Danantara Akui BUMN Properti Tak Sehat, Siapkan Konsolidasi Besar-besaran
Pemerintah melalui Danantara resmi mengakui bahwa sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor properti menghadapi kondisi yang belum sehat. Pengakuan
Danantara Akui BUMN Properti Tak Sehat, Siapkan Konsolidasi Besar-besaran
Wartanaya.com – Pemerintah melalui Danantara resmi mengakui bahwa sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor properti menghadapi kondisi yang belum sehat. Pengakuan ini menjadi langkah awal dalam menyiapkan program konsolidasi besar-besaran untuk memperbaiki kinerja perusahaan-perusahaan properti milik negara. Program Danantara Housing saat ini sedang dalam tahap persiapan matang oleh pemerintah untuk memasarkan hunian berupa rumah dan apartemen yang telah dibangun oleh perusahaan milik negara namun belum terserap optimal oleh pasar.
Hal ini disampaikan oleh Rosan Roeslani, yang menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi serta Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), sekaligus sebagai Chief Executive Officer Danantara. Menurut penjelasan Rosan, melalui skema yang sedang dirancang tersebut, masyarakat umum nantinya akan memiliki kesempatan untuk membeli hunian yang masih belum terjual dengan penawaran suku bunga yang lebih kompetitif dibandingkan kondisi saat ini. Selain itu, terdapat juga skema pembayaran yang lebih ringan sehingga lebih mudah diakses oleh berbagai kalangan.
Perbaikan Kondisi BUMN Properti Satu Per Satu
Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), mengungkapkan bahwa instansi tersebut akan melakukan konsolidasi terhadap berbagai BUMN yang bergerak di sektor properti. Langkah ini diambil setelah evaluasi menyeluruh menunjukkan bahwa banyak perusahaan properti milik negara mengalami masalah keuangan dan operasional.
“Sebetulnya Danantara Housing itu, kami ingin mengonsolidasikan seluruh perusahaan-perusahaan properti. Tetapi, teman-teman juga tahu situasinya bahwa seluruh perusahaan properti itu tidak dalam keadaan baik,” ujar Dony dalam keterangannya di Jakarta pada Jumat (31/7).
Oleh karena itu, langkah selanjutnya yang diambil oleh Danantara adalah memperbaiki kondisi dari BUMN-BUMN bidang properti tersebut secara menyeluruh. Proses perbaikan ini akan dilakukan dengan pendekatan korporasi yang komprehensif untuk memastikan setiap perusahaan dapat pulih dan beroperasi secara efisien.
Strategi Pemulihan dan Pembiayaan
Prinsip utama yang diterapkan dalam proses konsolidasi ini adalah memperbaiki seluruh BUMN satu per satu, dengan pendekatan korporasi. Di antaranya ada yang melewati PKPU, contoh PP Properti, dan juga impairment, sesuai dengan kondisi masing-masing perusahaan. Setelah perusahaan-perusahaan properti BUMN tersebut diperbaiki bisnisnya, Danantara akan mengkaji total inventori yang dimiliki.
Dari total inventori itu nanti kami lakukan pemasaran, sehingga masyarakat bisa mengakses seluruh inventori milik BUMN Properti. Kami juga akan buatkan produk pembiayaannya, sehingga seluruh (bank) Himbara kemudian membuat produk pembiayaan yang lebih murah dan memungkinkan masyarakat memiliki kredit perumahan, yang dikombinasikan dengan properti yang kami miliki, tambah Dony.
Inisiatif ini diharapkan dapat mempercepat penyerapan stok hunian yang telah dibangun BUMN sekaligus memperluas akses masyarakat untuk memiliki rumah. Dengan strategi yang terpadu, Danantara berkomitmen untuk menjadikan sektor properti BUMN sebagai pilar penting dalam pembangunan infrastruktur perumahan nasional.
Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id
