Skip to content
Nasional

Lima Jurnalis Hilang Kontak saat Akan Meliput Erupsi Anak Krakatau

Richard Jackson - wartanaya.com 4 mins read

Perairan Selat Sunda di wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi titik perhatian nasional setelah lima orang jurnalis dinyatakan hilang kontak pada Senin

Lima Jurnalis Hilang Kontak saat Akan Meliput Erupsi Anak Krakatau

Timur Selat Sunda: Lima Wartawan Tak Berbekas Saat Menuju Zona Erupsi Anak Krakatau

Wartanaya.com – Perairan Selat Sunda di wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi titik perhatian nasional setelah lima orang jurnalis dinyatakan hilang kontak pada Senin sore (7/9). Mereka tengah dalam perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk merekam langsung aktivitas vulkanik yang masih berlangsung. Hingga Selasa malam (8/9), upaya pencarian gabungan belum membuahkan hasil, dan operasi penyisiran dijadwalkan diperluas keesokan harinya.

Identitas dan Jumlah Korban yang Dicari

Basarnas mengonfirmasi bahwa total tujuh orang berada dalam daftar pencarian. Lima di antaranya teridentifikasi sebagai pekerja media: M Bagus Khoirunnas dari LKBN ANTARA, Ari Basuki yang berafiliasi dengan Merdeka.com, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang berstatus pewarta lepas. Dua nama lainnya masih dalam tahap verifikasi data oleh tim di lapangan.

Kehilangan kontak sejumlah jurnalis sekaligus dalam satu insiden memicu kekhawatiran luas di kalangan organisasi pers dan masyarakat. Peliputan langsung fenomena vulkanik memang menuntut keberanian, namun juga menempatkan awak media pada risiko lingkungan yang tidak bisa diabaikan—terutama ketika cuaca, arus laut, dan aktivitas gunung berapi berpadu dalam satu waktu.

Rekonstruksi Kronologi Kejadian

Menurut data yang dihimpun Kantor SAR Banten, rombongan jurnalis tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan di kawasan Carita pada Senin (7/9) pukul 14.00 WIB menggunakan kapal speedboat. Tujuan mereka jelas: mendokumentasikan erupsi Anak Krakatau yang saat itu masih menunjukkan aktivitas signifikan.

Kontak terakhir tercatat pada pukul 14.42 WIB, ketika salah satu anggota rombongan mengirim koordinat posisi terkini kepada rekan sesama jurnalis yang berada di Lampung. Sekitar dua puluh dua menit kemudian, tepatnya pukul 15.04 WIB, sinyal komunikasi terputam total. Titik koordinat terakhir yang diterima berada di posisi 6°14’40.52″S 105°40’49.48″T, area yang secara geografis berada di jalur pelayaran menuju kaki gunung.

Operasi Pencarian dan Tantangan di Lapangan

Zainal Arifin, Kepala Kantor SAR Banten, menjelaskan bahwa hingga Selasa (8/9) pukul 18.15 WIB, tim penyelamat telah menjangkau wilayah sekitar Pulau Krakatau dan Pulau Panjang. Namun, seluruh penyisiran yang dilakukan tidak menemukan jejak apa pun dari rombongan yang hilang.

Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut dan menegaskan bahwa tim SAR gabungan terus mengoptimalkan setiap upaya penyisiran di area kejadian. Ia menekankan bahwa medan pencarian kali ini memiliki kompleksitas tersendiri.

“Besok masih kita lanjutkan pencarian. Kami ikut prihatin,” ujar Edy Prakoso pada Selasa malam (8/9).

Ia menambahkan bahwa posisi kejadian berada di sekitar kawasan yang secara geologis masih aktif dan tidak menentu. Gunung Anak Krakatau dapat menyemburkan material piroklastik, abu vulkanik, maupun gas pada waktu yang tidak terprediksi, sehingga setiap pergerakan tim penyelamat harus dilakukan dengan tingkat kewaspadaan ekstra tinggi.

“Kendala mengingat pencarian di seputaran Gunung Anak Krakatau yang sewaktu-waktu bisa erupsi dan menyemburkan material, sehingga perlu kehati-hatian,” tegasnya.

Perluasan Area Pencarian di Hari Ketiga

Operasi pencarian diagendakan berlanjut pada Rabu (9/9) pagi dengan cakupan area yang lebih luas. Kantor SAR Banten mengerahkan Kapal Negara SAR Tatuka serta Rigid Inflatable Boat (RIB) Banten, lengkap dengan perlengkapan penyelamatan air, peralatan medis, dan perangkat komunikasi. Operasi ini dijalankan bersama Polairud Polda Banten untuk memperkuat kapasitas pencarian di perairan.

“Untuk rencana besok tetap nanti kita memperluas area pencarian karena hari ini kita mempelajari rute dari Carita sampai dengan Anak Gunung Krakatau. Seperti itu,” kata Edy Prakoso.

Perluasan area ini menandakan bahwa tim penyelamat telah menyelesaikan tahap pemetaan rute pelayaran dari titik keberangkatan di Carita hingga mendekati kawasan gunung. Dengan pemahaman rute yang lebih matang, penyisiran di hari ketiga diharapkan dapat mencakup segmen perairan yang belum tersentuh pada hari sebelumnya.

Konteks: Anak Krakatau dan Risiko Peliputan Vulkanik

Gunung Anak Krakatau, yang terletak di Selat Sunda antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatra, merupakan anak gunung dari letusan dahsyat Krakatau tahun 1883. Sejak terbentuk kembali pada awal abad ke-20, gunung ini secara periodik menunjukkan aktivitas erupsi—mulai dari semburan abu, lava, hingga gelombang tsunami kecil yang mengancam pesisir Banten dan Lampung Selatan. Statusnya yang fluktuatif membuat setiap kunjungan ke kawasan tersebut, baik oleh peneliti, wisatawan, maupun jurnalis, memerlukan pemantauan cuaca dan aktivitas vulkanik secara ketat.

Bagi dunia pers, insiden ini kembali mengingatkan bahwa peliputan bencana alam menuntut keseimbangan antara kebutuhan publik akan informasi langsung dan keselamatan awak media. Koordinasi antara organisasi pers, otoritas SAR, dan pemerintah daerah menjadi kunci agar setiap misi peliputan di zona berisiko dapat dijalankan dengan protokol keamanan yang memadai—mulai dari pengecekan kondisi kapal, pemantauan prakiraan cuaca, hingga penetapan titik komunikasi cadangan sebelum keberangkatan.

Hingga berita ini diturunkan, status pencarian masih berlangsung. Keluarga para jurnalis dan publik menantikan kabar baik dari tim SAR gabungan yang terus bekerja di perairan Selat Sunda.

Frequently Asked Questions

What is Lima Jurnalis Hilang Kontak saat Akan?

Lima Jurnalis Hilang Kontak saat Akan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Lima Jurnalis Hilang Kontak saat Akan matter?

Lima Jurnalis Hilang Kontak saat Akan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Join the discussion