Skip to content
6A4E327A150Be

Latest Program: [Foto] Kompos Keliling, Terobosan Baru Kurangi Sampah dari Rumah

Patricia Thomas - wartanaya.com 2 mins read

[Foto] Kompos Keliling, Inovasi Baru untuk Mengurangi Sampah di Lingkungan RT 11/RW 07 Latest Program - Dalam upaya meminimalkan sampah, warga RT 11/RW 07

Latest Program: [Foto] Kompos Keliling, Terobosan Baru Kurangi Sampah dari Rumah

[Foto] Kompos Keliling, Inovasi Baru untuk Mengurangi Sampah di Lingkungan RT 11/RW 07

Latest Program – Dalam upaya meminimalkan sampah, warga RT 11/RW 07, Gandaria Utara, Jakarta Selatan, kini mendapat layanan pengumpulan limbah organik melalui program Kompos Keliling. Petugas berteriak “Komling-komling” saat mengendarai gerobak listrik untuk mengambil sisa makanan dari rumah-rumah warga.

Proses Pengolahan Sampah Organik

Komling singkatan dari Kompos Keliling, sebuah inisiatif yang dijalankan oleh Imam Basori, ketua RT setempat. Program ini mengutamakan sistem jemput bola, di mana tim pengelola langsung mendatangi setiap rumah untuk mengumpulkan sampah organik, termasuk sayuran dan kulit buah.

Setiap hari, Komling mengumpulkan sampah organik sekitar 5–10 kilogram. Limbah-limbah ini kemudian diolah menjadi pupuk kompos dengan menggunakan mesin pencacah berkapasitas 2,5 liter.

“Pupuk yang dihasilkan digunakan untuk memperkaya tanah di lingkungan kami. Saya juga sudah menanam sayuran untuk warga, agar mereka lebih termotivasi memilah sampah,” kata Imam kepada Katadata.co.id, Rabu (8/7).

Target Pemilahan Sampah

Menurut Imam, Komling bertujuan memutus rantai sampah sejak awal, yakni dari tingkat RT dan RW. “Dengan demikian, sampah tidak perlu sampai ke TPA,” jelasnya.

Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan bahwa TPA Bantargebang mulai Agustus 2026 hanya akan menerima sampah residu. Ini mendorong inisiatif seperti Komling untuk mempercepat pemilahan sampah di tingkat masyarakat.

Klasifikasi Sampah dan Pemanfaatan

Sampah dikelompokkan menjadi empat jenis. Pertama, sampah organik berasal dari limbah makhluk hidup seperti tumbuhan, hewan, dan manusia. Kedua, sampah anorganik berupa material logam, plastik, dan kaca. Ketiga, sampah berbahaya dan beracun (B3) seperti baterai bekas, lampu neon, serta peralatan medis. Keempat, sampah residu yang tidak dapat didaur ulang, seperti popok dan botol plastik.

Selain Komling, kawasan tersebut juga menggunakan mesin Smart Geprek untuk memadatkan sampah botol dan kaleng minuman bekas. Limbah ini kemudian disetorkan ke bank sampah, dengan keuntungan dana operasional bersama.

“Dana ini berasal dari warga, dipergunakan oleh warga, dan bermanfaat bagi warga,” tutup Imam.

Join the discussion