Skip to content
Nasional

Special Plan: Danantara Rombak Total Hotel Sultan, Buka Opsi Dibangun jadi Ikon Baru Jakarta

Richard Jackson - wartanaya.com 3 mins read

i Ikon Baru Jakarta Special Plan - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sedang menyusun strategi perombakan total Hotel Sultan di

Special Plan: Danantara Rombak Total Hotel Sultan, Buka Opsi Dibangun jadi Ikon Baru Jakarta

Special Plan: Danantara Revitalisasi Hotel Sultan Jadi Ikon Baru Jakarta

Special Plan – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sedang menyusun strategi perombakan total Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat. Perubahan besar ini bertujuan menciptakan ikon baru yang merefleksikan kemajuan Indonesia di bidang pariwisata dan pengembangan kota. Kepala Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan bahwa proyek ini akan memberikan dampak signifikan, baik secara ekonomi maupun lingkungan, serta memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat wisata global.

Proyek Revitalisasi Dukung Strategi Pariwisata Nasional

Rosan Roeslani menjelaskan bahwa perencanaan revitalisasi Hotel Sultan adalah bagian dari Special Plan yang diusung pemerintah untuk meningkatkan daya tarik wisatawan. “Kita ingin GBK menjadi tempat yang tidak hanya untuk olahraga, tapi juga sebagai destinasi wisata yang modern dan kompetitif,” tutur dia dalam acara yang dihadiri para pengelola kawasan. Konsep ini tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pengalaman pengunjung yang lebih lengkap, mulai dari akomodasi hingga fasilitas pendukung.

Dalam skema revitalisasi, Danantara bekerja sama dengan beberapa BUMN seperti InJourney dan Meru Hotel. Perusahaan-perusahaan ini akan membantu merancang konsep kawasan yang terpadu, termasuk pengembangan pusat kebugaran, taman rekreasi, dan ruang pertemuan berstandar internasional. Rosan menekankan bahwa kawasan GBK, yang mencakup sekitar 279 hektare, akan menjadi titik tolak pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata olahraga. “Targetnya adalah menjadikan GBK sebagai salah satu kawasan terbaik di dunia,” katanya.

“Pada saat ini mungkin saya belum bisa mengatakan, tapi rencana itu (merobohkan) akan dijadikan suatu kawasan baru, eventually iya,” tambah Rosan.

Dalam Special Plan, revitalisasi Hotel Sultan tidak hanya memperbaiki infrastruktur, tetapi juga mengubah cara pengelolaan kawasan tersebut. Perusahaan akan melakukan kajian mendalam untuk memastikan bahwa rencana ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kota. “Kita ingin GBK menjadi ruang yang lebih dinamis, dengan fasilitas yang dapat menjangkau berbagai segmen wisatawan,” kata Rosan. Ia menyebutkan bahwa proyek ini juga dirancang untuk meningkatkan pendapatan dari sektor pariwisata, yang saat ini masih tergolong rendah dibandingkan negara-negara tetangga ASEAN.

Revitalisasi Hotel Sultan akan mencakup beberapa tahap, seperti penghapusan bangunan lama, pembangunan pusat pertemuan, dan penambahan fasilitas seperti restoran kelas dunia atau pusat kebugaran modern. Proyek ini juga menargetkan penggunaan teknologi canggih untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan pengunjung. Selain itu, Rosan mengungkapkan bahwa kawasan ini akan diintegrasikan dengan transportasi umum yang lebih cepat dan mudah, sehingga mempermudah akses wisatawan dari berbagai penjuru Indonesia.

Pembangunan ikon baru di GBK, yang dikenal sebagai kawasan sekaligus simbol kota Jakarta, juga diharapkan bisa menarik investasi asing. “Kita ingin GBK menjadi magnet bagi pengusaha dan pengunjung internasional,” jelas Rosan. Ia menambahkan bahwa revitalisasi ini akan dilakukan secara bertahap, mulai dari peningkatan kualitas bangunan hingga pengembangan fasilitas pendukung. “Kita tidak ingin mengubah seluruh GBK dalam sekali usaha, tapi secara bertahap untuk memastikan keberlanjutan,” tegasnya.

Dengan Special Plan, kawasan GBK akan menjadi salah satu proyek strategis nasional yang diharapkan memberikan dampak positif jangka panjang. Proyek ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan daya saing Indonesia di ranah internasional, terutama di sektor pariwisata. “Kita ingin GBK bukan hanya terlihat bagus, tetapi juga memberikan nilai ekonomi yang signifikan,” kata Rosan. Dalam jangka waktu lima tahun, dia optimis kawasan ini akan menjadi pusat ekonomi kreatif yang berkelanjutan dan mampu menyaingi destinasi wisata di luar negeri.

Join the discussion