Topics Covered: Jejak Karbon di Balik Maraton, Maybank Marathon Targetkan Netral pada 2030
Maraton Netral Karbon pada 2030 Topics Covered - Dalam upaya meningkatkan keberlanjutan lingkungan, Maybank Indonesia mulai memperhatikan jejak karbon yang
Langkah Maybank Indonesia Menuju Maraton Netral Karbon pada 2030
Topics Covered – Dalam upaya meningkatkan keberlanjutan lingkungan, Maybank Indonesia mulai memperhatikan jejak karbon yang dihasilkan oleh acara maraton yang diadakan. Perusahaan ini menargetkan untuk mencapai tingkat netral karbon pada tahun 2030, dengan memperkenalkan inisiatif lingkungan yang lebih komprehensif. Maraton tahunan Maybank ini bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga menjadi wadah untuk mempromosikan ekonomi sirkular dan tanggung jawab sosial perusahaan.
Kalkulasi Emisi untuk Maraton 2025 di Bali
Maybank Marathon 2025, yang digelar di Bali, mencatat jejak karbon sekitar 4.336 ton CO2e. Kalkulasi ini mencakup seluruh aspek kegiatan, mulai dari transportasi peserta, penginapan, hingga pengelolaan sampah. Angka tersebut menjadi dasar untuk menentukan batas emisi maksimal yang dapat diterima, sehingga pihak penyelenggara bisa mengambil langkah-langkah konkret untuk meminimalkan dampak lingkungan.
“Kita ingin mengejar keberlanjutan melalui jejak karbon, dengan memastikan maraton menjadi contoh keberhasilan dalam mencapai netral karbon pada 2030,” jelas Maria Trifanny Fransiska, kepala divisi keberlanjutan Maybank Indonesia, dalam forum diskusi.
Dari tahun 2012, Maybank Indonesia rutin mengadakan maraton, tetapi kini mulai mengukur jejak karbon sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Pihak penyelenggara menggandeng Jejakin untuk menghitung emisi secara detail. Langkah ini tidak hanya memberikan gambaran akurat tentang dampak lingkungan, tetapi juga memicu kegiatan mitra dalam menjaga kualitas lingkungan.
Pemangkasan Emisi Melalui Inisiatif Lingkungan
Kerangka kerja kalkulator emisi yang digunakan Maybank mengikuti protokol Carbon Neutral dari Climate Impact Partners, sama seperti London Marathon. Dengan metode ini, setiap pihak terlibat, termasuk penyelenggara, pelari, dan vendor, diukur emisinya. Angka tertinggi berasal dari peserta maraton, yang mencapai 1.500 orang dari 52 negara.
“Perjalanan dari rumah ke Bali, termasuk penerbangan dari bandara Soekarno-Hatta ke Denpasar, dihitung sebagai bagian dari jejak karbon. Emisi dari akomodasi, transportasi, dan sampah juga termasuk,” kata ESG Lead Jejakin, Dwiputra Ahmad Ramdani.
Penggunaan jejak karbon sebagai parameter utama membantu Maybank Indonesia merancang strategi pengurangan emisi yang lebih efektif. Dengan memahami sumber utama emisi, perusahaan ini bisa menetapkan prioritas dalam inisiatif lingkungan. Misalnya, menjalin kerja sama dengan hotel hijau dan transportasi berbahan bakar listrik untuk mengurangi kontribusi dari sektor transportasi.
Strategi Pengurangan Emisi untuk Tahun Berikutnya
Dalam upaya mengurangi jejak karbon, Maybank menyusun beberapa inisiatif. Salah satunya adalah layanan shuttle yang menghubungkan lokasi acara dengan pusat kota. Selain itu, pengelolaan sampah dilakukan dengan metode daur ulang, termasuk penggunaan larva black soldier fly untuk memilah bahan organik.
“Marshall yang membimbing pelari juga akan menggunakan kendaraan berbahan bakar listrik,” tambah Maria Trifanny Fransiska.
Para peserta maraton juga diimbau untuk memilih opsi ramah lingkungan, seperti transportasi umum atau penginapan berkelanjutan. Meski demikian, Maria menyatakan bahwa pihaknya masih memerlukan offset karbon sebagai langkah akhir, seperti penanaman mangrove di pesisir Bali. Jejak karbon ini menjadi indikator penting dalam mengevaluasi keberhasilan keberlanjutan perusahaan.
Komitmen terhadap ekonomi sirkular dan keberlanjutan bukan hanya tentang pengurangan emisi, tetapi juga tentang pengelolaan sumber daya secara lebih efisien. Dengan menggabungkan teknologi dan inisiatif lingkungan, Maybank Indonesia menunjukkan peran aktif dalam menciptakan jejak karbon yang lebih kecil. Langkah ini menjadi contoh nyata bagaimana perusahaan bisa mengintegrasikan konsep keberlanjutan dalam setiap aktivitasnya.
Dalam menjalankan kebijakan lingkungan, Maybank Indonesia terus memperluas kerja sama dengan berbagai pihak. Jejak karbon menjadi bahan acuan untuk menetapkan target pengurangan emisi yang lebih spesifik. Dengan pendekatan ini, perusahaan berharap mampu mencapai tingkat netral karbon pada 2030 dan menjadi pioneer dalam ekonomi sirkular di industri olahraga. Penanaman mangrove, penggunaan energi terbarukan, dan pendidikan masyarakat tentang keberlanjutan menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi ini.
