Skip to content
Bursa

Latest Update: Menilik Krisis IHSG 1998, 2008 hingga Covid-19, Berapa Lama Bursa RI Bisa Pulih?

Patricia Miller - wartanaya.com 3 mins read

Latest Update: Mengulas Krisis IHSG 1998, 2008, dan Pandemi, Berapa Lama Bursa RI Bisa Pulih?

Latest Update: Menilik Krisis IHSG 1998, 2008 hingga Covid-19, Berapa Lama Bursa RI Bisa Pulih?

Latest Update: Mengulas Krisis IHSG 1998, 2008, dan Pandemi, Berapa Lama Bursa RI Bisa Pulih?

Latest Update – Pasar modal Indonesia kembali menghadapi tantangan besar pada akhir tahun 2026, saat IHSG mencatatkan penurunan signifikan hingga 5.342,14. Level ini menunjukkan penurunan terparah dalam lima tahun terakhir, mengingat IHSG telah mencapai titik tertinggi sebelumnya pada 19 Januari 2026. Kondisi ini memicu analisis menyeluruh mengenai sejarah krisis pasar modal nasional, termasuk dampak dari krisis moneter 1998, krisis finansial global 2008, hingga pandemi Covid-19. Pertanyaan utama yang muncul adalah, berapa lama IHSG membutuhkan waktu untuk pulih kembali?

2026: Penurunan IHSG 34,75% dari ATH, Tantangan Baru dalam Lingkungan Ekonomi Global

Latest Update – Pada 8 Juni 2026, IHSG mencapai level terendah sejak tahun 2016, yaitu sekitar 5.342,14. Level ini menggambarkan penurunan hingga 34,75% dibandingkan nilai tertinggi (ATH) sebelumnya pada 19 Januari 2026, sebesar 9.134. Perbedaan signifikan terlihat antara kondisi 2016 dan 2026. Pada 2016, IHSG mengalami peningkatan kuat hingga mencapai 5.296, sedangkan pada 2026, penurunan terjadi dalam konteks perang dagang dan tekanan inflasi yang lebih kuat. Pasar modal RI kembali menjadi salah satu yang paling tertekan di Asia, dengan capaian akhir Juni 2026 mencapai 5.643.

Latest Update – Dalam konteks ini, kinerja pasar dilihat dari perspektif ekonomi global. Pada akhir 2026, nilai kapitalisasi pasar BEI turun menjadi Rp 10.647 triliun, dibandingkan Rp 14.816 triliun pada Januari 2026. Kehilangan sekitar 4.000 triliun mencerminkan tekanan yang berkelanjutan dari faktor makroekonomi. Analisis Kiwoom Sekuritas memperkirakan IHSG akan ditutup di kisaran 7.25 pada akhir 2026, namun hal ini masih memerlukan waktu untuk terwujud.

Krisis 1998: Penurunan 65,3% dan Pemulihan yang Berlangsung Lambat

Krisis moneter 1998 menjadi momen terberat dalam sejarah pasar modal Indonesia. IHSG terjun dari 740,8 pada 8 Juli 1997 menjadi 256,8 pada 21 September 1998, menurun hingga 65,3%. Krisis ini terjadi di tengah kejatuhan nilai tukar rupiah hingga Rp 15.000 per dolar AS, yang mengganggu stabilitas ekonomi nasional.

Krisis ini tidak hanya menyebabkan penurunan pasar modal, tetapi juga memperparah krisis ekonomi secara keseluruhan, memaksa pemerintah melakukan intervensi besar, termasuk mendapatkan bantuan dari Dana Moneter Internasional (IMF).

Pemulihan pasca-krisis 1998 memakan waktu relatif lama. Setelah mencapai level terendah, IHSG membutuhkan enam tahun untuk kembali menyentuh angka ATH sebelumnya, yaitu 752,93 pada 29 Januari 2004. Dengan melihat dari titik terendah bulanan pada September 1998 (276,14), pemulihan terjadi lebih cepat. IHSG berhasil kembali ke level 547,93 pada September 1999, yang menunjukkan pertumbuhan 101% dari level krisis. Namun, proses pemulihan ini tergantung pada kebijakan stabilisasi dan kepercayaan investor yang mulai membaik.

Krisis 2008: Penurunan Cepat dan Pemulihan dalam Waktu Kurang dari Setahun

Latest Update – Krisis finansial global 2008 memberikan dampak yang berbeda dibandingkan krisis 1998. IHSG mengalami penurunan dari 2.444 pada 29 Mei 2008 menjadi 1.256 pada 30 Oktober 2008, yaitu penurunan sebesar 50,5%. Namun, pemulihan terjadi lebih cepat. Pada Juni 2009, IHSG kembali menyentuh 2.026, menunjukkan kenaikan dalam waktu kurang dari setahun. Proses pemulihan ini dipengaruhi oleh stimulus fiskal pemerintah dan kebijakan moneter yang lebih longgar, serta kepercayaan pasar yang mulai pulih.

Latest Update – Pada akhir 2009, IHSG mencapai 2.534,35, yang naik 87% dari level akhir 2008. Perbedaan dengan krisis 1998 adalah bahwa krisis 2008 memakan waktu kurang dari setahun untuk pemulihan, sementara krisis 1998 membutuhkan enam tahun. Namun, krisis 2008 juga menunjukkan peran penting dari kerja sama internasional dan kebijakan keuangan yang tepat waktu.

Krisis Pandemi: Pemulihan yang Dipengaruhi oleh Ketidakpastian Global

Latest Update – Dampak pandemi Covid-19 pada 2020 mengguncang pasar modal Indonesia. IHSG melorot dari 6.299 pada 29 Desember 2019 menjadi 4.538 pada 30 Maret 2020, turun 28,2%. Ketidakpastian kesehatan dan kebijakan lockdown memengaruhi aktivitas ekonomi, termasuk sektor keuangan dan industri.

Pemulihan terjadi pada 25 Februari 2021, ketika IHSG kembali ke level 6.241, yang menunjukkan pertumbuhan 38% dibandingkan level krisis. Namun, kecepatan pemulihan ini sangat bergantung pada kebijakan stimulus dan kepercayaan pasar terhadap ekonomi nasional.

Latest Update – Jika dibandingkan dengan krisis sebelumnya, pemulihan dari pandemi memakan waktu sekitar 1,5 tahun. Pada akhir 2021, IHSG kembali menyentuh level 6.108, meski masih terdapat tekanan dari pandemi yang berlangsung lebih lama. Faktor eksternal seperti perang dagang AS-China dan ketidakstabilan pasar global juga berkontribusi terhadap lamanya pemulihan. Analisis menunjukkan bahwa pasca-pandemi, IHSG perlu waktu lebih lama untuk menyeimbangkan kembali kinerja ekonomi.

Kontras Antara Krisis: Faktor yang Mempengaruhi Durasi Pemulihan

Latest Update – Dengan membandingkan krisis 1998, 2008, dan pandemi 2020, terlihat bahwa durasi pemulihan IHSG bervariasi. Krisis 1998 membutuhkan enam tahun, sementara krisis 2008 hanya memakan waktu kurang dari setahun. Pandemi 2020 menunjukkan durasi pemulihan sekitar 1,5 tahun. Perbedaan ini disebabkan oleh faktor ekonomi, politik, dan sosial yang berbeda. Dalam era krisis global, ketahanan pasar tergantung pada kebijakan pemerintah, kestabilan mata u

Join the discussion