Skip to content
Bursa

Facing Challenges: Respons RANS soal Isu Dugaan Pencucian Uang yang Sempat Bayangi IPO

Michael Moore - wartanaya.com 3 mins read

Facing Challenges: ing Challenges – PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) terus berupaya mengatasi isu dugaan pencucian uang yang sempat mengganggu

Facing Challenges: Respons RANS soal Isu Dugaan Pencucian Uang yang Sempat Bayangi IPO

RANS Hadapi Tantangan dengan IPO yang Dinanti

Facing Challenges – PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) terus berupaya mengatasi isu dugaan pencucian uang yang sempat mengganggu proses penawaran saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Isu ini muncul sejak awal tahun 2024 dan kembali memperhatikan publik menjelang IPO diluncurkan. Meski ada kekhawatiran, RANS tetap menegaskan komitmen untuk menjawab seluruh pertanyaan terkait keandalan bisnisnya.

Proses IPO Dilakukan Sesuai Aturan

Komisaris Utama RANS, Darwin Cyril Noerhadi, menegaskan bahwa IPO telah dijalankan secara transparan sesuai regulasi yang berlaku. Menurutnya, isu pencucian uang lebih merupakan rumor yang beredar di masyarakat, bukan fakta yang terbukti. “Kita sudah memastikan seluruh proses IPO mengikuti aturan OJK dan BEI. Kalau mungkin ada masalah pencucian uang, itu lebih ke rumor daripada fakta,” jelas Darwin dalam konferensi pers di Main Hall BEI, Jakarta, Jumat (10/7).

Darwin menambahkan bahwa kenaikan valuasi RANS terjadi karena pertumbuhan kinerja perusahaan dan kontribusi investasi dari Grup Emtek, yaitu PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), pada 2021. Di masa itu, EMTK menanamkan dana sebesar Rp 248 miliar, yang menjadi salah satu pendorong valuasi RANS hingga mencapai lebih dari Rp 2 triliun saat IPO. “IPO ini jadi bukti bahwa isu negatif tidak memiliki dasar,” tegasnya.

Beberapa Anak Usaha Belum Beroperasi

Dalam dokumen perspektus IPO, tercatat tujuh usaha anak RANS yang belum beroperasi hingga kini. Anak usaha tersebut mencakup sektor seperti restoran, penyelenggara acara, klub olahraga digital, taman rekreasi, dan jasa lainnya. Keberadaan anak usaha ini menjadi salah satu aspek yang dinilai oleh investor sebelum IPO diluncurkan.

Dari daftar tersebut, beberapa nama mencolok seperti PT Rans Keluarga Bersama, PT Rans Olahraga Digital, dan PT Rans Karnaval Internasional. Mayoritas perusahaan tersebut didirikan pada 2021–2022, sehingga masih dalam tahap persiapan. Darwin menyebutkan bahwa keberadaan anak usaha ini menjadi bagian dari strategi ekspansi RANS, meski dilihat sebagai tantangan dalam proses IPO.

Kinerja Keuangan Menurun di Tahun 2025

Sebelum IPO, kinerja keuangan RANS mengalami penurunan signifikan di tahun 2025. Pendapatan perseroan turun 13,91% secara tahunan menjadi Rp 353,37 miliar, dibandingkan Rp 410,49 miliar pada 2024. Penurunan ini dipicu oleh pelemahan pendapatan dari sektor brand ambassador dan manajemen talent, yang anjlok 51,55% ke Rp 51,92 miliar.

Selain itu, pendapatan dari penjualan produk berbasis intellectual property (IP) juga menurun 12,69% menjadi Rp 107 miliar. Penurunan ini terjadi setelah RANS melepas anak usaha PT Rans Prestisius Klub Sepakbola pada 2024. Darwin mengakui bahwa tantangan keuangan ini menjadi salah satu faktor yang harus diatasi sebelum IPO dilakukan.

IPO RANS Berhasil Mencatatkan Saham di BEI

RANS resmi melakukan IPO di BEI pada Jumat (10/7). Proses ini menjadi langkah penting dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi. Perusahaan hiburan ini menjadi salah satu emiten terbaru yang masuk ke pasar modal tahun ini. Dalam hari perdana listing, saham RANS melesat 34,12% ke Rp 228 per unit, di atas harga penawaran.

Volume transaksi mencapai 7.683 lot dengan nilai total Rp 175,17 juta, dan frekuensi perdagangan tercatat 1.580 kali. Dalam IPO ini, perseroan menawarkan maksimal 2,52 miliar saham baru atau setara 20,02% dari modal yang ditempatkan. Harga saham dipatok antara Rp 135–170 per unit, dengan pilihan harga tertinggi Rp 170. Dengan harga ini, RANS berhasil mengumpulkan dana segar hingga Rp 429,25 miliar.

Dengan hasil IPO yang positif, RANS kini berharap dapat mengatasi isu-isu yang muncul sebelumnya. Darwin menyatakan bahwa IPO menjadi bukti nyata bahwa perusahaan telah memenuhi standar keuangan dan transparansi. “Ini jawaban terbaik untuk semua pertanyaan mengenai keandalan RANS,” ujarnya.

Join the discussion