Meeting Results: Adopsi AI di Perbankan Tembus 57%, Dipakai untuk Layanan hingga Analisis Kredit
Adopsi AI di Perbankan Tembus 57%: Hasil Rapat Tampilkan Transformasi Digital Pertumbuhan Teknologi AI di Sektor Perbankan Meeting Results - Hasil rapat
Adopsi AI di Perbankan Tembus 57%: Hasil Rapat Tampilkan Transformasi Digital
Pertumbuhan Teknologi AI di Sektor Perbankan
Meeting Results – Hasil rapat terkini menunjukkan bahwa adopsi artificial intelligence (AI) dalam industri perbankan Indonesia terus mengalami peningkatan signifikan. Data yang diperoleh dari PERBANAS dan IBM menunjukkan persentase penggunaan AI mencapai 57,9% pada kuartal pertama 2026, naik dari sekitar 30% pada 2024 dan 42% di tahun 2025. Pemanfaatan teknologi ini semakin luas, mulai dari layanan pelanggan hingga analisis kredit yang lebih efisien.
Kebijakan OJK dalam Penerapan AI
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan peringatan bahwa meskipun AI semakin menjadi bagian dari proses bisnis, teknologi ini tetap memerlukan pengawasan ketat. “Memang AI pasti ada di masa depan, tapi penggunaannya harus bijak dan sesuai dengan kebutuhan bank,” tutur Aprilia Ratna Palupi selama kelas jurnalis OJK di Tangerang, Senin (29/6). Ia menekankan bahwa AI tidak bisa menggantikan peran manusia dalam pengambilan keputusan kritis, terutama dalam proses persetujuan kredit.
“AI menjadi alat bantu, bukan pengganti. Penyesuaian kebijakan harus dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan teknologi ini mendukung pertumbuhan keuangan yang sehat,” tambah Aprilia.
Peningkatan Layanan Pelanggan dengan AI
Hasil rapat menyoroti bagaimana AI telah mengubah cara bank memberikan layanan kepada nasabah. Sistem chatbot, misalnya, tidak hanya mempercepat respons, tetapi juga meningkatkan kepuasan pelanggan dengan memberikan layanan 24 jam. “Kalau pertanyaannya sudah lebih sulit, nanti akan dialihkan untuk berbicara dengan customer service secara langsung,” ujar Aprilia dalam wawancara eksklusif.
“AI membuat interaksi dengan pelanggan lebih efektif dan personal. Ini juga membantu bank mengurangi beban operasional, terutama di bagian layanan pelanggan,” lanjut Aprilia.
Evolusi AI dalam Transformasi Digital Perbankan
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menjelaskan bahwa adopsi AI telah berkembang dari otomatisasi sederhana hingga teknologi Generative AI (GenAI) dan Agentic AI yang mampu mengambil keputusan mandiri. “Penggunaan GenAI dan RAG dalam perbankan menunjukkan keberhasilan transformasi digital yang berkelanjutan,” katanya dalam jawaban tertulis Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Mei.
“AI adalah katalisator utama dalam efisiensi operasional dan produktivitas sektor keuangan. Ini juga membuka peluang untuk inovasi layanan berbasis suara dan multibahasa,” imbuh Dian.
Manfaat AI dalam Pemasaran dan Keuangan
Hasil rapat menyoroti bahwa AI bukan hanya untuk layanan, tetapi juga menjadi strategi pemasaran yang berdampak luas. Teknologi ini memungkinkan bank menganalisis data pelanggan secara real-time, sehingga bisa menyusun rekomendasi produk yang lebih tepat. “Dengan AI, bank bisa meningkatkan akuisisi pelanggan dan mengoptimalkan pengelolaan keuangan secara lebih cerdas,” tulis Dian dalam laporan RDKB.
“AI membantu perbankan mengurangi biaya operasional hingga puluhan miliar rupiah per tahun. Ini sangat berpengaruh terutama dalam pengelolaan risiko dan pengambilan keputusan strategis,” jelas Aprilia.
Integrasi AI di Internal Bank
AI juga digunakan untuk meningkatkan efisiensi dalam manajemen pengetahuan internal bank. Dian menunjukkan bahwa beberapa institusi perbankan telah menggabungkan dokumen, kebijakan, dan regulasi ke dalam platform terpadu. “Hasil rapat menunjukkan bahwa AI membantu pegawai mengakses informasi dengan lebih cepat, sehingga meningkatkan kecepatan pengambilan keputusan,” kata Dian.
“Transformasi digital yang dipandu AI tidak hanya efektif dalam operasional, tetapi juga dalam pengembangan kebijakan keuangan yang lebih inklusif,” tegas Dian.
Upaya Perbankan dalam Menerapkan AI
Dalam hasil rapat, disebutkan bahwa sektor perbankan sedang berupaya memperluas pemanfaatan AI melalui pengembangan sistem berbasis Large Language Model (LLM) dan Retrieval Augmented Generation (RAG). Teknologi ini tidak hanya meningkatkan akurasi layanan, tetapi juga membuka kemungkinan interaksi multibahasa yang lebih efisien. “AI membantu bank menjangkau pelanggan dari berbagai latar belakang budaya dengan lebih cepat,” ujar Aprilia.
Hasil rapat ini menjadi bahan pertimbangan bagi perbankan dalam menghadapi perubahan pasar digital. Dengan adopsi AI hingga 57,9%, sektor keuangan Indonesia semakin siap untuk menghadapi tantangan dan peluang di era kecerdasan buatan.
