Visit Agenda: Dukung Keberagaman, Temasek Foundation Apresiasi Pejuang Harmoni Asia Tenggara
Temasek Foundation Apresiasi Pejuang Harmoni Asia Tenggara dalam Visit Agenda Visit Agenda - Dalam acara Visit Agenda yang diadakan pada 15 Juli 2025, Temasek
Temasek Foundation Apresiasi Pejuang Harmoni Asia Tenggara dalam Visit Agenda
Visit Agenda – Dalam acara Visit Agenda yang diadakan pada 15 Juli 2025, Temasek Foundation mengumumkan penghargaan pertama mereka, yaitu Harmony in Diversity Award, kepada Uskup Agung Emeritus Cotabato, Filipina, Orlando Beltran Quevedo. Penghargaan ini memberikan pengakuan atas kontribusi Quevedo dalam memperkuat perdamaian, memfasilitasi dialog lintas agama, serta mendorong kohesi sosial di Asia Tenggara. Visit Agenda kali ini menjadi momen penting untuk menyoroti keberagaman sebagai fondasi harmoni yang berkelanjutan.
Harmoni sebagai Titik Penting dalam Perdamaian
Penghargaan Harmony in Diversity Award dikembangkan bersama 5P Global Movement sebagai sekretariat pendukung. Inisiatif ini bertujuan menghormati individu yang secara konsisten mendorong harmoni sosial di Asia Tenggara. Dalam Visit Agenda, Temasek Foundation menegaskan bahwa keberagaman bukan hanya tantangan, tetapi juga peluang untuk menciptakan keterhubungan yang lebih dalam antar komunitas. Quevedo menjadi penerima pertama karena dedikasinya dalam membangun dialog kehidupan sehari-hari yang menciptakan kepercayaan antarumat beragama.
“Dalam Visit Agenda ini, kami menyoroti bahwa harmoni sosial adalah kunci untuk mencapai perdamaian yang lebih luas di kawasan Asia Tenggara,” kata Halimah Yacob, pelindung penghargaan.
Kontribusi Quevedo dalam Perdamaian Lintas Agama
Uskup Agung Emeritus Quevedo, yang merupakan kardinal pertama dari Mindanao, dikenal sebagai tokoh yang memperjuangkan rekonsiliasi antar kelompok. Ia mencetuskan konsep “dialog of life,” yang menekankan pentingnya interaksi langsung antar warga berbeda latar belakang. Dalam Visit Agenda ini, upacara penganugerahan mengapresiasi usaha yang berkelanjutan dalam menghadapi konflik dan memperkuat jaringan harmoni.
Quevedo juga berperan aktif dalam mendirikan Bishops-Ulama Conference pada tahun 1996, sebuah forum yang menjadi platform penting bagi dialog lintas agama. Forum ini berkontribusi pada pengembangan regulasi seperti Bangsamoro Basic Law (BBL), yang membantu menyeimbangkan kepentingan berbagai komunitas di Mindanao. Dalam Visit Agenda, Temasek Foundation menyampaikan apresiasi atas peran Quevedo dalam menciptakan lingkungan yang inklusif.
“Quevedo adalah contoh nyata bahwa harmoni sosial membutuhkan partisipasi aktif dari semua elemen masyarakat,” ujarnya.
Peran 5P Global Movement dalam Harmoni Asia Tenggara
5P Global Movement, pendiri Harmony in Diversity Award, menekankan bahwa harmoni tidak bisa dicapai tanpa komitmen kolektif. Dalam Visit Agenda, mereka menyoroti pentingnya kolaborasi antar sektor, termasuk dunia usaha dan pemerintah, untuk memajukan keberagaman sebagai nilai dasar kawasan. M. Arsjad Rasjid P.M., pendiri 5P, menegaskan bahwa Visit Agenda kali ini menjadi awal dari gerakan yang lebih luas.
“Perdamaian, kemakmuran, dan keberagaman saling berkaitan, dan Visit Agenda bertujuan memperkuat hubungan ini,” tambah Arsjad. Ia juga menyoroti bahwa penghargaan ini memberikan momentum bagi lebih banyak inisiatif yang menekankan pentingnya kerja sama lintas budaya dan agama.
“Kami percaya bahwa Visit Agenda akan menjadi inspirasi bagi pihak-pihak lain untuk mengambil peran dalam membangun harmoni di Asia Tenggara,” ujarnya.
Proses Seleksi dan Makna Penghargaan
Pemilihan penerima Harmony in Diversity Award dilakukan oleh dewan juri yang melibatkan tokoh-tokoh ternama, seperti Tunku Tun Aminah, mantan Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi, Joy Belmonte, dan Ng Boon Heong. Dalam Visit Agenda, Temasek Foundation menjelaskan bahwa proses seleksi mempertimbangkan kontribusi yang berdampak jangka panjang dan konsistensi dalam memperjuangkan harmoni. Quevedo terpilih karena usaha yang terus-menerus selama puluhan tahun, terutama dalam meningkatkan dialog lintas agama dan memperkuat perdamaian di Mindanao.
Sebagai bagian dari Visit Agenda, acara ini juga menghadirkan peluang untuk membangun jaringan kemitraan yang lebih luas. Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi menyoroti bahwa penghargaan ini menjadi bukti komitmen internasional terhadap harmoni keberagaman di Asia Tenggara. Dengan Visit Agenda, Temasek Foundation berharap menginspirasi lebih banyak pelaku harmoni untuk terus berkontribusi.
Peluncuran Penghargaan dan Harapan untuk Masa Depan
Harmony in Diversity Award diluncurkan pada 1 Agustus 2025 sebagai langkah awal dari inisiatif regional Temasek Foundation. Acara peluncuran ini menjadi bagian dari Visit Agenda yang memperkuat komitmen untuk menciptakan kehidupan harmonis di Asia Tenggara. Dengan lebih dari 70 nominasi dari berbagai negara, penghargaan ini memperlihatkan minat luas terhadap pejuang harmoni.
Direktur Eksekutif Temasek Foundation, Ng Boon Heong, menegaskan bahwa Visit Agenda ini adalah awal dari upaya yang lebih besar. “Penghargaan ini menjadi titik awal untuk menginspirasi lebih banyak individu dan organisasi mengambil peran dalam menciptakan harmoni keberagaman,” ujarnya. Ia juga menyatakan bahwa Visit Agenda akan menjadi acuan bagi kegiatan serupa di masa depan.
“Kami yakin bahwa harmoni sosial adalah aset penting bagi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas politik Asia Tenggara,” kata Ng Boon Heong.
