Announced: Bedah Kekayaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Aset di Sentul Tak Masuk LHKPN
Announced: Bedah Kekayaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Aset di Sentul Tak Masuk LHKPN Announced by the police, Febrie Adriansyah, mantan Jaksa Agung Muda
Announced: Bedah Kekayaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Aset di Sentul Tak Masuk LHKPN
Announced by the police, Febrie Adriansyah, mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dan pencucian uang (TPPU). Penetapan ini terjadi setelah penyidik melakukan gelar perkara dan mengumpulkan bukti dari saksi serta ahli. Febrie kini menjadi sorotan karena aset yang terletak di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, tidak tercantum dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diajukan pada 7 Maret 2026.
Status Hukum dan Transparansi Aset
Announced dalam media resmi, kasus yang menjerat Febrie terkait dengan kekayaan yang dinyatakan dalam LHKPN tahun 2025. Dalam laporan tersebut, total kekayaan Febrie mencapai Rp18,26 miliar, dengan sebagian besar dari tanah dan bangunan senilai Rp14,85 miliar. Namun, aset di Sentul, yang sempat digeledah penyidik, tidak terdaftar dalam dokumen ini. Hal ini memicu pertanyaan tentang akurasi pengungkapan harta oleh penyelenggara negara.
Kenaikan nilai harta Febrie dari LHKPN 2022 hingga 2025 menjadi perhatian. Dalam laporan 2022, total asetnya sebesar Rp6,36 miliar, namun kini meningkat hingga Rp18,26 miliar, naik 187%. Perubahan utamanya berasal dari kenaikan nilai tanah dan bangunan, dari Rp4,02 miliar menjadi Rp14,85 miliar, serta tambahan satu unit mobil. Meski demikian, beberapa aset seperti rumah di Sentul tetap tidak tercantum dalam laporan yang Announced di bulan Maret 2026.
Penggeledahan dan Penjelasan Febrie
Announced oleh tim gabungan Kortastipidkor Polri dan Polda Metro Jaya, penggeledahan rumah di Sentul dilakukan pada 9 Juli 2026. Penyidik menyita uang tunai dan mata uang asing senilai Rp476 miliar, emas batangan 74 kg, serta dokumen dan barang lainnya yang diduga terkait dengan kasus. Febrie mengakui kepemilikan rumah tersebut, meski tidak tercantum dalam LHKPN-nya.
Dalam konferensi pers, Febrie menjelaskan bahwa aset yang disita memiliki dasar kepemilikan yang jelas. Ia menyatakan bahwa uang tunai, dolar, dan emas yang diamankan berasal dari kegiatan yang dapat dijelaskan dalam proses hukum. “Semua aset yang disita, kami yakin dapat dipertanggungjawabkan dengan benar,” ujarnya. Namun, penjelasan lebih rinci akan diberikan melalui forum hukum yang sesuai.
Announced dalam penyidikan, keberadaan aset di Sentul menjadi salah satu fokus utama. Rumah yang digeledah berada di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, dengan nilai properti yang signifikan. Meski Febrie menyatakan kepemilikan rumah tersebut, penyidik masih memerlukan bukti tambahan untuk memastikan keterlibatan langsungnya dalam kasus korupsi yang sedang ditelusuri.
Koreksi dan Klarifikasi
Setelah penyidikan berlangsung, Febrie memberikan klarifikasi tentang keterlibatan aset di Sentul. Ia menyatakan bahwa rumah tersebut telah dimiliki sejak lama dan memiliki sertifikat hak milik yang valid. “Ada orang-orang yang melakukan kegiatan. Itu bisa ditanya, nanti diperiksa,” tambahnya dalam wawancara dengan media, menegaskan bahwa penjelasan lebih lanjut akan diberikan dalam proses acara hukum yang berjalan secara transparan.
Announced dalam laporan investigasi, selain aset di Sentul, penyidik juga menemukan dokumen dan bukti lainnya yang terkait dengan dugaan kekayaan ilegal. Hal ini menunjukkan bahwa penyelidikan masih berlangsung, dan hasilnya akan diperiksa secara rinci. Febrie mengakui bahwa pengungkapan aset dalam LHKPN membutuhkan revisi jika ditemukan kesalahan.
Koreksi terhadap LHKPN 2025 menjadi langkah penting dalam upaya menyelesaikan pertanyaan tentang transparansi pengungkapan harta. Selain itu, jajaran Kejaksaan Agung juga mengevaluasi apakah ada indikasi penyelewengan dalam pengelolaan aset yang disita. Dengan penambahan data dan bukti baru, proses hukum terhadap Febrie akan lebih lengkap dan akurat, Announced oleh penyidik.
