Menko Airlangga Bantah Ekonomi Lesu, Siapkan Bantuan Beras untuk Desil 1-4
Anggapan bahwa perekonomian nasional sedang lesu mendapat bantahan tegas dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Dalam keterangannya
Airlangga Hartarto: Ekonomi Indonesia Tetap di Jalur Pertumbuhan Tinggi
Wartanaya.com – Anggapan bahwa perekonomian nasional sedang lesu mendapat bantahan tegas dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Dalam keterangannya di lingkungan Kementerian Perdagangan pada Kamis (27/8), ia menegaskan bahwa laju pertumbuhan pada paruh pertama tahun berjalan justru termasuk yang paling kuat dalam satu dekade terakhir.
“Ini salah satu pertumbuhan ekonomi tertinggi dalam 13 tahun terakhir, jadi ekonominya (tumbuh) tinggi.”
Secara angka, BPS mencatat ekspansi produk domestik bruto sebesar 5,45% secara tahunan untuk semester I 2026. Pada kuartal II 2026 sendiri, pertumbuhan tahunan tercatat 5,29%, sedikit melandai dari capaian kuartal I yang menyentuh 5,5%. Angka kuartal II tersebut juga berada di bawah estimasi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya memproyeksikan 5,4%.
Indikator Sektor Otomotif dan Keyakinan Konsumen
Sebagai bukti tambahan bahwa roda ekonomi masih berputar positif, Airlangga menyoroti lonjakan permintaan kendaraan listrik (EV) serta mobil hybrid. Ia menyebut penjualan kedua jenis kendaraan itu melonjak 80% dibanding periode identik tahun sebelumnya.
“Jadi kalau kami lihat sebetulnya (kondisi) perekonomian masih berjalan sesuai jalur dan indeks keyakinan konsumen juga masih di atas 100.”
Bantuan Beras untuk Desil 1–4
Terlepas dari optimisme tersebut, pemerintah tetap mengalokasikan program perlindungan daya beli. Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah penyaluran bantuan beras bagi kelompok masyarakat pada desil 1 hingga 4.
Desil merupakan klasifikasi kesejahteraan yang disusun dari urutan 1 sampai 10, didasarkan pada pemetaan Badan Pusat Statistik dan diverifikasi oleh Kementerian Sosial. Posisi desil 1 menandai kelompok paling rentan, sementara desil 10 mewakili lapisan paling sejahtera.
“Jadi sebetulnya dari segi pasar domestik kita semakin dalam dan semakin kuat.”
Detail Makro dari BPS
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud, menjelaskan bahwa PDB atas dasar harga berlaku pada kuartal II 2026 mencapai Rp3.447,7 triliun. Ia menambahkan bahwa secara kuartal-ke-kuartal (q to q), pertumbuhan tercatat 3,63%.
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 secara tahunan tumbuh 5,29%, sedangkan jika dibandingkan kuartal I atau q to q tumbuh 3,63%.”
Edy menegaskan bahwa perlambatan dari kuartal ke kuartal masih konsisten dengan pola musiman yang lazim terjadi. Ditinjau dari perbandingan tahunan, capaian kuartal II 2026 justru menunjukkan perbaikan relatif terhadap kuartal II 2025.
Kontribusi Sektor
Dari sisi lapangan usaha, nyaris seluruh sektor membukukan pertumbuhan positif. Satu-satunya pengecualian adalah sektor pertambangan dan penggalian yang mencatatkan penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Lima sektor utama — industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan — bersama-sama menyumbang sekitar 63,73% terhadap total PDB nasional.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Menko Airlangga Bantah Ekonomi Lesu Siapkan?
Menko Airlangga Bantah Ekonomi Lesu Siapkan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Menko Airlangga Bantah Ekonomi Lesu Siapkan matter?
Menko Airlangga Bantah Ekonomi Lesu Siapkan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
