Skip to content
Makro

Harga Pertamax Turun, Mengapa Bensin Masih Beri Andil Inflasi pada Juli?

Richard Jackson - wartanaya.com 3 mins read

Meskipun Harga Pertamax Turun Mengapa Bensin masih tercatat memberikan kontribusi terhadap inflasi, fenomena ini sebenarnya wajar terjadi. Badan Pusat

Harga Pertamax Turun, Mengapa Bensin Masih Beri Andil Inflasi pada Juli?

Harga Pertamax Turun Mengapa Bensin Masih Beri Andil Inflasi pada Juli 2026?

Wartanaya.com – Meskipun Harga Pertamax Turun Mengapa Bensin masih tercatat memberikan kontribusi terhadap inflasi, fenomena ini sebenarnya wajar terjadi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan deflasi bulanan sebesar 0,14% untuk periode Juli 2026. Namun, di balik angka deflasi tersebut, sektor transportasi justru mengalami kenaikan harga sebesar 0,52% secara bulanan. Hal ini menunjukkan bahwa penurunan harga BBM nonsubsidi tidak serta-merta menurunkan andil bensin terhadap inflasi secara keseluruhan.

Kontribusi kelompok transportasi terhadap inflasi keseluruhan mencapai 0,06%. Di antara berbagai komoditas dalam kelompok ini, bensin menjadi yang paling signifikan dengan andil inflasi sebesar 0,08%. Fenomena ini menarik perhatian banyak pihak, terutama karena penurunan harga terjadi tepat pada awal bulan. Pertanyaan yang muncul adalah mengapa bensin masih mengalami inflasi padahal harganya sudah turun.

Base Effect: Kunci Pemahaman Inflasi Bensin

Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, memberikan penjelasan komprehensif mengenai fenomena ini. Menurutnya, perhitungan inflasi bulanan dipengaruhi oleh efek basis yang terjadi pada periode sebelumnya.

“Teman-teman media, mengapa bensin mengalami inflasi secara month-to-month padahal harga BBM nonsubsidi turun pada 1 Juli 2026? Ini terutama disebabkan karena adanya base effect,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (3/8).

Menurut penjelasan Ateng, harga Pertamax pada periode 1 hingga 9 Juni 2026 masih berkisar di angka Rp 12.000 per liter. Ketika dibandingkan dengan rata-rata harga pada bulan Juni, rata-rata harga bensin sepanjang Juli ternyata masih lebih tinggi. Secara statistik, hal ini menyebabkan bensin tetap tercatat mengalami inflasi bulanan meskipun harga sudah turun di awal Juli.

“Jika Juli dibandingkan dengan rata-rata harga pada Juni, harganya masih lebih tinggi sehingga bensin masih mengalami inflasi secara rata-rata bulanannya,” kata dia. Penjelasan ini membantu masyarakat memahami bahwa inflasi tidak hanya bergantung pada harga saat ini, tetapi juga pada perbandingan dengan periode sebelumnya.

Komoditas Pendukung Kenaikan Harga Transportasi

Selain bensin, terdapat dua komoditas lain yang turut mendorong kenaikan harga dalam kelompok transportasi. Sepeda motor serta pelumas atau oli mesin masing-masing memberikan andil inflasi sebesar 0,01%. Meskipun kontribusinya lebih kecil dibandingkan bensin, kedua komoditas ini tetap berperan dalam mendorong kenaikan harga transportasi secara keseluruhan.

Secara tahunan, laju inflasi menunjukkan perlambatan yang signifikan dari 3,34% pada Juni menjadi 2,28%. Kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang utama deflasi bulanan Juli 2026 dengan andil deflasi sebesar 0,26% dan tingkat deflasi mencapai 0,89%. Sementara itu, kelompok transportasi memberikan andil inflasi sebesar 0,06% dan kelompok pendidikan memberikan andil inflasi sebesar 0,03%.

Dampak Penurunan Harga BBM terhadap Konsumen

Penurunan harga BBM nonsubsidi pada 1 Juli 2026 memberikan dampak positif bagi konsumen, terutama mereka yang menggunakan kendaraan pribadi. Namun, penting untuk memahami bahwa efek dari penurunan harga ini baru akan terlihat jelas dalam perhitungan inflasi bulanan berikutnya. Base effect yang terjadi saat ini akan berkurang seiring berjalannya waktu.

Masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap fluktuasi harga bahan bakar yang dapat terjadi kapan saja. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus memantau perkembangan harga BBM global untuk menentukan kebijakan harga yang tepat. Klik di sini untuk membaca berita terbaru seputar ekonomi Indonesia.

FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Inflasi Bensin

1. Mengapa bensin masih mengalami inflasi padahal harganya turun? Hal ini disebabkan oleh base effect, yaitu perbandingan harga dengan rata-rata bulan sebelumnya. Meskipun harga turun di awal Juli, rata-rata harga Juli masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata Juni.

2. Berapa andil bensin terhadap inflasi Juli 2026? Bensin memberikan andil inflasi sebesar 0,08% terhadap inflasi keseluruhan pada Juli 2026.

3. Kapan harga Pertamax turun? Harga Pertamax turun pada 1 Juli 2026 sebagai bagian dari penurunan harga BBM nonsubsidi.

4. Apa itu base effect dalam perhitungan inflasi? Base effect adalah fenomena di mana perubahan harga dibandingkan dengan periode sebelumnya, bukan dengan harga saat ini. Ini menjelaskan mengapa inflasi bisa tetap positif meskipun harga sudah turun.

Join the discussion