[Foto] Sempat Anjlok, Harga Telur dan Daging Ayam Kembali Stabil
Foto Sempat Anjlok Harga Telur menjadi topik hangat yang ramai diperbincangkan masyarakat belakangan ini. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pangan Nasional
Foto Sempat Anjlok Harga Telur dan Daging Ayam Kembali Stabil di Pasar
Wartanaya.com – Foto Sempat Anjlok Harga Telur menjadi topik hangat yang ramai diperbincangkan masyarakat belakangan ini. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), tren kenaikan harga komoditas pangan pokok terjadi secara nasional pada 21 Juli 2025. Kondisi ini memberikan sinyal positif bagi para peternak dan pedagang yang sebelumnya menghadapi tekanan harga akibat penurunan permintaan konsumen.
Komoditas ayam broiler di tingkat peternak menyentuh Rp22.477 per kilogram, menunjukkan peningkatan sebesar 2,68 persen dibandingkan posisi Rp21.891 per kg pada pekan sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan pemulihan pasar yang signifikan setelah periode penurunan harga yang cukup panjang. Para peternak menyambut baik kondisi ini karena memungkinkan margin keuntungan yang lebih sehat.
Pergerakan Harga Telur Ayam
Sementara itu, telur ayam juga mencatatkan pertumbuhan harga yang menggembirakan. Data per 21 Juli menunjukkan nilai Rp23.676 per kilogram, naik 3,15 persen dari Rp22.952 per kg yang dicatat seminggu sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan bahwa permintaan pasar terhadap telur ayam terus meningkat seiring dengan program Makan Bergizi Gratis yang digulirkan pemerintah.
Di tingkat ritel, pantauan Katadata.co.id di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7) mengonfirmasi stabilitas harga yang konsisten. Telur ayam kini dihargai Rp 26 ribu per kilogram setelah sempat mengalami penurunan signifikan. Kondisi ini memberikan kepastian bagi konsumen dalam merencanakan pengeluaran harian mereka.
Para pedagang menjelaskan bahwa sebelumnya harga telur sempat turun ke level Rp 23 ribu akibat surutnya minat beli masyarakat. Fenomena serupa juga dialami oleh ayam potong. Harga jual komoditas tersebut di pasar sebelumnya berada di Rp 30 ribu, namun kini telah meningkat menjadi Rp 38 ribu per kg. Hal ini menunjukkan bahwa pemulihan harga terjadi secara menyeluruh di berbagai segmen pasar.
Bapanas menyebut menguatnya harga dua komoditas ini seiring dengan meningkatnya permintaan dari konsumen dan penyerapan telur oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini menjadi faktor pendorong utama stabilitas harga di pasar lokal.
Dampak Program Makan Bergizi Gratis
Program Makan Bergizi Gratis yang digulirkan pemerintah menjadi katalisator penting dalam pemulihan harga telur dan ayam potong. Penyerapan telur oleh SPPG secara konsisten memberikan dukungan terhadap permintaan pasar. Hal ini juga membantu menjaga stabilitas harga meskipun terjadi fluktuasi musiman dalam produksi telur.
Para ahli pasar memperkirakan bahwa tren kenaikan harga ini akan berlanjut dalam beberapa minggu ke depan. Faktor-faktor seperti musim hujan yang mempengaruhi produksi pakan dan peningkatan konsumsi masyarakat selama bulan-bulan tertentu menjadi pertimbangan utama dalam proyeksi harga. Konsumen disarankan untuk memantau perkembangan harga secara berkala melalui sumber informasi terpercaya.
Kondisi pasar yang stabil ini juga memberikan manfaat bagi rantai pasokan pangan secara keseluruhan. Peternak, distributor, dan pedagang eceran semuanya merasakan dampak positif dari pemulihan harga. Sinergi antara program pemerintah dan mekanisme pasar menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga stabilitas harga komoditas pangan pokok.
