Skip to content
Startup

Key Discussion: Diselidiki Pemerintah Malaysia, Begini Modus Eks CEO eFishery Manipulasi Data

Richard Wilson - wartanaya.com 3 mins read

Key Discussion: eFishery CEO Manipulasi Data Digosok Pemerintah Malaysia Key Discussion mengenai kasus korupsi di startup akuakultur Indonesia, eFishery

Key Discussion: Diselidiki Pemerintah Malaysia, Begini Modus Eks CEO eFishery Manipulasi Data

Key Discussion: eFishery CEO Manipulasi Data Digosok Pemerintah Malaysia

Key Discussion mengenai kasus korupsi di startup akuakultur Indonesia, eFishery, semakin memanas setelah Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC) mengumumkan investigasi terhadap kerugian investasi hingga RM200 juta atau sekitar Rp878,6 miliar yang dialami Dana Pensiun Malaysia (KWAP). Penyelidikan ini dilatarbelakangi oleh dugaan manipulasi laporan keuangan oleh mantan CEO eFishery, Gibran Huzaifah, yang diduga digunakan untuk menarik dana saat bisnis menghadapi kesulitan. Gibran telah mengakui bahwa tindakan tersebut dilakukan sebagai upaya mengatasi krisis keuangan, menurut pernyataannya kepada media.

MACC Membentuk Tim Khusus untuk Penyelidikan

Setelah pemerintah Malaysia menyatakan KWAP sebagai korban skema penipuan terorganisir, MACC langsung membentuk tim investigasi khusus. Tim ini bertugas memeriksa dugaan manipulasi data yang menyebabkan kerugian besar. Ketua Komisioner MACC, Datuk Seri Abd Halim Aman, menegaskan bahwa penyelidikan akan dilakukan secara adil dan transparan. “Kita tidak memihak siapa pun, dan semua fakta akan diungkap secara objektif,”

katanya dalam pernyataan pers yang dilansir The Edge Malaysia, Minggu (19/7).

Key Discussion: Langkah Pemerintah untuk Menjaga Kepercayaan

Sebagai bagian dari Key Discussion, pemerintah Malaysia juga memberikan peringatan kepada publik agar tidak berspekulasi terlalu dini. Pernyataan ini bertujuan menghindari penyebaran informasi yang bisa mengganggu proses penyelidikan. MACC juga meminta investor lainnya untuk tetap tenang, karena belum ada kesimpulan akhir mengenai modus manipulasi yang dilakukan manajemen eFishery.

Investasi yang Merugikan Dana Pensiun Malaysia

KWAP menanamkan dana sebesar RM200 juta dalam putaran pendanaan Seri D eFishery pada 2023. Dalam Key Discussion yang sama, pemerintah mengungkap bahwa investasi ini tidak hanya merugikan KWAP, tetapi juga melibatkan sejumlah investor global lainnya. Diantaranya adalah Temasek Holdings, SoftBank Group, 42XFund, dan Northstar. Seluruh dana tersebut dipercayakan untuk mengembangkan bisnis akuakultur, namun terbukti tidak mencapai target yang diharapkan.

Key Discussion: Evaluasi Sistem Pengawasan Investasi

Pemerintah Malaysia menegaskan bahwa semua proses evaluasi, termasuk audit internasional dan uji tuntas independen, telah dilakukan sebelum investasi KWAP. Meski demikian, manipulasi data dianggap berhasil mengelabui pihak-pihak terkait. Dalam Key Discussion, Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia, menyebut kasus ini sebagai bentuk penipuan yang direncanakan. Ia menambahkan bahwa bisnis eFishery harus mampu menunjukkan transparansi dalam laporan keuangan agar investor tidak terjebak.

Kasus di Indonesia dan Hukuman yang Diberikan

Kasus eFishery tidak hanya berdampak di Malaysia, tetapi juga di Indonesia. Gibran Huzaifah, pendiri dan mantan CEO, telah dihukum 9 tahun penjara dalam kasus penggelapan dan pencucian uang. Putusan tersebut ditetapkan oleh Pengadilan Tinggi Bandung, lalu diubah menjadi 6 tahun penjara. Selain hukuman utama, Gibran juga dikenai denda Rp2 miliar, yang bisa dibayarkan dengan menyita harta bendanya atau diganti dengan penjara tambahan.

Key Discussion: Perdebatan dan Pemulihan Dana

Di sisi lain, Gibran membela dirinya dalam Key Discussion dengan menyebutkan bahwa ia hanya memoles angka laporan keuangan untuk bertahan hidup. Ia menegaskan bahwa tidak ada penggelapan dana, tetapi hanya upaya memperbaiki gambaran keuangan perusahaan. Dalam wawancara dengan Bloomberg, Gibran menjelaskan bahwa tindakan tersebut diambil setelah berdiskusi dengan pendiri startup lain, agar bisnis tidak bangkrut.

Dengan Key Discussion yang terus berkembang, pemerintah Malaysia berharap penyelidikan bisa mengungkap seluruh fakta dan mencegah terulangnya kasus serupa di masa depan. Investor juga diingatkan untuk tetap waspada terhadap risiko manipulasi data di sektor startup, terutama yang beroperasi di pasar internasional.

Join the discussion