Skip to content
Bursa

Morgan Stanley Naikkan Kepemilikan Saham di GOTO hingga Tembus 5%, Rogoh Rp 87 M

Anthony Taylor - wartanaya.com 4 mins read

Morgan Stanley Naikkan Kepemilikan Saham di GOTO hingga melampaui ambang lima persen hak suara. Langkah ini dilakukan oleh Morgan Stanley & Co International

Morgan Stanley Naikkan Kepemilikan Saham di GOTO hingga Tembus 5%, Rogoh Rp 87 M

Morgan Stanley Naikkan Kepemilikan Saham GOTO

Wartanaya.com – Morgan Stanley Naikkan Kepemilikan Saham di GOTO hingga melampaui ambang lima persen hak suara. Langkah ini dilakukan oleh Morgan Stanley & Co International Plc melalui pembelian hampir 3,8 miliar lembar saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) pada harga Rp 23 per lembar. Total nilai transaksi mencapai sekitar Rp 87,3 miliar, menjadikannya salah satu akumulasi posisi terbesar yang tercatat di bursa dalam beberapa pekan terakhir.

Mekanisme dan Nilai Transaksi

Pengumuman keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (26/8) merinci bahwa sebelum transaksi, Morgan Stanley menggenggam 55,57 miliar saham GOTO atau setara 4,8267% hak suara. Setelah penambahan, porsi tersebut melonjak menjadi 59,37 miliar saham, setara 5,1563% hak suara. Lonjakan ini menempatkan Morgan Stanley di jajaran pemegang saham terbesar emiten layanan mobilitas dan teknologi tersebut.

Penambahan 3,80 miliar saham tersusun dari dua komponen terpisah. Komponen pertama berupa pembelian langsung sebanyak 3,14 miliar saham, sedangkan komponen kedua mencakup transaksi lain senilai 657,34 juta saham. Kedua eksekusi dilakukan pada harga yang sama, yakni Rp 23 per lembar, sehingga total nilai pembelian menyentuh kisaran Rp 87,3 miliar atau setara US$ 4,91 juta.

“Transaksi ini bertujuan untuk investasi,” tulis Morgan Stanley dalam keterangannya yang dikutip pada Kamis (27/8).

Perlu dicatat bahwa harga eksekusi Rp 23 per lembar berada jauh di bawah harga pasar reguler GOTO yang terpaku di level gocap Rp 50 per saham. Selisih harga ini kerap menjadi perhatian analis karena mengindikasikan bahwa akumulasi dilakukan melalui mekanisme negosiasi atau transaksi di luar papan perdagangan utama.

Tekanan Fundamental dan Penghapusan dari Indeks Global

Saham GOTO telah terjebak di pita Rp 50 sejak bulan Mei 2025. Ketidakmampuan harga untuk bergerak keluar dari level gocap diperparah oleh kekhawatiran pasar atas rencana pemerintah membatasi komisi aplikator ojek daring sebesar 8%. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi menekan margin pendapatan perseroan secara struktural.

Beban sentimen investor asing juga meningkat setelah MSCI mengumumkan pencabutan saham GOTO dari indeks Indonesia pada akhir Agustus. Sebelumnya, FTSE Russell telah lebih dulu menghapus GOTO dari FTSE Global Equity Index Mid Cap Index pada pekan terakhir Juni. Kombinasi kedua penghapusan ini memicu arus keluar dana pasif dan menekan likuiditas saham secara signifikan.

Dalam konteks tersebut, keputusan Morgan Stanley untuk menambah posisi di atas ambang lima persen menjadi sorotan tersendiri. Investor ritel dan analis memperdebatkan apakah langkah ini mencerminkan keyakinan terhadap nilai intrinsik perusahaan atau sekadar strategi alokasi portofolio jangka pendek.

Peta Kepemilikan dan Posisi Pemegang Saham Besar

Dalam pengumuman ke BEI, Morgan Stanley mengklasifikasikan porsinya sebagai kepemilikan langsung dan menegaskan bahwa perusahaan tidak berstatus pemegang saham pengendali GOTO. Dengan demikian, struktur tata kelola perseroan tidak mengalami perubahan material akibat transaksi ini.

Merujuk laporan kepemilikan terbaru GOTO per 31 Juli, dua entitas lain juga memiliki porsi di atas lima persen. SoftBank Group, melalui SVF GT Subco (Singapore) Pte Ltd, menguasai 91,10 miliar saham atau 7,648%. Sementara itu, Alibaba, lewat Taobao China Holding Ltd, menggenggam 88,53 miliar saham setara 7,432%. Secara agregat, gabungan SoftBank dan Alibaba menguasai sekitar 15,08% saham GOTO, sedangkan sisanya yakni 84,919% tersebar di tangan para pemegang saham lainnya secara kolektif.

Keberadaan tiga pemegang saham di atas lima persen—SoftBank, Alibaba, dan kini Morgan Stanley—menjadikan struktur kepemilikan GOTO semakin terdiversifikasi. Dinamika ini berpotensi memengaruhi keputusan strategis perusahaan di masa mendatang, terutama terkait arah ekspansi bisnis dan pengelolaan utang.

FAQ: Morgan Stanley Naikkan Kepemilikan Saham GOTO

Berapa nilai total pembelian saham GOTO oleh Morgan Stanley? Total nilai transaksi mencapai sekitar Rp 87,3 miliar atau setara US$ 4,91 juta, dihitung dari 3,80 miliar lembar saham pada harga Rp 23 per lembar.

Apakah Morgan Stanley menjadi pemegang saham pengendali GOTO? Tidak. Dalam pengumuman ke BEI, Morgan Stanley secara eksplisit menyatakan bahwa perusahaan tidak berstatus pemegang saham pengendali. Porsinya diklasifikasikan sebagai kepemilikan langsung dengan tujuan investasi.

Kenapa harga eksekusi Rp 23 jauh di bawah harga pasar Rp 50? Harga di bawah pasar reguler umumnya mengindikasikan bahwa transaksi dilakukan melalui mekanisme negosiasi bilateral atau transaksi di luar papan perdagangan utama, bukan melalui order book bursa secara langsung.

Apa dampak penghapusan GOTO dari indeks MSCI dan FTSE? Penghapusan dari kedua indeks global memicu arus keluar dana pasif, menekan likuiditas, dan memperpanjang periode saham terjebak di level gocap. Efek sentimen ini menjadi latar belakang penting saat membaca keputusan akumulasi oleh institusi seperti Morgan Stanley.

Join the discussion