Skip to content
Bursa

Meeting Results: Mengintip Akuisisi Anyar Hapsoro (RATU) Jajaki Ladang Migas Australia – Malaysia

Michael Moore - wartanaya.com 3 mins read

Meeting Results: Hapsoro (RATU) Jajaki Akuisisi Migas di Australia dan Malaysia Meeting Results - Hasil meeting terbaru mengungkapkan bahwa perusahaan Raharja

Meeting Results: Mengintip Akuisisi Anyar Hapsoro (RATU) Jajaki Ladang Migas Australia – Malaysia

Meeting Results: Hapsoro (RATU) Jajaki Akuisisi Migas di Australia dan Malaysia

Meeting Results – Hasil meeting terbaru mengungkapkan bahwa perusahaan Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), yang dikelola oleh pebisnis Happy Hapsoro, sedang menggagas langkah ekspansi baru ke sektor migas Australia-Malaysia. Pemilik RATU yang juga merupakan suami Ketua DPR RI Puan Maharani ini menunjukkan keinginan untuk memperluas dominasi bisnisnya melalui strategi akuisisi yang dianggap efektif dalam mempercepat pertumbuhan perusahaan. Dalam sesi diskusi, pihak RATU mempertimbangkan pembelian aset migas di beberapa wilayah strategis, termasuk Australia dan Malaysia, sebagai bagian dari rencana jangka panjang.

Ekspansi ke Wilayah Strategis

Perusahaan berencana untuk memperluas jaringan operasionalnya ke pasar migas Australia dan Malaysia, yang dikenal memiliki potensi cadangan minyak dan gas yang besar. Seorang Direktur Utama RATU, Sumantri, mengungkapkan bahwa selain kedua negara tersebut, perusahaan juga memperhatikan peluang investasi di kawasan Timur Tengah. Namun, ia menegaskan bahwa keputusan akuisisi masih dalam tahap awal, dengan analisis teknis dan komersial yang sedang dilakukan. “Belum tentu berujung akuisisi, semua tergantung pada hasil analisis teknis dan komersialnya,” ujar Sumantri kepada Katadata, dikutip Selasa (21/7).

Dalam konteks strategi tumbuh, Adrian Hartadi, CFO RATU, mengatakan bahwa akuisisi menjadi pilihan utama untuk meningkatkan pertumbuhan perusahaan tanpa bantuan eksternal. “Karena that’s the only way buat inorganic growth buat RATU-nya sendiri. Karena kami mau membawa growth ke equity investor juga,” ucap Adrian dalam siniar bersama Samuel Sekuritas bertajuk RATU di Peta Migas Nasional, dikutip pada Selasa (9/6). Dengan mendapatkan aset baru, RATU diharapkan dapat memperkuat kapasitas operasional dan meraih laba yang lebih signifikan.

Pertimbangan Pasar dan Harga Minyak Global

Adrian menambahkan bahwa keberhasilan transaksi akuisisi tergantung pada kondisi pasar yang stabil. Dalam beberapa bulan terakhir, harga minyak global yang tinggi menjadi hambatan utama dalam proses negosiasi. “Makanya saat ini kita sudah diskusi dengan seller, tapi masih menunggu momen itu mungkin ketika oil price itu turun. Jadi mereka lebih stabil,” katanya. Dengan menantikan penurunan harga minyak, RATU berharap bisa memperoleh penawaran yang lebih menarik untuk mempercepat proses akuisisi.

Pembahasan meeting juga menyoroti pentingnya keberlanjutan bisnis dalam menghadapi volatilitas pasar. Direktur Utama mengungkapkan bahwa pengambilan keputusan akuisisi tidak hanya berdasarkan nilai ekonomi, tetapi juga pertimbangan lingkungan dan sosial. Dengan memperoleh aset migas di Australia-Malaysia, RATU bisa memperluas operasionalnya ke daerah dengan akses yang lebih baik dan potensi cadangan yang besar. Hal ini berpotensi meningkatkan kinerja finansial dan memperkuat posisi perusahaan dalam industri energi.

Target Keuangan Tahun Depan

Dalam sesi meeting, RATU juga menetapkan target keuangan yang ambisius. Adrian menyebutkan bahwa perusahaan menargetkan laba bersih mencapai US$ 26,75 juta pada 2026, hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar US$ 15,2 juta. Pendapatan diperkirakan tetap sekitar US$ 51 juta, dengan kontribusi utama dari Madura Strait yang telah memberikan peningkatan signifikan dalam bisnis. Dengan pembelian aset baru, perusahaan berharap bisa mencapai target tersebut dan menggarisbawahi komitmen mereka terhadap pertumbuhan berkelanjutan.

Transaksi Akuisisi Terbaru

Sebelumnya, pada 22 Mei 2026, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) RATU menyetujui rencana pembelian 100% saham SMS Development Limited (SMSD) melalui anak usaha PT Raharja Energi Madura (PT REM). Dalam transaksi tersebut, PT REM, yang dikendalikan RATU, memperoleh 20% Participating Interest di Madura Strait PSC. SMS Development Limited, yang merupakan perusahaan investasi dengan saham dalam HCML, operator Madura Strait PSC, kini menjadi bagian dari portfolio RATU.

Pembelian ini dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat kontrol RATU dalam pengelolaan ladang migas. Dengan memperoleh SMSD, perusahaan bisa mengakses teknologi dan jaringan yang lebih luas, yang menjadi kunci sukses dalam ekspansi ke pasar internasional. Adrian menekankan bahwa transaksi ini hanya awal dari rencana akuisisi yang lebih besar, dengan potensi untuk mengejar aset migas lainnya di Australia-Malaysia.

Analisis Teknis dan Kepastian Proses Akuisisi

Dalam meeting terakhir, seluruh tim RATU menyoroti pentingnya analisis teknis dan komersial dalam menentukan keputusan akuisisi. Sumantri menjelaskan bahwa proses ini memerlukan evaluasi mendalam terhadap aset yang ditawarkan, termasuk potensi pengembalian investasi dan dampak jangka panjang terhadap operasional. “Kita juga mempertimbangkan faktor keberlanjutan dan kelayakan finansial dari setiap opsi akuisisi,” tambahnya. Dengan memperhatikan aspek-aspek ini, RATU berharap bisa memastikan transaksi yang berkualitas dan berdampak besar.

Join the discussion