Skip to content
Nasional

BMKG Sasar Modifikasi Cuaca di 6 Provinsi, Riau hingga Kalimantan Jadi Priori

Patricia Thomas - wartanaya.com 2 mins read

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menetapkan strategi komprehensif untuk menghadapi dampak El Nino yang sedang melanda Indonesia

BMKG Sasar Modifikasi Cuaca di 6 Provinsi, Riau hingga Kalimantan Jadi Priori

BMKG Sasar Modifikasi Cuaca di 6 Provinsi untuk Atasi Dampak El Nino

Wartanaya.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menetapkan strategi komprehensif untuk menghadapi dampak El Nino yang sedang melanda Indonesia. Dengan fokus pada modifikasi cuaca, instansi ini menargetkan enam provinsi sebagai area prioritas utama dalam upaya mitigasi bencana. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kondisi cuaca ekstrem yang diprediksi akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

El Nino saat ini telah mencapai kategori kuat berdasarkan data pemantauan BMKG. Fenomena ini menyebabkan penurunan curah hujan signifikan di berbagai wilayah Indonesia, meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan. Pemerintah melalui BMKG segera mengaktifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menekan dampak negatif tersebut.

Enam Provinsi Prioritas Modifikasi Cuaca

BMKG Sasar Modifikasi Cuaca di 6 Provinsi yang memiliki kerentanan tinggi terhadap karhutla. Daerah-daerah tersebut adalah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Pemilihan provinsi-provinsi ini didasarkan pada analisis risiko kebakaran dan kebutuhan air yang mendesak.

Teuku Faisal Fathani, Kepala BMKG, menjelaskan bahwa operasi modifikasi cuaca telah berlangsung sepanjang tahun 2026. Program ini melibatkan kerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kehutanan, serta mitra swasta. Melalui penyemprotan garam ke atmosfer, OMC berhasil meningkatkan curah hujan sebesar 30 hingga 40 persen di wilayah sasaran.

“Kita punya 240 waduk, beberapa, tidak semua, kita coba isi agar bisa difungsikan untuk PLTA, bisa difungsikan untuk irigasi, dan air bersih,” kata Teuku Faisal seusai mengikuti rapat dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka Jakarta pada Selasa (28/7).

Strategi Penanganan Kekeringan dan Karhutla

Upaya modifikasi cuaca tidak hanya berfokus pada penambahan curah hujan, tetapi juga peningkatan kelembapan tanah, khususnya di kawasan gambut. Tanah gambut yang kering sangat rentan terhadap kebakaran, sehingga saturasi air menjadi kunci pencegahan karhutla. BMKG melakukan penyemprotan secara berkala untuk menjenuhkan tanah agar tidak mudah terbakar.

Selain enam provinsi prioritas utama, operasi OMC juga diterapkan di Kepulauan Riau dan beberapa wilayah Aceh. Penyesuaian dilakukan berdasarkan dinamika kondisi cuaca setempat dan tingkat kerentanan masing-masing daerah. Strategi ini memastikan sumber daya digunakan secara efisien dan tepat sasaran.

Evaluasi BMKG menunjukkan bahwa program modifikasi cuaca memberikan hasil positif dalam mengatasi kekeringan. Waduk-waduk di wilayah prioritas mulai terisi penuh, mendukung fungsi pembangkit listrik tenaga air, irigasi pertanian, dan penyediaan air bersih bagi masyarakat. Dengan demikian, dampak El Nino dapat diminimalkan melalui pendekatan ilmiah yang terukur.

“Secara berkala operasi modifikasi cuaca untuk menjenuhkan tanah di sana, tanah gambut di sana agar tidak mudah terbakar,” ujarnya.

Masyarakat dapat memantau perkembangan operasi modifikasi cuaca melalui kanal resmi BMKG. Informasi terkini mengenai jadwal penyemprotan dan wilayah sasaran tersedia secara real-time. Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah, BMKG, dan masyarakat, dampak El Nino diharapkan dapat dikelola dengan optimal.

Join the discussion