Danantara Siapkan Menara Danareksa Jadi Kantor Sementara PFII
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa antusiasme para pelaku bisnis terhadap pembentukan PFII sangat tinggi. Dalam kunjungannya
PFII Akan Beroperasi dari Menara Danareksa Selama Masa Transisi
Minat Investor Terhadap Pusat Finansial Internasional
Wartanaya.com – Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa antusiasme para pelaku bisnis terhadap pembentukan PFII sangat tinggi. Dalam kunjungannya ke Pulau Dewata beberapa hari lalu, ia bertemu dengan sebelas investor yang berasal dari family office dan institusi sejenis.
“Beberapa hari yang lalu saya ke Bali bertemu dengan 11 para investor dari family office dan lainnya. Responnya sangat positif mengenai keberadaan financial center yang akan ada di Indonesia ini,” kata Rosan.
Kehadiran PFII diharapkan dapat menempatkan Indonesia sebagai destinasi investasi utama di kawasan Asia Tenggara. Para investor yang ditemui menunjukkan ketertarikan signifikan terhadap peluang yang ditawarkan oleh pusat finansial internasional ini. Mereka melihat potensi besar dalam ekosistem yang akan dibangun di Bali sebagai jantung ekonomi baru Indonesia.
Infrastruktur dan Jadwal Pembangunan
Sebelum kawasan utama PFII di Bali selesai dibangun, Indonesia International Financial Center akan memanfaatkan Menara Danareksa di Jakarta sebagai kantor sementara. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara telah menyiapkan gedung tersebut untuk keperluan operasional selama periode transisi. CEO Danantara menjelaskan bahwa proses pembangunan Kawasan PFII diperkirakan memakan waktu dua hingga tiga tahun. Selama periode ini, seluruh standar sebagai pusat finansial internasional harus dipenuhi secara menyeluruh.
“Kami akan menggunakan salah satu gedung kami, kebetulan itu Gedung Danareksa adalah gedung baru, dan itu rencananya akan kami gunakan,” kata Rosan di Istana Merdeka Jakarta pada Kamis (23/7).
Menara Danareksa dipilih karena lokasinya yang strategis di pusat kota Jakarta dan fasilitas modern yang dimilikinya. Gedung ini akan menjadi tempat kerja bagi tim inti yang mengelola persiapan PFII sebelum perpindahan ke Bali. Dengan demikian, operasional harian dapat berjalan lancar tanpa mengganggu proses pembangunan di lokasi utama.
Selain aspek infrastruktur, masa transisi ini juga dimanfaatkan untuk menyelesaikan berbagai persiapan kelembagaan. Proses penunjukan gubernur kawasan, pengelola kawasan, serta perangkat pendukung lainnya sedang berlangsung agar pusat finansial internasional dapat beroperasi secara optimal.
“Financial center nanti akan dipimpin oleh ketua kawasan dan juga oleh gubernurnya. Mereka akan menyiapkan semua perangkat yang dibutuhkan agar financial center bisa berfungsi dengan baik,” ujarnya.
Danantara akan memegang peran penting sebagai pengembang kawasan PFII di Bali. Dengan demikian, seluruh aspek pembangunan dan operasional akan terkoordinasi dengan baik menuju visi Indonesia sebagai hub finansial global. Langkah-langkah strategis ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mewujudkan transformasi ekonomi nasional melalui pengembangan sektor keuangan.
