Skip to content
Bursa

Main Agenda: BEI Bingung MSCI Persoalkan Ketersediaan Informasi Berbahasa Inggris di Bursa

Lisa Davis - wartanaya.com 4 mins read

Manajemen Transparansi Pasar Modal: BEI Berharap Dukungan MSCI dalam Main Agenda Main Agenda - Menjelang evaluasi tahunan MSCI 2026, Bursa Efek Indonesia

Main Agenda: BEI Bingung MSCI Persoalkan Ketersediaan Informasi Berbahasa Inggris di Bursa

Manajemen Transparansi Pasar Modal: BEI Berharap Dukungan MSCI dalam Main Agenda

Main Agenda – Menjelang evaluasi tahunan MSCI 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang fokus pada peningkatan kualitas informasi yang tersedia dalam Bahasa Inggris, sebagai bagian dari Main Agenda reformasi pasar modal nasional. MSCI, lembaga penyusun indeks global, mengkritik kekurangan dalam ketersediaan data berbahasa Inggris yang diperlukan oleh investor internasional. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan pasar saham Indonesia dalam menunjang transparansi yang lebih baik, yang menjadi prioritas utama dalam Main Agenda BEI.

Persoalan Ketersediaan Data dan Respons BEI

Jeffrey Hendrik, Direktur Utama BEI, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengadakan pertemuan intensif dengan MSCI untuk memahami detail kritik yang disampaikan. Ia menjelaskan bahwa beberapa isu yang menjadi fokus MSCI, seperti ketersediaan data dalam Bahasa Inggris, telah menjadi bagian dari pembahasan rutin dalam Main Agenda BEI. Menurut Jeffrey, masukan dari MSCI ini berpotensi memperkuat upaya pihaknya dalam menegakkan standar transparansi dan manajemen pasar.

“Kami memahami bahwa transparansi dalam Bahasa Inggris sangat penting bagi investor internasional, terutama dalam konteks Main Agenda memperbaiki sistem pasar modal Indonesia,” ujarnya saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (19/6).

Jeffrey menekankan bahwa kebijakan dua bahasa—Indonesia dan Inggris—yang diterapkan dalam laporan keuangan, sejalan dengan tujuan Main Agenda untuk meningkatkan akses informasi bagi pemain global. Namun, ia mengakui masih ada ruang untuk peningkatan, terutama dalam konsistensi dan kecepatan pengunggahan data berbahasa Inggris.

Evaluasi MSCI dan Kriteria Transparansi

MSCI menurunkan skor information flow Indonesia dari tanda “+” ke “-” dalam evaluasi tahunan 2026, dengan alasan utama terkait ketersediaan data dalam Bahasa Inggris. Lembaga tersebut khawatir bahwa transparansi kepemilikan saham dan praktik perdagangan terkoordinasi masih kurang optimal, sehingga memengaruhi mekanisme penentuan harga di bursa. Ini menjadi bagian dari Main Agenda yang menyoroti pentingnya pengakuan internasional terhadap kinerja pasar modal Indonesia.

“Kritik ini tidak menghilangkan keberhasilan pasar Indonesia, tetapi menunjukkan bahwa Main Agenda reformasi harus terus dijalankan guna memenuhi standar global,” tulis MSCI dalam laporan evaluasinya, Jumat (19/6).

Dalam evaluasi tersebut, MSCI juga menyoroti pengaruh kurangnya transparansi data berbahasa Inggris terhadap kepercayaan investor. Investor asing, misalnya, mengalami kesulitan dalam memahami laporan keuangan emiten, yang bisa memperlambat keputusan investasi. Hal ini menunjukkan bahwa Main Agenda transparansi dan akses informasi merupakan poin kritis dalam upaya menaikkan skor pasar Indonesia di mata lembaga internasional.

Perbandingan dengan Pasar Lain dan Fokus pada Main Agenda

Kondisi serupa juga terjadi di beberapa pasar negara lain, termasuk Turki, yang sempat menjadi sorotan MSCI karena praktik perdagangan terkoordinasi yang mengurangi free float. Menurut laporan MSCI, ini menunjukkan bahwa Main Agenda transparansi harus diadopsi secara konsisten di seluruh pasar modal global. KEkhawatiran terhadap kelemahan di sektor kecil emiten di Indonesia, seperti di Turki, menimbulkan pertanyaan tentang keseimbangan antara transparansi dan likuiditas pasar.

