Skip to content
Nasional

Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN dan Memilih ke Luar Negeri, Apa Alasannya?

Elizabeth Anderson - wartanaya.com 3 mins read

Nanik S Deyang Mundur dari jabatan strategis sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) setelah memimpin lembaga tersebut selama lebih dari satu bulan

Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN dan Memilih ke Luar Negeri, Apa Alasannya?

Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN: Alasan Kesehatan dan Rencana Berobat ke Luar Negeri

Wartanaya.com – Nanik S Deyang Mundur dari jabatan strategis sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) setelah memimpin lembaga tersebut selama lebih dari satu bulan. Pengunduran diri ini resmi diumumkan pada hari Rabu, 22 Juli 2026, melalui akun media sosial resmi. Sebelumnya, Nanik ditunjuk menjadi kepala BGN pada tanggal 2 Juni 2026, menggantikan posisi Dadan Hindayana yang saat itu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi program Makan Bergizi Gratis.

Menurut informasi yang disampaikan melalui akun media sosialnya, Nanik memilih mundur karena alasan kesehatan. Ia berencana meninggalkan Indonesia pada hari Rabu, 22 Juli, untuk menjalani perawatan medis di luar negeri. Keputusan ini diambil setelah ia berkonsultasi dengan para ahli medis mengenai kondisi jantungnya yang memerlukan penanganan lebih intensif.

“Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak presiden untuk melakukan pengobatan di Luar Negeri untuk jantung saya,” kata Nanik dalam pernyataannya yang dikutip pada Rabu (22/7).

Nanik menjelaskan bahwa keputusan berobat ke luar negeri bertujuan untuk memastikan proses pengobatan berjalan optimal. Ia juga menyanggah persepsi masyarakat yang mengira ia pergi karena tidak mempercayai kemampuan dokter Indonesia. Justru, menurut Nanik, perawatan di luar negeri memberikan akses terhadap teknologi medis terkini yang dapat membantu pemulihan jantungnya dengan lebih baik.

“Saya sampaikan ke presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN,” tambah Nanik.

Peran Baru dalam Struktur BGN Setelah Mundur

Nanik mengungkapkan bahwa sebagai tindak lanjut dari pengunduran dirinya, presiden diperkirakan akan membentuk sebuah dewan pengawas. Dalam struktur organisasi yang baru tersebut, Nanik ditunjuk untuk menjabat sebagai ketua dewan pengawas. Posisi ini memungkinkan Nanik untuk tetap berkontribusi dalam pengawasan program-program gizi nasional tanpa harus menangani operasional harian BGN.

Sebagai salah satu pendukung setia Prabowo selama lebih dari 14 tahun, Nanik menyatakan komitmennya untuk terus berjuang bersama presiden. Ia menilai bahwa presiden sangat serius dalam memperbaiki kesejahteraan rakyat Indonesia. Nanik juga meyakini bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan intervensi penting untuk memastikan anak-anak tumbuh menjadi generasi emas sekaligus menjaga kesehatan mereka.

Program MBG yang sedang dijalankan oleh pemerintahan Prabowo saat ini menjadi sorotan publik. Situasi ini semakin diperparah setelah Kejaksaan Agung menetapkan sejumlah tersangka dalam proyek unggulan tersebut. Hingga saat ini, setidaknya tujuh orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi yang menimpa program MBG. Kasus-kasus ini mencakup berbagai level, mulai dari pejabat daerah hingga kontraktor yang terlibat dalam pengadaan makanan untuk program tersebut.

Badan Gizi Nasional (BGN) sendiri merupakan lembaga yang dibentuk untuk mengkoordinasikan berbagai program gizi di Indonesia. Sebagai kepala BGN, Nanik bertanggung jawab untuk memastikan bahwa program-program gizi nasional berjalan efektif dan mencapai target yang telah ditetapkan. Dengan pengalaman panjangnya dalam bidang sosial dan politik, Nanik diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan kebijakan gizi nasional.

Para pengamat politik menilai bahwa pengunduran diri Nanik S Deyang Mundur dari posisi kepala BGN tidak akan terlalu mengganggu jalannya program-program gizi nasional. Hal ini karena Nanik akan tetap terlibat melalui peran barunya sebagai ketua dewan pengawas. Selain itu, proses transisi kepemimpinan di BGN diperkirakan akan berjalan lancar mengingat adanya struktur dewan pengawas yang baru dibentuk.

Menjelang keberangkatannya ke luar negeri, Nanik telah menyelesaikan berbagai tugas administratif dan koordinasi dengan para stakeholder terkait. Ia juga telah menyiapkan dokumentasi lengkap mengenai progres program BGN selama masa jabatannya. Para pejabat BGN dan tim kerja telah siap untuk melanjutkan operasional lembaga tersebut tanpa gangguan berarti.

Keputusan Nanik untuk berobat ke luar negeri juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk keluarga dan rekan-rekan kerjanya. Banyak yang berharap bahwa perawatan di luar negeri akan membantu pemulihan kondisi jantungnya dengan lebih cepat dan efektif. Setelah selesai menjalani pengobatan, Nanik diperkirakan akan kembali ke Indonesia dan melanjutkan perannya sebagai ketua dewan pengawas BGN.

Join the discussion