Investasi Kendaraan Rendah Karbon RI Naik 127%, tapi Masih Jauh dari Target
Komitmen pemerintah terhadap pengembangan industri otomotif berkelanjutan semakin terlihat melalui peningkatan signifikan dalam sektor kendaraan ramah
Realisasi Investasi LCEV Capai Rp 5,5 Triliun dari Target Rp 21,2 Triliun
Wartanaya.com – Komitmen pemerintah terhadap pengembangan industri otomotif berkelanjutan semakin terlihat melalui peningkatan signifikan dalam sektor kendaraan ramah lingkungan. Investasi Kendaraan Rendah Karbon RI Naik mencapai 127 persen sejak program pertama kali digulirkan pada tahun 2021. Kementerian Perindustrian mencatat bahwa realisasi investasi saat ini telah mencapai Rp 5,5 triliun dari total target Rp 21,2 triliun yang ditetapkan dalam program kendaraan bermotor emisi karbon rendah atau LCEV.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menyampaikan optimisme tersebut saat membuka Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di Tangerang, Banten, pada Kamis (30/7). Ia menekankan bahwa seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan pelaku pasar, menantikan terwujudnya komitmen investasi yang telah disepakati bersama.
“Kami semua, pemerintah, market menunggu komitmen Rp 21,5 triliun bisa terwujud,” ujarnya dengan penuh harapan.
Program LCEV Sejak 2021 Menyerap Ribuan Tenaga Kerja
Program yang telah berjalan sejak tahun 2021 tersebut tercatat mampu menyerap sekitar 195 ribu tenaga kerja di berbagai sektor industri. Saat ini, terdapat 16 perusahaan perakitan serta 332 pemasok komponen dalam negeri yang berasal dari sektor industri kecil dan menengah (IKM) dalam program ini. Jumlah pelaku usaha tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 127 persen sejak program pertama kali digulirkan, menunjukkan kepercayaan yang semakin besar dari investor terhadap sektor ini.
Agus menjelaskan bahwa tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) untuk kendaraan elektrifikasi rata-rata berada di kisaran 40 hingga 46 persen. Bahkan, beberapa merek telah berhasil meraih sertifikat TKDN hingga mencapai 80 persen, membuktikan bahwa industri otomotif dalam negeri mampu bersaing secara global.
Percepatan Realisasi dan Penguatan Rantai Pasok
Untuk mewujudkan target investasi LCEV, pemerintah mendorong percepatan realisasi melalui berbagai kebijakan pendukung. Program ini juga diarahkan untuk memperdalam rantai pasok hingga ke lapis kedua dan ketiga, sehingga menciptakan ketahanan industri serta melibatkan lebih banyak IKM. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri otomotif nasional secara menyeluruh.
“Jadikan industri sebagai basis produksi dan basis ekspor bagi kawasan,” tegasnya.
Agus menambahkan bahwa jika investasi ini berhasil direalisasikan, pemerintah akan menjaga keputusan investasi jangka panjang melalui kepastian dan konsistensi kebijakan. Kementerian Perindustrian juga akan mendampingi, mengevaluasi, dan memantau secara berkala guna memastikan setiap komitmen dapat diwujudkan dengan mudah. Dukungan regulasi yang stabil menjadi kunci utama dalam menarik lebih banyak investor masuk ke sektor kendaraan rendah karbon.
Transformasi Kendaraan Rendah Emosi Berjalan Cepat
Menteri Agus menyampaikan bahwa proses transformasi Indonesia menuju kendaraan rendah emisi berlangsung lebih cepat dari perkiraan banyak pihak. Data menunjukkan bahwa pada semester pertama tahun 2026, penjualan kendaraan elektrifikasi tumbuh sebesar 69,4 persen menjadi 117.000 unit atau setara dengan 26,8 persen dari total penjualan kendaraan penumpang nasional. Dari jumlah tersebut, 69.000 unit merupakan kendaraan listrik (EV) yang menunjukkan tren positif dalam adopsi kendaraan ramah lingkungan.
Penjualan Mobil Domestik Meningkat Signifikan
Berdasarkan data GAIKINDO yang dirilis PT Astra International Tbk, penjualan mobil domestik mencapai 436.567 unit sepanjang Januari hingga Juni 2026. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 407.923 unit. Peningkatan ini mencerminkan pemulihan permintaan pasar otomotif nasional setelah mengalami fluktuasi pada awal tahun.
Pada bulan Juni 2026 saja, penjualan mobil nasional mencapai 77.555 unit, naik sekitar 32,9 persen dibandingkan Juni 2025 yang sebesar 58.363 unit. Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa permintaan kendaraan mulai membaik setelah sempat berfluktuasi pada awal tahun. Hal ini juga sejalan dengan Investasi Kendaraan Rendah Karbon RI Naik yang mendorong peningkatan produksi dan penjualan kendaraan.
Astra Pertahankan Dominasi Pasar Otomotif
Di tengah pertumbuhan pasar, Grup Astra masih mempertahankan dominasinya dengan membukukan penjualan 222.371 unit selama enam bulan pertama 2026. Angka tersebut setara dengan pangsa pasar 51 persen dari total penjualan mobil nasional. Posisi ini memperkuat peran Astra sebagai pemain utama dalam industri otomotif Indonesia.
Pada Juni 2026, Astra menjual 40.235 unit kendaraan atau menguasai 52 persen pasar domestik. Kontributor terbesar penjualan Astra masih berasal dari merek Toyota dan Lexus yang mencatat penjualan 134.520 unit sepanjang semester I 2026. Pada bulan Juni saja, Toyota dan Lexus membukukan penjualan 22.960 unit, menjadikannya merek dengan penjualan terbesar di pasar otomotif nasional.
