Skip to content
Bursa

Menilik Kans Saham RI Masuk Global Indeks, MSCI Ubah Aturan Siapa Diuntungkan?

Matthew Smith - wartanaya.com 3 mins read

MSCI telah mengambil langkah strategis dengan merelaksasikan mekanisme penyaringan bagi saham yang mengalami kenaikan harga melampaui batas normal atau

Menilik Kans Saham RI Masuk Global Indeks, MSCI Ubah Aturan Siapa Diuntungkan?

MSCI Ubah Aturan: Menilik Kans Saham RI Masuk Global

Wartanaya.com – MSCI telah mengambil langkah strategis dengan merelaksasikan mekanisme penyaringan bagi saham yang mengalami kenaikan harga melampaui batas normal atau extreme price increase (EPI). Inovasi regulasi ini membuka peluang besar bagi perusahaan publik Indonesia yang selama ini sering terhambat oleh ketentuan EPI guna bergabung ke dalam MSCI Global Standard Index.

EPI merupakan instrumen evaluasi yang digunakan MSCI untuk mengidentifikasi saham dengan pergerakan harga sangat signifikan dalam rentang waktu tertentu. Langkah pencegahan ini diambil mengingat lonjakan harga yang terlalu drastis dapat memicu keraguan apakah kenaikan tersebut benar-benar mencerminkan mekanisme pembentukan harga yang sehat dan dapat diakses oleh para investor internasional.

Transformasi Faktor Inklusi Asing (FIF)

Dari serangkaian pembaruan yang diumumkan, aspek yang paling menonjol adalah penyesuaian terhadap Foreign Inclusion Factor atau FIF. Parameter ini berfungsi sebagai indikator yang merepresentasikan proporsi saham yang tersedia untuk dibeli oleh investor asing.

Sebelum adanya perubahan ini, saham yang berstatus EPI dengan nilai FIF mencapai angka 0,75 atau lebih secara otomatis akan disingkirkan dari pertimbangan masuk ke MSCI Global Standard Index. Melalui metodologi terbaru, MSCI kini tidak lagi menerapkan penyaringan otomatis terhadap saham EPI dengan FIF 0,75 atau lebih.

Sehingga, saham-saham tersebut kini memiliki kesempatan lebih besar untuk masuk ke MSCI Global Standard Index asalkan memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan. Persyaratan tersebut meliputi kapitalisasi pasar, tingkat free float, likuiditas, serta berbagai kriteria investability lainnya.

Perlakuan Khusus untuk Saham EPI dengan FIF Rendah

Sementara itu, saham EPI yang memiliki FIF di bawah 0,75 tetap mendapat penanganan khusus. Sebagai contoh, saham yang belum menjadi bagian dari MSCI Investable Market Index (IMI) tidak serta merta dapat langsung masuk ke MSCI Standard Index.

Untuk konstituen MSCI Small Cap Indexes yang mengalami EPI, evaluasi akan dilakukan berdasarkan perbandingan kapitalisasi pasar dengan batas ukuran segmen pasar atau Market Size-Segment Cutoffs Standard Index.

Saham dengan kapitalisasi pasar penuh di bawah 1,8 kali batas ukuran segmen pasar Standard Index atau kapitalisasi pasar yang disesuaikan dengan free float di bawah 1,8 kali setengah batas ukuran segmen pasar Standard Index akan tetap bertahan sebagai konstituen Small Cap.

Di sisi lain, saham dengan kapitalisasi pasar penuh minimal 1,8 kali batas ukuran segmen pasar Standard Index dan kapitalisasi pasar yang disesuaikan dengan free float minimal 1,8 kali setengah batas ukuran segmen pasar Standard Index tidak akan dimasukkan ke Standard Index.

Saham tersebut juga akan dihapus dari Small Cap Index, tetapi tetap berada dalam market investable universe. MSCI akan mengevaluasi kembali kelayakannya untuk masuk ke Standard Index pada Index Review berikutnya.

“Namun, sekuritas tersebut tetap berada dalam market investable universe dan akan dievaluasi kembali untuk masuk ke Standard Index pada Index Review berikutnya,” tulis MSCI dalam pengumumannya.

Jadwal Implementasi dan Dampak Jangka Pendek

Aturan baru terkait EPI ini resmi mulai diterapkan pada review index Agustus 2026. Namun, investor perlu memahami bahwa dampaknya belum dapat langsung dirasakan oleh saham-saham Indonesia. Hal ini disebabkan karena MSCI masih membekukan proses rebalancing saham Indonesia pada periode tersebut.

Nafan Aji Gusta, Senior Technical Analyst dari Mirae Asset Sekuritas, menilai perubahan metodologi EPI sebagai perkembangan yang positif bagi pasar Indonesia. Meskipun demikian, ia memperkirakan bahwa dampaknya dalam jangka pendek masih akan terbatas.

Menurut Nafan, saham dengan FIF 0,75 atau lebih kini tidak lagi otomatis terhalang oleh filter EPI. Saham tersebut tetap memiliki peluang masuk ke MSCI Global Standard Index selama memenuhi persyaratan lain, termasuk kapitalisasi pasar, likuiditas dan investability.

Dengan kata lain, MSCI mulai memberikan perlakuan yang lebih proporsional terhadap saham dengan free float besar karena saham-saham tersebut dinilai lebih sulit mengalami kenaikan harga akibat distorsi kepemilikan.

Namun, Nafan menilai peluang penambahan saham Indonesia ke MSCI Global Standard Index masih belum besar dalam jangka pendek. Hambatan utama kini bukan lagi aturan EPI, melainkan perhatian MSCI terhadap struktur pasar Indonesia.

Hal tersebut mencakup isu konsentrasi kepemilikan saham, transparansi free float serta implementasi reformasi pasar modal.

Join the discussion