Skip to content
Bursa

Tak Hanya Bango, Unilever Indonesia (UNVR) Disebut Juga Bakal Lepas Royco

Elizabeth Anderson - wartanaya.com 3 mins read

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) tengah menyiapkan langkah strategis untuk mendivestasi produk penyedap rasa dengan merek Royco. Langkah ini menyusul

Tak Hanya Bango, Unilever Indonesia (UNVR) Disebut Juga Bakal Lepas Royco

Tak Hanya Bango Unilever Indonesia UNVR Siap Melepas Merek Royco dalam Strategi Divestasi Besar-Besaran

Wartanaya.com – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) tengah menyiapkan langkah strategis untuk mendivestasi produk penyedap rasa dengan merek Royco. Langkah ini menyusul informasi sebelumnya mengenai rencana perusahaan raksasa FMCG tersebut untuk melepaskan bisnis kecap Bango dari portofolionya. Dengan demikian, Tak Hanya Bango Unilever Indonesia juga akan melepaskan Royco dari bisnis utamanya.

Perluasan Portofolio Pasca Transaksi McCormick

Sesuai temuan riset dari BRI Danareksa Sekuritas, proses pemisahan segmen foods & refreshment (F&R) sedang berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Menariknya, dalam transaksi yang sedang diusulkan bersama McCormick, kedua merek Bango dan Royco akan tetap menjadi bagian dari aset yang dialihkan. Hal ini menunjukkan bahwa Unilever tidak hanya fokus pada satu merek saja dalam strategi divestasi mereka.

Christy Halim dan Sabela Nur Amalina, analis dari BRIDS, mempertahankan rekomendasi beli untuk saham UNVR. Meskipun demikian, mereka menurunkan target harga menjadi Rp 2.200 per lembar saham. Dalam analisis mereka, terdapat penyesuaian kecil pada proyeksi laba perusahaan, dengan kenaikan 0,7% untuk Tahun Buku 2026 dan penurunan 3,6% untuk tahun 2027.

“Unilever tetap berkomitmen untuk mendistribusikan 100% laba bersih dari divestasi Sariwangi kepada pemegang saham pada FY26,” tulis Christy dan Sabela dalam risetnya, dikutip pada Jumat (31/7).

BRIDS juga memproyeksikan pertumbuhan pendapatan Unilever Indonesia sebesar 5,8% serta peningkatan laba bersih 12,9% pada tahun 2026. Untuk valuasi, BRIDS mempertahankan target price to earnings (PE) sebesar 19,8 kali berdasarkan proyeksi laba Tahun Buku 2026, yang berada sekitar 0,5 standar deviasi di bawah rata-rata tiga tahun.

Saat ini, saham UNVR diperdagangkan dengan PE 14,9 kali berdasarkan proyeksi laba Tahun Buku 2026, atau sekitar 1 standar deviasi di bawah rata-rata tiga tahun. Investor dapat memantau perkembangan lebih lanjut terkait strategi Tak Hanya Bango Unilever Indonesia dalam divestasi merek-merek dagangnya.

Risiko dan Konfirmasi dari UNVR

BRIDS mengidentifikasi beberapa risiko yang berpotensi memengaruhi kinerja UNVR ke depan. Faktor-faktor tersebut meliputi potensi cuaca ekstrem akibat El NiƱo, ketegangan geopolitik berkepanjangan yang dapat meningkatkan biaya logistik dan bahan baku, serta melemahnya permintaan konsumen.

Katadata telah menghubungi tim komunikasi UNVR untuk mendapatkan konfirmasi terkait isu ini. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak perusahaan. Namun, pasar tetap optimis bahwa langkah ini akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi pemegang saham.

Detail Transaksi McCormick dan Unilever

Pada kuartal pertama 2026, McCormick & Company dan Unilever Plc telah menandatangani perjanjian untuk menggabungkan bisnis McCormick dengan bisnis makanan Unilever (Unilever Foods). Perlu dicatat bahwa transaksi ini mengecualikan bisnis makanan Unilever di India serta sejumlah bisnis lain yang telah ditetapkan sebagai excluded businesses.

Aksi korporasi besar ini ditargetkan dapat menjadikan entitas gabungan sebagai pemimpin global di industri bumbu dan penyedap rasa. Proyeksi pendapatan gabungan mencapai sekitar US$ 20 miliar pada Tahun Fiskal 2025. Ini merupakan salah satu transaksi terbesar dalam sejarah industri FMCG global.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, setelah transaksi selesai, Unilever dan para pemegang sahamnya akan menerima kepemilikan setara 65% dari saham perusahaan hasil penggabungan yang telah terdilusi penuh. Nilai ini setara dengan sekitar US$ 29,1 miliar berdasarkan harga rata-rata tertimbang saham McCormick selama satu bulan.

Selain itu, Unilever juga akan memperoleh pembayaran tunai sekitar US$ 15,7 miliar, dengan penyesuaian tertentu pada saat penutupan transaksi. Transaksi ini menempatkan nilai perusahaan bisnis Unilever Foods sekitar US$ 44,8 miliar atau setara 13,8 kali EBITDA Tahun Fiskal 2025. Sementara itu, nilai perusahaan McCormick diperkirakan mencapai US$ 21 miliar, dengan valuasi yang sama sebesar 13,8 kali EBITDA.

Setelah transaksi rampung, pemegang saham Unilever diperkirakan menguasai 55,1% saham perusahaan gabungan, pemegang saham McCormick memiliki 35%, sedangkan Unilever akan mempertahankan kepemilikan langsung sekitar 9,9%. Mccormick dan Unilever menilai penggabungan tersebut akan menyatukan portofolio merek global di kategori rempah-rempah, bumbu, penyedap rasa, bahan bantu memasak, saus, dan pelengkap makanan. Ke depannya, Unilever global akan mengandalkan pertumbuhan dari bisnis kecantikan, kesehatan, perawatan pribadi, dan kebutuhan rumah tangga.

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Join the discussion