Skip to content
Daerah

Turut Terjadi di Papua, Kebakaran Hutan Lahap 396 Hektare Lahan di Nabire

Patricia Miller - wartanaya.com 2 mins read

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa luas kawasan yang terbakar di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, telah mencapai 396,13 hektare

Turut Terjadi di Papua, Kebakaran Hutan Lahap 396 Hektare Lahan di Nabire

Api Lahap 396 Hektare Lahan di Tujuh Distrik Nabire, Papua Tengah

Wartanaya.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa luas kawasan yang terbakar di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, telah mencapai 396,13 hektare. Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ini berlangsung selama periode 18 Juli hingga 23 Agustus 2026 dan menjangkau tujuh distrik sekaligus.

Penyebab dan Wilayah Terdampak

Berton SP Panjaitan, Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem berupa suhu tinggi disertai hembusan angin kuat menjadi pemicu utama. Kondisi tersebut diperparah oleh keberadaan semak serta ilalang kering yang melimpah di kawasan tersebut.

Berdasarkan pendataan BPBD Kabupaten Nabire, tujuh wilayah yang terpapar api meliputi Distrik Teluk Kimi, Nabire Kota, Nabire Barat, Wanggar, Nabire, Makimi, dan Yaur.

Dampak Langsung dan Kendala Pemadaman

Direktorat Pengendalian Operasi BNPB mengonfirmasi bahwa empat kepala keluarga terdampak secara langsung. Mereka kini mendapat pendampingan dari tim petugas gabungan yang diakomodasi oleh BPBD Nabire.

Hingga Minggu (23/8), sejumlah titik api dilaporkan belum berhasil dipadamkan. Kendala utamanya adalah medan yang tidak dapat dijangkau oleh armada pemadam darat, sehingga upaya penanggulangan terhambat.

Pemkab Nabire Minta Dukungan Udara dari Pusat

Pemerintah Kabupaten Nabire telah mengajukan permohonan bantuan mendesak kepada pemerintah pusat. Kebutuhan yang diminta mencakup pengerahan helikopter untuk water bombing serta penambahan armada pemadam guna menjangkau titik api di medan sulit.

“Sebagian titik api masih belum dapat dipadamkan, karena tidak dapat dijangkau armada pemadam kebakaran, membutuhkan dukungan lebih lanjut berupa water bombing dan tambahan armada pemadam,” kata Berton, dikutip dari Antara, Senin, 24 Agustus 2026.

“Kebakaran diduga dipicu oleh kondisi cuaca panas, angin kencang, serta banyaknya semak dan ilalang kering di wilayah tersebut,” ujarnya.

Frequently Asked Questions

What is Turut Terjadi di Papua Kebakaran Hutan?

Turut Terjadi di Papua Kebakaran Hutan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Turut Terjadi di Papua Kebakaran Hutan matter?

Turut Terjadi di Papua Kebakaran Hutan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Join the discussion