Skip to content
Nasional

Survei SMRC: Kepuasan Publik atas Kinerja Prabowo Turun 30%

Anthony Taylor - wartanaya.com 2 mins read

Saiful Mujani Research and Consulting mencatat penurunan signifikan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto. Berdasarkan data

Survei SMRC: Kepuasan Publik atas Kinerja Prabowo Turun 30%

Penurunan Kepuasan Publik terhadap Prabowo dalam Survei SMRC

Wartanaya.com – Saiful Mujani Research and Consulting mencatat penurunan signifikan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto. Berdasarkan data terbaru, kepuasan publik turun dari 81,2% pada November 2025 menjadi 51,1% pada Juli 2026. Penurunan ini mencapai sekitar 30,1 poin persentase dalam periode sembilan bulan terakhir.

Hasil penelitian ini dipaparkan oleh Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, melalui kanal YouTube SMRC TV pada Minggu (26/7). Deni menjelaskan bahwa penurunan kepuasan ini diiringi dengan peningkatan proporsi masyarakat yang menyatakan tidak puas atau sangat tidak puas. Angka tersebut melonjak dari 16% menjadi 46,9% dalam kurun waktu yang sama.

Analisis Kondisi Ekonomi dan Politik

Menurut Deni, tren penurunan ini mencerminkan persepsi masyarakat yang semakin negatif terhadap berbagai aspek kehidupan berbangsa. Dalam pemaparannya, ia menyebutkan bahwa merosotnya kepuasan publik berkaitan erat dengan kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum di Indonesia.

Di sektor ekonomi, hanya 15,7% masyarakat yang menilai kondisi nasional saat ini baik atau sangat baik. Sebaliknya, hampir separuh responden atau 49,4% menilai kondisi ekonomi buruk atau sangat buruk. Penilaian negatif terhadap ekonomi meningkat drastis dari 22,7% pada November 2025 menjadi 49,4% pada Juli 2026.

Sementara itu, pada aspek politik hanya 13,5% responden yang memberikan penilaian positif. Persepsi positif terhadap kondisi politik turun dari 35,8% menjadi 13,5% dalam sembilan bulan terakhir. Sebaliknya, persepsi negatif meningkat dari 23% menjadi 42,8%.

“Hanya 13,5% publik yang menilai kondisi politik nasional sekarang baik atau sangat baik, sementara yang menilai buruk atau sangat buruk jauh lebih besar, 42,8%,” kata Deni dalam keterangannya.

Dalam bidang penegakan hukum, SMRC mencatat hanya 26,4% responden yang memiliki persepsi positif. Persepsi positif terhadap penegakan hukum juga mengalami penurunan dari 42,5% pada November 2025 menjadi 26,4% pada Juli 2026. Pada periode yang sama, persepsi negatif meningkat dari 25,7% menjadi 37,6%.

Metodologi survei ini melibatkan 749 responden yang memiliki hak pilih. Sebanyak 83,8% responden diwawancarai melalui telepon, sedangkan 16,2% melalui wawancara tatap muka bagi warga yang tidak memiliki telepon. Survei dilakukan pada 5–19 Juli 2026 dengan margin of error sekitar ±3,7%.

Join the discussion