Kejar Pasok Bus Listrik Transjakarta, DAMRI Ajukan Pinjaman ADB Rp672 Miliar
Kejar Pasok Bus Listrik Transjakarta menjadi prioritas utama bagi Perum DAMRI dalam rangka meningkatkan kualitas layanan transportasi publik di Jakarta
DAMRI Ajukan Pinjaman Rp672 Miliar untuk Bus Listrik Transjakarta
Wartanaya.com – Kejar Pasok Bus Listrik Transjakarta menjadi prioritas utama bagi Perum DAMRI dalam rangka meningkatkan kualitas layanan transportasi publik di Jakarta. Perusahaan ini resmi mengajukan pinjaman kepada Asian Development Bank (ADB) dengan nilai mencapai US$37,5 juta atau setara Rp672 miliar. Dana pinjaman tersebut akan digunakan untuk memenuhi kewajiban kontrak pengadaan bus listrik bagi Transjakarta. Melalui skema pembiayaan ini, DAMRI berencana membeli sekitar 90 unit bus listrik sekaligus membangun dua stasiun pengisian daya baru di berbagai lokasi strategis.
Proses Pengajuan dan Rekomendasi Pemerintah
Handhi Setiawan Adiputra, Koordinator Transportasi Darat dan Perkeretaapian di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), mengonfirmasi bahwa DAMRI telah menyerahkan proposal lengkap kepada kementerian yang dipimpinnya. Langkah ini merupakan bagian dari kelengkapan dokumen untuk pengajuan pinjaman kepada lembaga keuangan multilateral tersebut.
Itu memang kemarin mengusulkan kepada kami, kami memberikan rekomendasi, Kementerian Keuangan (juga), untuk dikeluarkan sebagai jaminan kan, dari pemerintah.
Pernyataan tersebut disampaikan Handhi saat ditemui setelah diskusi bertema “Transportasi Publik dan Transisi Energi: Sudahkah Indonesia Membangun Sistem yang Tepat dan Resilien?” di Jakarta pada Rabu (5/8). Ia menilai pinjaman yang diperoleh DAMRI memiliki prospek yang baik. Hal ini sejalan dengan program clean energy yang digagas oleh ADB. Dengan tingkat bunga terbuka satu hingga dua persen, menurutnya secara bisnis hal ini menguntungkan bagi perusahaan.
Komitmen Pemenuhan Kontrak dan Ekosistem Kendaraan Listrik
Teguh Aditya Dharma, Vice President Sales and Marketing Perum DAMRI, membenarkan bahwa masih terdapat lebih dari 90 unit kendaraan listrik yang harus dipenuhi sebagai bagian dari kontrak dengan Transjakarta. Ia menyampaikan bahwa pihaknya sedang berupaya keras agar target dapat tercapai pada akhir tahun atau awal tahun depan. Secara keseluruhan, DAMRI ditargetkan memenuhi sekitar 500 unit bus listrik untuk operasional Transjakarta.
Hingga saat ini, sejak tahun 2023, baru sekitar 316 unit yang telah beroperasi. Selain pengadaan armada, Teguh juga menyoroti pentingnya pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Dari 316 unit bus listrik yang beroperasi untuk Transjakarta, sebanyak 236 unit merupakan hasil impor utuh. Sisanya diproduksi melalui sistem CKD (Completely Knocked Down) dengan perakitan dan pembangunan bodi di Indonesia.
Baru 80 unit yang bisa kami bangun di Indonesia. Jadi kami impor CKD, sisanya kami melakukan perakitan dan pembangunan bodi di Indonesia.
Infrastruktur Pengisian Daya dan Pengembangan SDM
Untuk mendukung operasional, DAMRI telah menyiapkan empat titik stasiun pengisian daya. Setiap stasiun dilengkapi dengan sekitar 20 mesin pengisian. Teguh memperkirakan bahwa satu mesin dirancang untuk mengisi daya empat bus dalam sehari. Jika melebihi kapasitas tersebut, proses pengisian akan terhambat dan mengganggu jadwal operasional armada.
Mengenai perkembangan teknologi kendaraan listrik, termasuk bus listrik, Teguh mengakui bahwa kemajuan sudah sangat masif. Namun, kemampuan mekanik masih belum merata di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan pelatihan agar siap ketika dibutuhkan di kota-kota lain. Pengembangan sumber daya manusia ini menjadi kunci keberhasilan implementasi transportasi berkelanjutan di masa depan.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pinjaman DAMRI
Berapa total nilai pinjaman yang diajukan DAMRI? DAMRI mengajukan pinjaman sebesar US$37,5 juta atau setara Rp672 miliar kepada Asian Development Bank.
Untuk apa dana pinjaman tersebut digunakan? Dana pinjaman digunakan untuk pengadaan sekitar 90 unit bus listrik dan pembangunan dua stasiun pengisian daya baru bagi Transjakarta.
Berapa jumlah bus listrik yang sudah beroperasi? Hingga saat ini, sekitar 316 unit bus listrik telah beroperasi, dengan target mencapai 500 unit.
Berapa banyak bus listrik yang diproduksi di Indonesia? Dari total 316 unit, 236 unit merupakan hasil impor utuh dan 80 unit diproduksi melalui sistem CKD di Indonesia.
Kapan target pemenuhan kontrak selesai? DAMRI menargetkan pemenuhan kontrak dapat tercapai pada akhir tahun atau awal tahun depan.
