Skip to content
Nasional

Fakta Penggeledahan Polisi: Sita Aset Lebih dari Rp500 M hingga Respons Kejagung

Michael Moore - wartanaya.com 2 mins read

Penggeledahan 12 Lokasi oleh Polri: Aset Sita Rp500 Miliar dan Tanggapan Kejagung Fakta Penggeledahan Polisi - Pada Rabu hingga Kamis (9/7) dini hari, tim

Fakta Penggeledahan Polisi: Sita Aset Lebih dari Rp500 M hingga Respons Kejagung

Penggeledahan 12 Lokasi oleh Polri: Aset Sita Rp500 Miliar dan Tanggapan Kejagung

Fakta Penggeledahan Polisi – Pada Rabu hingga Kamis (9/7) dini hari, tim penyidik gabungan dari Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri serta Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan di 12 lokasi berbeda. Lokasi penyidikan meliputi kawasan Cipete, Jakarta Selatan, hingga Sentul, Bogor. Kegiatan ini terkait dengan tiga kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan pegawai lembaga penegak hukum.

Dari operasi penyitaan, kepolisian berhasil mengumpulkan berbagai macam mata uang asing dan emas seberat 74 kilogram. Total nilai aset yang disita mencapai lebih dari Rp500 miliar. Rincian penemuan termasuk uang tunai Rp100 juta, serta mata uang USD dan SGD yang dikemas dalam koper. ” Kami menemukan brankas terkunci yang setelah dibuka berisi tujuh koper, yakni 74 kilogram emas batangan, US$ 4.767.300, $Sin 14.083.800, serta uang tunai Rp 100 juta,” tutur Irjen Totok Suharyanto.

Empat Perkara yang Didalami

Kepala Kortastipidkor Polri Totok Suharyanto menjelaskan penyidikan ini berawal dari dua laporan yang masuk. Pertama, berkaitan dengan dugaan korupsi dalam proses penanganan hukum terhadap PT Asabri dan PT Jiwasraya periode 2020–2025. Kedua, mengenai tindak pidana pencucian uang dalam penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI selama rentang waktu yang sama.

Penggeledahan mencakup kantor dan rumah tinggal di berbagai wilayah, termasuk kawasan Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Kabupaten Bogor. Di Cipete, penyidik menyita uang tunai Rp67,2 miliar dari Kafe de’Clan Signature dan Koin Money Changer. Dalam lokasi Sentul, nilai aset mencapai Rp476 miliar.

TNI Beri Pengamanan di Wilayah Jaksel

Sejumlah aparat TNI melakukan pengawasan di rumah Jampidsus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah di Kramat Pela, Jakarta Selatan, saat penyidikan berlangsung. Kapuspen TNI Brigjen Muhammad Nas mengonfirmasi bahwa pengamanan tersebut dilakukan atas permintaan Kejaksaan Agung. “Terkait pengamanan Jampidsus, benar bahwa pengamanan tersebut dilakukan atas permintaan institusi kejaksaan dan telah dikoordinasikan sesuai mekanisme,” ujar Nas.

Kabar penyitaan di Sentul juga diunggah ke media sosial, menunjukkan foto seseorang yang diduga keluarga Febrie Adriansyah. Totok meminta media menunggu klarifikasi resmi sebelum memberi penjelasan lebih lanjut. “Tunggu dulu,” tambahnya.

Join the discussion