Skip to content
Industri

Main Agenda: Pemerintah Benahi Jalur KRL Rangkasbitung, Kereta Bisa Lebih Sering Melintas

Elizabeth Anderson - wartanaya.com 3 mins read

Penambahan Kapasitas KRL Rangkasbitung Menjadi Prioritas Pemerintah Main Agenda menjadi salah satu prioritas utama pemerintah dalam meningkatkan kualitas

Main Agenda: Pemerintah Benahi Jalur KRL Rangkasbitung, Kereta Bisa Lebih Sering Melintas

Penambahan Kapasitas KRL Rangkasbitung Menjadi Prioritas Pemerintah

Main Agenda menjadi salah satu prioritas utama pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi umum di Indonesia. Salah satu proyek yang menjadi fokus utama adalah peningkatan kapasitas sistem listrik pada jalur Kereta Raya Lingkar (KRL) Rangkasbitung, yang dikenal sebagai jalur Greenline. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan frekuensi perjalanan kereta, sehingga masyarakat dapat lebih sering menggunakan layanan ini. PT KAI, sebagai operator utama, telah merancang langkah-langkah strategis untuk mempercepat proyek ini dan memastikan keberlanjutan sistem transportasi kereta api di daerah tersebut.

Perbaikan Infrastruktur Elektrifikasi dan Frekuensi Perjalanan

Jalur KRL Greenline di sepanjang Tanahabang-Rangkasbitung, yang memiliki panjang sekitar 70 kilometer, akan mengalami perbaikan signifikan. Proses penguatan infrastruktur elektifikasi ini akan dimulai dengan penggantian gardu listrik yang ada. Dengan peningkatan kapasitas daya listrik, diharapkan frekuensi kereta dapat ditingkatkan hingga lebih optimal. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa proyek ini merupakan bagian dari Main Agenda pemerintah untuk mendorong transformasi transportasi umum.

“Kami sedang fokus pada peningkatan kapasitas dan daya listrik jalur Greenline, agar layanan kereta api bisa lebih sering melintas,” ujar Dudy dalam sebuah konferensi pers di Jakarta Selatan, Jumat (26/6). Proyek ini ditargetkan selesai pada 2027, yang akan menjadi里程碑 penting dalam Main Agenda pembangunan infrastruktur transportasi.

Modernisasi Sistem Persinyalan dan Teknologi

Besides peningkatan daya listrik, pemerintah juga akan mengarahkan modernisasi sistem persinyalan di jalur Greenline. Saat ini, sistem yang digunakan masih tergantung pada blok tertutup, sehingga jarak waktu antar kereta mencapai 10 menit. Dengan penerapan teknologi lebih canggih, frekuensi perjalanan bisa lebih sering dan efisien. Hal ini selaras dengan Main Agenda untuk mempercepat digitalisasi dan modernisasi infrastruktur transportasi di Indonesia.

Dalam rangka mewujudkan Main Agenda ini, KAI juga akan mengganti gerbong kereta yang digunakan. Rekayasa operasi dan penggunaan gerbong berukuran lebih besar, mirip dengan model yang ada di Bekasi, diharapkan bisa meningkatkan kapasitas angkutan hingga 12 gerbong. Perubahan ini tidak hanya meningkatkan jumlah penumpang yang dapat diakomodir, tetapi juga mempercepat waktu tempuh dan mengurangi penantian di stasiun.

Kapasitas Daya Listrik dan Pemenuhan Permintaan

Kapasitas daya listrik pada jalur Greenline saat ini masih terbatas, dengan jumlah sekitar 3.000 kilowatt, dibandingkan dengan jalur lain seperti Bogor yang mencapai 4.000 kilowatt. Bobby Rasyiddin, Direktur Utama KAI, menegaskan bahwa dengan peningkatan daya listrik ini, layanan kereta bisa berjalan lebih maksimal. “Peningkatan kapasitas daya listrik adalah bagian dari Main Agenda yang ingin menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan kemampuan infrastruktur,” katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (3/6).

Pemerintah juga menyiapkan proyek pembangunan 11 gardu traksi baru di jalur tersebut. Gardu-gardu ini akan memastikan keberlanjutan pasokan listrik, sehingga tidak ada hambatan dalam operasional kereta. Proyek ini akan menjadi tumpuan utama dalam Main Agenda membangun infrastruktur yang bisa menunjang pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Manfaat dan Perspektif Jangka Panjang

Penyempurnaan jalur Greenline bukan hanya menguntungkan pengguna sehari-hari, tetapi juga meningkatkan aksesibilitas ke wilayah yang sebelumnya kurang dilayani. Dengan lebih seringnya kereta melintas, masyarakat di sekitar Rangkasbitung akan memiliki pilihan transportasi yang lebih baik, terutama untuk memenuhi kebutuhan perjalanan jarak jauh. Main Agenda ini juga bertujuan memperkuat konektivitas antar kota, serta menunjang visi pemerintah dalam mendorong penggunaan transportasi umum sebagai bagian dari sistem transportasi nasional yang lebih efisien.

KAI optimis bahwa proyek ini akan selesai tepat waktu, dengan peningkatan frekuensi kereta hingga bisa melintas lebih sering. Kemajuan infrastruktur yang digarap dalam Main Agenda ini juga akan berdampak positif terhadap perekonomian lokal, mengingat jalur Greenline menjadi jalur utama yang menghubungkan Jakarta dan wilayah barat Jawa. Proyek ini akan menjadi contoh bagus bagaimana Main Agenda mampu mewujudkan inisiatif yang nyata dan berdampak jangka panjang.

Join the discussion