Key Strategy: Fitch Ratings Ungkap Prospek Emiten Salim–Toto Sugiri (DCII) di Tengah HSC 99,9%
pek Stabil untuk Emiten Salim–Toto Sugiri (DCII) Key Strategy menjadi strategi utama yang mendorong PT DCI Indonesia Tbk (DCII) tetap mendapatkan perhatian
Key Strategy: Fitch Ratings Tetapkan Prospek Stabil untuk Emiten Salim–Toto Sugiri (DCII)
Key Strategy menjadi strategi utama yang mendorong PT DCI Indonesia Tbk (DCII) tetap mendapatkan perhatian dari Fitch Ratings dalam evaluasi terbarunya. Meski perusahaan menghadapi konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi—dengan tingkat kepemilikan mencapai 99,96% berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI)—prospek bisnis DCII tetap dijaga stabil. Hal ini didukung oleh kinerja operasional yang konsisten dan strategi ekspansi yang terencana, menjadikan DCII sebagai emiten dengan potensi pertumbuhan yang signifikan.
Penilaian Fitch Ratings: Peringkat dan Pertumbuhan yang Kuat
Fitch Ratings Indonesia menetapkan peringkat nasional jangka panjang DCII di level AA-(idn) dengan prospek stabil. Meski ada risiko karena dominasi kepemilikan saham oleh DCI, penilaiannya tetap positif lantaran bisnis pusat data yang dikelola DCII dinilai memiliki daya tahan dan potensi pertumbuhan yang baik. Key Strategy dalam ekspansi infrastruktur pusat data dinilai cukup matang, dengan target meningkatkan kapasitas dari 128 megawatt (MW) pada 2025 menjadi lebih dari 850 MW pada 2027–2028.
“Prospek stabil DCII menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menjaga kualitas aset dan mempertahankan efisiensi operasional meski terdapat konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi,” jelas Fitch dalam laporan terbarunya, dikutip pada Jumat (17/7).
Dalam beberapa tahun ke depan, Key Strategy DCII akan fokus pada pengembangan kapasitas pusat data melalui kontrak jangka panjang dengan pelanggan hyperscale. Proyeksi ini mencakup 360 MW dari aset perusahaan sendiri dan hampir 500 MW dari kolaborasi dengan pemilik aset lain. Fitch menilai bahwa keandalan infrastruktur dan strategi ekspansi yang terarah akan mendorong peningkatan pendapatan, dari IDR1,5 triliun pada 2025 hingga IDR5–6 triliun pada 2027–2028.
Pertumbuhan Pendapatan dan Efisiensi Operasional
Fitch Ratings memperkirakan bahwa pertumbuhan pendapatan DCII akan terus berlanjut, terutama berkat peningkatan permintaan dari segmen pelanggan hyperscale yang menjadi tulang punggung bisnis. Key Strategy dalam memperkuat kemitraan dengan pelanggan global diharapkan mampu mendorong margin EBITDA yang diperkirakan meningkat dari 60% pada 2025 menjadi 45%–55% pada 2027–2028.
“Dengan pendapatan yang diperkirakan mencapai IDR5 triliun hingga IDR6 triliun, DCII menunjukkan kekuatan keuangan dan kinerja operasional yang dapat mengimbangi risiko akibat leverage yang sedikit meningkat,” tambah laporan Fitch.
Strategi ekspansi berbasis kontrak yang dijalankan DCII juga memperkuat daya tarik investasi. Dalam periode 2022–2023, pendapatan perusahaan tumbuh sekitar 20%–25%, sementara di 2024–2025 meningkat hingga 40%. Fitch memproyeksikan rasio utang bersih terhadap EBITDA akan tetap berada dalam kisaran 5,5–6 kali pada 2026, setelah kapasitas baru mulai beroperasi.
Konsentrasi Kepemilikan dan Daya Tahan Bisnis
Konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi—99,96%—tidak mengurangi keyakinan Fitch Ratings terhadap kestabilan bisnis DCII. Sebaliknya, strategi kepemilikan yang terpusat didukung oleh kekuatan finansial DCI, yang merupakan pemimpin utama dalam sektor pusat data di Indonesia. Key Strategy ini menciptakan struktur kontrol yang konsisten, memungkinkan DCII mengoptimalkan pengembangan fasilitas sesuai rencana jangka panjang.
“Meski kepemilikan saham terpusat, DCII tetap mampu menjaga pertumbuhan yang stabil karena memiliki catatan selesai membangun fasilitas pusat data tepat waktu tanpa pembengkakan biaya,” tambah Fitch dalam evaluasinya.
Pada jangka menengah, pelanggan hyperscale akan menyumbang hingga 90% dari pendapatan berulang DCII, yang mencerminkan strategi penargetan pasar yang tepat. Fitch mengatakan bahwa peningkatan permintaan dari segmen ini akan mempercepat penyelesaian proyek ekspansi, menjadikan Key Strategy sebagai faktor utama dalam memperkuat posisi DCII di pasar global.
Posisi Strategis dan Sertifikasi Internasional
DCII memiliki posisi strategis sebagai operator pusat data terbesar di Indonesia, dengan sertifikasi Tier IV Gold Operation Sustainability dari Uptime Institute sebagai bukti keandalan. Key Strategy dalam pengembangan infrastruktur berbasis sertifikasi internasional ini meningkatkan daya tarik bagi penyewa, karena mengurangi risiko gangguan layanan akibat pemadaman listrik domestik.
“Sertifikasi Tier IV memperkuat kepercayaan pelanggan terhadap kinerja DCII, terutama dalam mengelola fasilitas yang diperlukan oleh perusahaan hyperscale,” pungkas Fitch.
Dengan Key Strategy yang mencakup pengembangan kapasitas, efisiensi operasional, dan penguatan reputasi internasional, DCII berada dalam posisi yang memungkinkan pertumbuhan yang berkelanjutan. Fitch Ratings memperkirakan bahwa perusahaan akan terus menjadi pemain utama dalam industri pusat data, terutama dengan peningkatan permintaan digital di pasar global.
