Udara Bandung Masuk Kategori Sehat Pagi Ini, Cocok untuk Aktivitas Luar Ruangan
Pagi ini, Kamis (23 Juli), kualitas udara di berbagai kota besar dunia menunjukkan perbedaan yang cukup mencolok. Salah satu kabar baik datang dari Indonesia
Udara Bandung Masuk Kategori Sehat, Cocok untuk Aktivitas Luar Ruangan
Wartanaya.com – Pagi ini, Kamis (23 Juli), kualitas udara di berbagai kota besar dunia menunjukkan perbedaan yang cukup mencolok. Salah satu kabar baik datang dari Indonesia, khususnya Udara Bandung Masuk Kategori Sehat pada pagi hari ini. Berdasarkan pemantauan yang dilakukan oleh IQAir pukul 07.09 WIB, kota-kota di Indonesia mencatatkan nilai yang menggembirakan bagi para penghuninya.
Di kancah internasional, Melbourne di Australia memimpin dengan skor AQI hanya 8, menjadikannya kota dengan udara paling bersih saat ini. Montreal di Kanada berada di posisi kedua dengan nilai 10, sementara Canberra juga menunjukkan performa baik dengan AQI 12. Kondisi ini tentu menjadi perbandingan menarik bagi kota-kota lain di seluruh dunia.
Kondisi Udara Global yang Beragam
Sementara itu, Kinshasa di Republik Demokratik Kongo mencatatkan kondisi terburuk secara global dengan indeks AQI mencapai 173. Situasi ini dikategorikan sebagai tidak sehat bagi penduduk setempat. Di bawah Kinshasa, Kampala dari Uganda dengan AQI 147 dan Johannesburg di Afrika Selatan dengan nilai 144 juga menghadapi kualitas udara yang kurang ideal.
Kota-kota tersebut terutama memengaruhi kelompok sensitif seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, serta mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung dan paru-paru. Mereka perlu lebih waspada dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara menurun.
Bandung dan Semarang Unggul di Indonesia
Dalam konteks nasional, Bandung dan Semarang menjadi sorotan positif pagi ini. Kedua kota tersebut mencatatkan indeks AQI di bawah 50, yang menunjukkan bahwa udara di wilayah-wilayah tersebut berada dalam kategori baik. Kondisi ini sangat menguntungkan bagi masyarakat yang ingin melakukan kegiatan di luar ruangan.
Ini adalah waktu yang ideal untuk melakukan aktivitas di luar ruangan dengan sedikit atau tanpa risiko yang ditimbulkan oleh udara yang dihirup, demikian pernyataan IQAir, dikutip pada Kamis (23/7).
Sementara itu, Palembang di Sumatera Selatan menjadi kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia. Dengan skor AQI sebesar 117, udara di kota tersebut masuk dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. IQAir merekomendasikan pengurangan aktivitas outdoor saat kualitas udara menurun.
Berbagai pihak juga telah memberikan imbauan terkait penanganan polusi udara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah beberapa kali mengeluarkan imbauan agar masyarakat menggunakan masker, terutama ketika berada di area dengan tingkat pencemaran tinggi. Hal ini penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Memahami Indeks Kualitas Udara
Indeks AQI berfungsi sebagai ukuran konsentrasi polutan udara yang menentukan kategori kualitas. Perhitungan rumus indeks biasanya melibatkan enam polutan utama, yakni PM2.5, PM10, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah. Pemahaman ini membantu masyarakat menilai kondisi udara secara akurat.
Klasifikasi berdasarkan skor AQI dibagi menjadi beberapa tingkatan. Kategori baik mencakup rentang 0 hingga 50, sedangkan sedang berada di antara 51 hingga 100. Untuk kelompok sensitif, kategori tidak sehat dimulai dari skor 101 hingga 150. Semakin tinggi nilai AQI, semakin besar potensi dampaknya terhadap kesehatan.
Lebih lanjut, kategori tidak sehat secara umum memiliki rentang 151 hingga 200. Kondisi sangat tidak sehat terjadi pada skor 200 hingga 299, dan kategori berbahaya dicatat ketika nilai mencapai 300 hingga 500. Udara dalam kategori sangat tidak sehat berpotensi merugikan kesehatan berbagai segmen populasi yang terpapar. Sementara itu, kualitas udara kategori berbahaya dapat menyebabkan dampak serius bagi kesehatan manusia secara keseluruhan.