“Main Agenda kami mencakup peningkatan transparansi, termasuk penguatan infrastruktur dan regulasi, untuk memastikan pasar bisa menilai secara objektif,” tambah Jeffrey.

Jeffrey menegaskan bahwa BEI sedang mempersiapkan langkah-langkah strategis dalam Main Agenda ini, termasuk penguatan pengawasan atas emiten, serta integrasi teknologi untuk mempercepat pengunggahan data berbahasa Inggris. Selain itu, peningkatan ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan investor dalam sistem pasar modal Indonesia, yang saat ini masih dalam kategori emerging market.

Pengembangan Infrastruktur dan Regulasi dalam Main Agenda

Dalam Main Agenda reformasi yang sedang dijalankan, BEI fokus pada tiga aspek utama: peningkatan infrastruktur perdagangan, perbaikan regulasi, dan peningkatan pengawasan. Langkah ini diambil untuk menanggapi kritik MSCI terkait kekurangan dalam ketersediaan informasi berbahasa Inggris. Jeffrey Hendrik mengungkapkan bahwa BEI sedang mengadakan pelatihan bagi emiten dan penyedia data, agar mereka mampu menghasilkan laporan yang lebih baik sesuai standar internasional.

“Main Agenda ini dirancang agar pasar modal Indonesia bisa berkompetisi secara global, terutama dalam hal transparansi dan keakuratan informasi,” jelas Jeffrey.

Menurut Jeffrey, perbaikan infrastruktur teknis dan regulasi keuangan akan menjadi pilar utama dalam mencapai tujuan Main Agenda. Ia menyatakan bahwa peningkatan ini tidak hanya untuk menjawab kritik MSCI, tetapi juga untuk membangun sistem pasar yang lebih sehat dan menarik bagi investor domestik maupun internasional. KEmpat langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kredibilitas pasar Indonesia dalam jangka panjang.

Hasil Evaluasi dan Kesiapan Menghadapi Perubahan

Evaluasi tahunan MSCI 2026 yang menentukan status emerging market Indonesia akan diumumkan pada 23 Juni 2026. BEI memastikan bahwa semua upaya dalam Main Agenda akan terus dilakukan untuk memenuhi kriteria transparansi yang lebih tinggi. Ia menegaskan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan MSCI, tetapi pihaknya siap menerima masukan dan melakukan perbaikan sesuai kebutuhan.

“Main Agenda kami telah memasukkan beberapa penyesuaian berdasarkan evaluasi MSCI, termasuk penguatan pengawasan terhadap praktik perdagangan terkoordinasi,” tambah Jeffrey.

Jeffrey juga menyebutkan bahwa transparansi data berbahasa Inggris akan menjadi tolok ukur utama dalam mengevaluasi keberhasilan Main Agenda. Dengan perbaikan ini, BEI berharap bisa meningkatkan nilai pasar modal Indonesia di mata investor global, serta menjaga posisi sebagai emerging market. KElangkah yang diambil saat ini dianggap sebagai bagian dari proses penyesuaian yang dinamis, sesuai dengan tantangan pasar yang terus berkembang.

Langkah Strategis untuk Mendukung Main Agenda

Beberapa langkah strategis telah ditempuh BEI untuk mendukung Main Agenda dalam meningkatkan kualitas informasi. Dalam hal ini, pihaknya bekerja sama dengan pihak eksternal, termasuk MSCI, untuk memastikan bahwa proses transparansi dijalankan secara efektif. Selain itu, BEI juga menargetkan peningkatan volume data yang tersedia dalam Bahasa Inggris, baik melalui digitalisasi laporan keuangan maupun pelatihan pegawai bursa.

“Main Agenda ini bukan sekadar rencana jangka pendek, tetapi bagian dari visi jangka panjang pasar modal Indonesia menjadi lebih kompetitif,” kata Jeffrey.

Jeffrey menggarisbawahi bahwa peningkatan transparansi tidak hanya berkaitan dengan Bahasa Inggris, tetapi juga dengan pengunggahan data secara berkala dan akurat. Ia menegaskan bahwa Main

Join the discussion