Skip to content
Korporasi

Akselerasi Transformasi TLKM 30, Performa Keuangan Telkom Tumbuh Kuat

Patricia Miller - wartanaya.com 3 mins read

Di penghujung semester pertama 2026, Telkom mencatatkan pendapatan konsolidasi mencapai Rp75,9 triliun. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 3,9%

Akselerasi Transformasi TLKM 30, Performa Keuangan Telkom Tumbuh Kuat

Performa Keuangan Telkom Menguat di Tengah Akselerasi Transformasi TLKM 30

Wartanaya.com – Di penghujung semester pertama 2026, Telkom mencatatkan pendapatan konsolidasi mencapai Rp75,9 triliun. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 3,9% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sejalan dengan capaian tersebut, EBITDA Perseroan juga mengalami peningkatan 3,8% secara tahunan, menyentuh level Rp37,5 triliun dengan margin yang mencapai 49,4%.

Kinerja laba bersih pun ikut membaik dengan pertumbuhan 1,4% YoY menjadi Rp10,6 triliun. Margin laba bersih tercatat sebesar 14,0%. Sementara itu, laba bersih yang telah dinormalisasi mencapai Rp11,3 triliun atau naik 6,2% YoY dengan margin 14,9%. Angka-angka ini mengindikasikan ketahanan operasional Perseroan yang didukung oleh pemulihan sektor mobile.

Arus kas operasional juga menunjukkan tren positif sebesar Rp34,9 triliun, tumbuh 7,0% YoY. Peningkatan ini didorong oleh implementasi program efisiensi berkelanjutan serta disiplin tinggi dalam pengelolaan biaya perusahaan.

Komitmen Transformasi Digital

Dian Siswarini, Direktur Utama Telkom, menyampaikan bahwa komitmen dan dedikasi perusahaan dalam mengakselerasi transformasi digital melalui strategi TLKM 30 tercermin dari pertumbuhan yang berhasil dicapai pada semester pertama tahun ini.

“Pencapaian tersebut semakin memperkuat optimisme kami untuk terus mempercepat transformasi sekaligus memperkuat peran Telkom sebagai pemimpin ekosistem digital Indonesia,” ujar Dian, dikutip dari keterangan tertulis, Senin (3/8).

Segmen B2C: Pemulihan Mobile dan Optimalisasi Fixed Broadband

Pada segmen B2C yang mencakup mobile dan fixed broadband, Telkomsel membukukan pendapatan sebesar Rp55,6 triliun dengan pertumbuhan 3,3% YoY. Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan digital business data sebesar 11,0% pada semester pertama 2026.

Kinerja tersebut mencerminkan berlanjutnya pemulihan industri mobile yang didukung oleh implementasi strategi komersial secara disiplin melalui penetapan harga, optimalisasi portofolio produk, dan pengelolaan nilai pelanggan. Average revenue per user (ARPU) mobile meningkat menjadi Rp45.600 atau tumbuh 9,0% YoY. Payload data juga terus bertumbuh seiring meningkatnya konsumsi digital masyarakat selama momen liburan sekolah dan penyelenggaraan Piala Dunia, yang semakin mendorong tingginya kebutuhan pelanggan terhadap layanan data berkualitas.

Pada layanan fixed broadband, Telkomsel terus memperkuat kualitas layanan melalui kalibrasi strategis basis pelanggan. Sebagai hasil dari upaya tersebut, jumlah pelanggan tercatat menjadi 9,5 juta dibandingkan 10,1 juta pada semester pertama 2025, dengan dampak yang terbatas terhadap pendapatan pada kuartal berjalan.

Secara kuartalan, ARPU IndiHome meningkat 3,4% menjadi Rp211.000. Adapun secara semesteran ARPU IndiHome tercatat sebesar Rp207.000, di tengah persaingan harga yang masih berlangsung di pasar. Meski demikian, rasio konvergensi terus meningkat menjadi 65%.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi Telkom untuk membangun basis pelanggan yang lebih berkualitas, meningkatkan efektivitas monetisasi layanan, serta memperkuat pertumbuhan yang berkelanjutan.

Berbekal fondasi bisnis B2C yang semakin kuat, Telkomsel akan terus mengakselerasi strategi quality growth dengan menempatkan pengalaman pelanggan sebagai prioritas utama, sekaligus memperluas kapabilitas digital melalui pengembangan ekosistem.

Upaya tersebut akan diperkuat melalui pemanfaatan teknologi AI dan 5G, serta pengembangan solusi digital yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan individu maupun pelaku usaha yang terus berkembang. Berbagai inisiatif ini diharapkan semakin memperkuat posisi Telkomsel sebagai pemimpin pasar sekaligus menciptakan nilai jangka panjang.

Segmen B2B Infrastructure: Pertumbuhan Signifikan

Total pendapatan segmen B2B Infrastructure tumbuh 19,0% YoY menjadi Rp33,1 triliun pada semester pertama 2026, dengan pendapatan eksternal meningkat 4,9% YoY menjadi Rp4,7 triliun.

Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan pendapatan data, internet, dan IT service. Pada bisnis menara telekomunikasi dan fiber-to-the-tower (FTTT), Mitratel membukukan pendapatan sebesar Rp4,7 triliun atau tumbuh 2,1% YoY, dengan tower-related business tetap menjadi penopang utama pendapatan.

Selain itu, total tenant meningkat menjadi 63.866 atau tumbuh 4,9% YoY sehingga mendorong rasio penyewaan (tenancy ratio) menara menjadi 1,57x.

Pada bisnis data center, Telkom terus memperkuat posisinya sebagai penyedia infrastruktur digital regional melalui NeutraDC. Didukung meningkatnya permintaan terhadap infrastruktur digital, Perseroan terus memperkuat bisnis ini melalui inisiatif konsolidasi yang akan menjadikan NeutraDC sebagai pengelola terpusat seluruh aset data center TelkomGroup.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas

Frequently Asked Questions

What is Akselerasi Transformasi TLKM 30 Performa Keuangan?

Akselerasi Transformasi TLKM 30 Performa Keuangan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Akselerasi Transformasi TLKM 30 Performa Keuangan matter?

Akselerasi Transformasi TLKM 30 Performa Keuangan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Join the discussion