Skip to content
Nasional

Kepala BGN Sudaryono Tegaskan MBG Tak Akan Dihentikan, Ini Alasannya

Patricia Miller - wartanaya.com 3 mins read

Kepala BGN Sudaryono Tegaskan MBG Tak Akan Dihentikan. Badan Gizi Nasional (BGN) di bawah kepemimpinan Sudaryono secara resmi menyatakan bahwa program Makan

Kepala BGN Sudaryono Tegaskan MBG Tak Akan Dihentikan, Ini Alasannya

Kepala BGN Sudaryono Tegaskan MBG Tak Akan Dihentikan, Ini Alasannya Lengkap

Wartanaya.com – Kepala BGN Sudaryono Tegaskan MBG Tak Akan Dihentikan. Badan Gizi Nasional (BGN) di bawah kepemimpinan Sudaryono secara resmi menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan dihentikan. Mantan Wakil Menteri Pertanian tersebut menyampaikan tiga arahan utama dalam rapat pimpinan pertamanya yang berlangsung di Gedung BGN. Pertama, memastikan seluruh makanan yang didistribusikan aman untuk dikonsumsi oleh seluruh penerima manfaat. Kedua, meningkatkan kualitas gizi bagi anak-anak dan kelompok rentan lainnya. Ketiga, memberdayakan potensi sumber daya pedesaan dalam penyediaan bahan baku program yang berkelanjutan.

Sudaryono tiba di Gedung BGN pada pukul 17.10 WIB, Rabu (22/7), untuk memimpin pertemuan tersebut. Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa seluruh bahan pangan yang dipasok dari desa-desa sekitar setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus memenuhi standar yang berlaku. Hal ini dilakukan untuk memastikan kualitas dan keamanan pangan yang akan disalurkan kepada masyarakat.

MBG Bukan Wewenang BGN untuk Dihentikan

Mengenai usulan penghentian atau pembubaran MBG, Sudaryono menjelaskan bahwa hal tersebut bukan menjadi ranah evaluasi BGN. Lembaga yang ia pimpin tidak memiliki kewenangan untuk menghentikan program ini karena merupakan inisiatif langsung dari Presiden. Program MBG telah dirancang sejak masa kampanye Pemilihan Presiden 2024 dan menjadi program utama yang dijalankan oleh Presiden Prabowo Subianto.

“MBG merupakan tender politik Presiden Prabowo pada saat Pemilihan Presiden 2024. Oleh karena itu, program ini direncanakan jauh-jauh hari, disampaikan dalam momen kampanye yang akhirnya membuat beliau terpilih jadi presiden,” kata Sudaryono di Gedung BGN.

Menurutnya, pernyataan bahwa MBG akan dihentikan merupakan kesalahpahaman terhadap kewenangan lembaga. BGN berperan sebagai pelaksana dan evaluator, bukan sebagai pemutus kebijakan penghentian program yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Dua Tujuan Utama Program MBG

Sudaryono menegaskan bahwa program ini memiliki dua sasaran utama yang saling berkaitan. Pertama, meningkatkan status gizi masyarakat secara keseluruhan, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. Kedua, memberikan dampak positif terhadap perekonomian di wilayah pedesaan melalui penyerapan bahan baku lokal.

Sebelumnya, saat berada di Istana Merdeka, Sudaryono telah menyampaikan bahwa fokus utama MBG adalah menyediakan asupan gizi yang sesuai bagi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia. Ia menekankan bahwa keberhasilan program tidak diukur dari banyaknya makanan yang dibagikan atau tingkat kenyang penerima manfaat, melainkan dari terpenuhinya kebutuhan gizi mereka secara optimal.

Efek Berganda bagi Ekonomi Lokal

Presiden Prabowo juga mengarahkan agar pelaksanaan MBG memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah. Sudaryono menjelaskan bahwa kebutuhan bahan baku program akan menyerap hasil produksi petani, peternak, dan nelayan lokal. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan secara signifikan.

“Dengan memberikan gizi, efeknya adalah menyerap ekonomi lokal, khususnya peternak, nelayan, kemudian petani di daerah,” kata Sudaryono.

Ia juga menambahkan bahwa pembelajaran dari faktor keracunan sebelumnya menjadi penting. Selain cara mengolah pangan, insiden keracunan barangkali disebabkan oleh bahan baku dengan kualitas yang tidak bagus atau tidak memenuhi standar. Oleh karena itu, pengawasan ketat terhadap rantai pasok bahan baku menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan MBG.

Dengan demikian, Kepala BGN Sudaryono Tegaskan MBG Tak Akan Dihentikan karena program ini memiliki nilai strategis baik dari segi kesehatan masyarakat maupun ekonomi nasional. Program ini akan terus berjalan dengan perbaikan tata kelola dan peningkatan kualitas sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Join the discussion