Meeting Results: Manuver DEWA Kantongi Kontrak Rp 22 Triliun Garap Proyek Batu Bara di Pulau Laut
u Bara di Pulau Laut Meeting Results - Dalam Meeting Results terbaru, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencatatkan pencapaian signifikan dengan meraih kontrak
Manuver DEWA: Kontrak Rp22 Triliun untuk Proyek Batu Bara di Pulau Laut
Meeting Results – Dalam Meeting Results terbaru, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencatatkan pencapaian signifikan dengan meraih kontrak bernilai US$1,3 miliar atau sekitar Rp22 triliun. Kontrak ini diperoleh untuk mengelola proyek pertambangan batu bara di Pulau Laut, Kalimantan Selatan, yang menjadi salah satu langkah strategis dalam mengembangkan bisnis jasa operasional pertambangan Grup Bakrie. Meeting Results menunjukkan bahwa DEWA telah menyelesaikan proses negosiasi yang kompleks, serta mendapatkan dukungan dari pihak terkait untuk memulai pengembangan proyek ini.
Pengumuman dan Strategi Pemasaran Kontrak
Proyek batu bara di Pulau Laut diumumkan melalui anak perusahaan DEWA, PT DH Kontraktama Batubara (DHKB), yang menguasai 99,9% saham. Dalam Meeting Results yang diumumkan pada Rabu (1/7), Direktur DEWA, Mukson Arif Rosyidi, menjelaskan bahwa kesepakatan ini dilakukan dengan PT Sebuku Sejaka Coal (SSC) pada 29 Juni 2026. Proyek ini menandai perluasan kehadiran DEWA dalam sektor pertambangan, seiring permintaan energi batu bara yang terus meningkat di Indonesia.
“Jangka waktu pelaksanaan proyek adalah selama 5 (lima) tahun atau hingga berakhirnya izin konsesi,” ujar Arif dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), yang dikutip pada Rabu (1/7).
Detil Proyek dan Pemenuhan Kebutuhan Operasional
Proyek batu bara di Pulau Laut ini diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi regional. DHKB akan bertugas sebagai kontraktor utama, mengelola seluruh proses operasional, termasuk perencanaan, pembukaan lahan, pengupasan lapisan penutup, pemindahan tanah, dan layanan pendukung lainnya. Target produksi diperkirakan mencapai 5 juta ton batu bara per tahun, serta volume pengupasan sebesar 55 juta meter kubik per tahun. Meeting Results menyebutkan bahwa proyek ini diharapkan memperkuat posisi DEWA sebagai salah satu pemain utama dalam industri pertambangan nasional.
“Pembagian dividen ini menjadi yang pertama kali dalam sejarah perseroan, mencerminkan fundamental yang semakin kuat sekaligus keyakinan terhadap prospek usaha ke depan,” tutur Direktur DEWA Ricardo Silaen dalam keterangan resmi, dikutip pada Rabu (1/7).
Peluang Bisnis dan Dampak Keuangan
Kontrak sebesar Rp22 triliun ini bukan hanya berdampak pada operasional, tetapi juga memberi peluang besar untuk meningkatkan kinerja keuangan DEWA. Meeting Results menyebutkan bahwa proyek ini akan berkontribusi pada pendapatan tahun depan, sekaligus memberi stabilitas pendapatan jangka panjang. Selain itu, keberhasilan proyek ini diharapkan meningkatkan nilai saham DEWA di pasar, terutama setelah pihaknya membagikan dividen pertama sejak terdaftar di BEI. Dividen tersebut mencapai Rp58,6 miliar atau Rp1,5 per saham, berasal dari 11,4% laba inti Tahun Buku 2025 sebesar Rp514,5 miliar.
Konteks Industri dan Perkembangan DEWA
Dalam Meeting Results, DEWA menekankan pentingnya proyek ini dalam konteks industri batu bara yang semakin dinamis. Kalimantan Selatan dikenal sebagai daerah kaya sumber daya alam, termasuk cadangan batu bara yang cukup besar. Proyek di Pulau Laut dianggap sebagai salah satu upaya untuk memanfaatkan potensi tersebut secara optimal. Meeting Results juga menyebutkan bahwa DEWA terus mengembangkan jaringan kemitraan dengan perusahaan lokal dan internasional, sehingga mampu bersaing dalam pasar pertambangan yang kompetitif.
Kinerja Keuangan Tahun Lalu dan Prospek
DEWA mencatatkan laba bersih Rp4,3 triliun pada tahun lalu, yang terutama dipengaruhi oleh goodwill negatif dari konsolidasi Gayo Mineral Resources serta kerugian penjualan aset dan persediaan non produktif. Namun, Meeting Results menunjukkan bahwa keberhasilan proyek Pulau Laut akan menjadi penggerak utama untuk menstabilkan dan meningkatkan kinerja keuangan perusahaan di masa mendatang. Perseroan juga mengantisipasi peningkatan pendapatan dari kontrak jangka panjang ini, yang diharapkan berdampak positif pada profitabilitas tahun depan.
Persiapan dan Tantangan Proyek
Meskipun kontrak sudah ditandatangani, DEWA masih membutuhkan persiapan matang untuk memulai proyek ini. Meeting Results menyebutkan bahwa perusahaan sedang fokus pada penguasaan teknologi pengelolaan tambang modern, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan dan sosial. Proyek ini juga diperkirakan akan menciptakan peluang kerja dan keuntungan bagi masyarakat setempat. Direktur DEWA optimis bahwa proyek ini akan berjalan lancar, selaras dengan rencana pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
