenaikan ini ditopang oleh penyesuaian tarif pada kontrak rise-and-fall maupun tier-price.

Menurut Iwan, perbaikan kinerja semakin terlihat pada kuartal kedua 2026. Hal itu ditopang oleh meningkatnya keandalan armada, produktivitas yang lebih tinggi, serta kenaikan volume produksi.

Frequently Asked Questions

What is Mengintip Momentum Pemulihan Kinerja Grup Northstar?

Mengintip Momentum Pemulihan Kinerja Grup Northstar is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Mengintip Momentum Pemulihan Kinerja Grup Northstar matter?

Mengintip Momentum Pemulihan Kinerja Grup Northstar matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Join the discussion