Skip to content
Makro

Harga Bawang dan Telur Turun, BPS Catat Deflasi 0,14% pada Juli

Anthony Taylor - wartanaya.com 2 mins read

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya deflasi pada bulan Juli 2026 dengan nilai 0,14%. Selain itu, laju inflasi tahunan juga menunjukkan penurunan

Harga Bawang dan Telur Turun, BPS Catat Deflasi 0,14% pada Juli

Deflasi Juli 2026 Dicatat BPS di Angka 0,14 Persen

Wartanaya.com – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya deflasi pada bulan Juli 2026 dengan nilai 0,14%. Selain itu, laju inflasi tahunan juga menunjukkan penurunan dari 3,34% di bulan Juni menjadi 2,28% pada Juli.

Kelompok Makanan Jadi Penyumbang Utama

Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, menerangkan bahwa sektor makanan, minuman, serta tembakau menjadi kontributor terbesar deflasi bulanan. Kelompok ini memberikan andil sebesar 0,26% terhadap deflasi dengan tingkat deflasi mencapai 0,89%.

Di sisi lain, sektor transportasi mencatatkan andil inflasi sebesar 0,06 persen, sedangkan kelompok pendidikan menyumbang inflasi sebesar 0,03 persen.

“Beberapa komoditas yang menyumbang deflasi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau adalah bawang merah, cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras, dan tomat dengan andil deflasi masing-masing sebesar 0,11%, 0,06%, 0,06%, 0,03%, dan 0,03%,” ujar Ateng pada konferensi pers di Jakarta, Senin (3/8).

Analisis Berdasarkan Komponen dan Wilayah

Ditinjau dari komponennya, komponen bergejolak mencatat deflasi sebesar 1,68% dengan andil 0,28%. Sementara itu, komponen inti mengalami inflasi 0,14% dengan andil 0,09%, dan komponen harga yang diatur pemerintah mencatat inflasi 0,25% dengan andil 0,05%.

Berdasarkan wilayah, deflasi terdalam terjadi di Papua Pegunungan sebesar 1,37%, sementara inflasi tertinggi dicatat di Kalimantan Barat sebesar 0,38%. Dari total 38 provinsi, sebanyak 27 provinsi mengalami deflasi dan 11 provinsi mengalami inflasi.

Meskipun inflasi tahunan Juli lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 2,37%.

Inflasi Tahunan Didorong Berbagai Faktor

Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan utamanya didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,87%, diikuti kelompok transportasi sebesar 0,62%, dan kelompok perawatan pribadi serta jasa lainnya sebesar 0,61%.

Dilihat dari komponen, semua komponen mengalami inflasi. Andil inflasi tertinggi diberikan oleh komponen inti sebesar 1,76%, diikuti komponen harga diatur pemerintah sebesar 0,70%, dan komponen bergejolak sebesar 0,42%.

Pada komponen inti, inflasi utamanya didorong oleh kenaikan harga emas perhiasan, minyak goreng, nasi dengan lauk, telepon seluler, serta biaya akademi dan perguruan tinggi.

Seluruh provinsi tercatat mengalami inflasi tahunan. Inflasi tertinggi terjadi di Papua Barat sebesar 5,47%, sedangkan inflasi terendah terjadi di Papua Selatan sebesar 1,46%.

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Frequently Asked Questions

What is Harga Bawang dan Telur Turun BPS Catat?

Harga Bawang dan Telur Turun BPS Catat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Harga Bawang dan Telur Turun BPS Catat matter?

Harga Bawang dan Telur Turun BPS Catat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Join the discussion