Skip to content
Fintech

OJK Cari Startup AI dan Fraud Detection untuk Perkuat Sektor Keuangan

Richard Wilson - wartanaya.com 3 mins read

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kini fokus menarik perhatian perusahaan rintisan yang bergerak di bidang kecerdasan buatan, sistem pendeteksi kecurangan, serta

OJK Cari Startup AI dan Fraud Detection untuk Perkuat Sektor Keuangan

OJK Menggali Potensi Startup Teknologi untuk Transformasi Keuangan Digital

Wartanaya.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kini fokus menarik perhatian perusahaan rintisan yang bergerak di bidang kecerdasan buatan, sistem pendeteksi kecurangan, serta tokenisasi aset. Inisiatif ini bertujuan memperkuat fondasi inovasi dalam industri jasa keuangan nasional.

Program Akselerasi dan Ekosistem Inovasi

Upaya tersebut diwujudkan melalui OJK Fintech Startup Accelerator 2026, sebuah program akselerasi yang terintegrasi dalam pengembangan Pusat Inovasi OJK atau OJK Infinity. Program ini dirancang untuk membangun ekosistem keuangan digital yang dinamis sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi digital di tingkat nasional.

Adi Budiarso, selaku Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, menyampaikan bahwa regulator memiliki visi untuk mendorong lahirnya startup yang tidak sekadar berkembang secara komersial, tetapi juga menghadirkan inovasi bernilai bagi masyarakat luas.

“OJK ingin Indonesia menjadi center of excellence untuk digital finance dan digital economy. Untuk mencapainya, kita harus membangun kolaborasi yang kuat antara regulator, industri, pemerintah, akademisi, investor, dan para inovator,” ujar Adi dalam pernyataan tertulisnya pada Kamis (23/7).

Fokus Teknologi dan Kolaborasi Strategis

Menurut Adi, OJK memberikan prioritas pada startup yang mengembangkan solusi teknologi untuk sektor jasa keuangan. Bidang-bidang yang menjadi sorotan meliputi kecerdasan buatan, pendeteksi penipuan, embedded finance, tokenisasi aset dunia nyata, platform koperasi digital, serta platform berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG).

Selain program fintech, OJK juga mengoperasikan OJK Infinity Accelerator yang berkolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif atau Badan Ekonomi Kreatif. Program ini menargetkan startup yang mengembangkan inovasi berbasis kekayaan intelektual, mencakup tokenisasi hak kekayaan intelektual, Web3, non-fungible token (NFT), digital licensing, hingga pembiayaan berbasis kekayaan intelektual.

Pipeline Inovasi dan Dukungan Komprehensif

Kedua program tersebut merupakan bagian dari innovation pipeline OJK yang mencakup tahapan pengembangan ide, akselerasi, regulatory sandbox, hingga implementasi di industri. Peserta juga mendapatkan pendampingan berupa business diagnosis, validasi pasar, penyusunan strategi produk, pemodelan keuangan, regulatory clinic, dan mentoring sebelum memasuki tahap Demo Day.

Adi menilai Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu pemain utama ekonomi digital global. Hal ini karena didukung pasar domestik yang besar, talenta digital, dan ekosistem inovasi yang terus berkembang.

“Dalam ekonomi digital, trust is the ultimate currency. Inovasi tidak cukup hanya unggul secara teknologi, tetapi juga harus mampu membangun kepercayaan masyarakat,” tambahnya.

Landasan Hukum dan Transformasi Digital

Peran OJK dalam mengembangkan inovasi sektor jasa keuangan merupakan amanat Undang-undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) yang telah diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026.

Selain menjalankan fungsi pengaturan, pengawasan, dan pelindungan konsumen, OJK juga bertugas mendorong pengembangan sektor jasa keuangan agar memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Edwin Hidayat Abdullah mengatakan transformasi digital menjadi syarat bagi Indonesia untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing di tingkat global. Menurutnya, ekonomi ke depan akan semakin bergantung pada pertukaran data sehingga adopsi teknologi digital menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan.

“Kalau kita ingin maju, kita tidak punya pilihan selain melakukan transformasi dan beradaptasi dengan teknologi baru. Ke depan, ekonomi akan semakin digerakkan oleh pertukaran data, sehingga teknologi digital menjadi fondasi penting bagi daya saing Indonesia,” kata Edwin.

Join the discussion