Meeting Results: AHY Targetkan Bandara Soekarno-Hatta Masuk 10 Besar Dunia pada 2029
Meeting Results: AHY Targetkan Bandara Soekarno-Hatta Masuk 10 Besar Dunia pada 2029 Meeting Results - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan
Meeting Results: AHY Targetkan Bandara Soekarno-Hatta Masuk 10 Besar Dunia pada 2029
Meeting Results – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyatakan bahwa Bandara Soekarno-Hatta memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu bandara terbaik dunia pada tahun 2029. Ia menegaskan bahwa target ini dapat dicapai berkat kemajuan konsisten yang terjadi selama beberapa tahun terakhir, serta komitmen pemerintah dalam membangun infrastruktur penerbangan yang lebih modern dan efisien. Peningkatan ini menjadi hasil dari berbagai langkah strategis yang telah diambil dalam framework meeting results yang diadakan secara rutin.
Kemajuan Posisi Bandara Soekarno-Hatta
Menurut AHY, Bandara Soekarno-Hatta telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam peringkat global. Tahun 2022, bandara tersebut berada di posisi ke-51. Namun, dalam dua tahun terakhir, kinerjanya meningkat hingga mencapai peringkat ke-25 pada 2025 dan kembali naik ke peringkat ke-22 pada 2026. Perubahan ini mencerminkan upaya pemerintah dalam meningkatkan layanan, kualitas infrastruktur, serta konektivitas dengan destinasi domestik dan internasional.
“Dan kita sebelumnya di tahun 2025, posisinya di peringkat 25. Jadi sudah naik tiga tingkat, begitu bacanya,” ujarnya.
Pola Kebijakan untuk Meningkatkan Konektivitas
Dalam meeting results yang baru saja diadakan, AHY menyebutkan bahwa pemerintah fokus pada peningkatan konektivitas udara melalui kerangka kebijakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Ia menjelaskan bahwa kebijakan ini dirancang untuk mengintegrasikan jaringan bandara, memperkuat sektor penerbangan, serta meningkatkan aksesibilitas bagi masyarakat. Dengan adanya perencanaan yang terstruktur, AHY yakin Bandara Soekarno-Hatta akan terus berkembang sebagai pusat penerbangan utama di Asia Tenggara.
“Kerangka kebijakan konektivitas ini bisa dilihat kita fokus saja dari banyak aspek. Konektivitas mendukung pertumbuhan ekonomi, jaringan bandara terpadu. Ini yang menjadi fokus Rakor kita hari ini,” ujar AHY.
Kualitas Layanan Penerbangan
Satu dari fokus utama dalam meeting results adalah peningkatan kualitas layanan penerbangan, terutama dalam hal on time performance atau ketepatan waktu penerbangan. AHY menyoroti bahwa masyarakat seringkali mengeluhkan ketidakjelasan penyebab keterlambatan, seperti faktor cuaca atau teknis. Ia menegaskan bahwa upaya peningkatan layanan ini perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan pengalaman penumpang tetap memuaskan.
“Ini yang selalu juga menjadi concern masyarakat luas, ketika terjadi delay yang terlalu lama atau ketidakjelasan jika ada faktor-faktor apakah cuaca atau hal-hal teknis lainnya. Maka kita harus tingkatkan layanan ini terkait dengan on time performance,” ujarnya.
Peran Bandara dalam Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Dalam konteks pembangunan pariwisata, AHY menekankan bahwa Bandara Soekarno-Hatta berperan penting dalam mendukung visi menciptakan destinasi berkualitas dan berkelanjutan. Ia menyebutkan bahwa bandara ini juga diharapkan menjadi sarana promosi produk ekonomi kreatif Indonesia, seperti kerajinan lokal, makanan tradisional, dan seni budaya. Dengan meningkatkan daya tarik destinasi wisata, AHY percaya bahwa kinerja ekonomi kreatif akan terus tumbuh, dan bandara menjadi salah satu penggerak utamanya.
“Kalau tadi berbicara di sektor konektivitasnya, sekarang kita di poin 5, pembangunan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Ini tentu nanti akan lebih dijelaskan oleh Ibu Menteri Pariwisata, tapi kita semua mendukung penuh,” katanya.
Destinasi Muslim Ramah dan Potensi Ekraf
AHY menambahkan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan daya tarik wisata nasional, terutama karena posisinya sebagai destinasi ramah Muslim peringkat kedua di dunia. Ia menekankan bahwa hal ini menjadi bagian dari meeting results yang bertujuan memaksimalkan potensi 17 subsektor ekonomi kreatif (ekraf) yang memiliki keunikan dan daya tarik tinggi. Dengan menyelaraskan kebijakan pariwisata dan ekraf, AHY berharap Bandara Soekarno-Hatta dapat menjadi akselerator pertumbuhan ekonomi nasional.
“Indonesia sebagai destinasi muslim yang ramah muslim nomor 2 di dunia. K
