BI Tegaskan Arah Kebijakan Tak Berubah Pasca Mundurnya Perry Warjiyo
Pergantian kepemimpinan di Bank Indonesia tidak mengubah arah kebijakan yang telah ditetapkan. Destry Damayanti, yang kini menjabat sebagai Pejabat Gubernur
Destry Damayanti: Kebijakan Bank Indonesia Tetap Stabil Setelah Pergantian Pimpinan
Wartanaya.com – Pergantian kepemimpinan di Bank Indonesia tidak mengubah arah kebijakan yang telah ditetapkan. Destry Damayanti, yang kini menjabat sebagai Pejabat Gubernur Sementara, menegaskan bahwa komitmen bank sentral untuk menjaga stabilitas ekonomi tetap solid. Pernyataan ini disampaikan setelah Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur BI pada Sabtu (26/7).
Presiden Prabowo kemudian menunjuk Destry untuk memimpin BI secara sementara. Sesuai ketentuan dalam UU Bank Indonesia, ketika terjadi kekosongan jabatan, posisi Gubernur otomatis dijalankan oleh Pejabat Gubernur Sementara yang berasal dari Deputi Gubernur Senior. Masa jabatan sementara ini akan berlangsung hingga Presiden mengusulkan calon baru dan memperoleh persetujuan dari DPR untuk menetapkan gubernur definitif.
Komitmen Terhadap Stabilitas Rupiah dan Inflasi
“Kita masih ada lima anggota di Dewan Gubernur BI. Dengan posisi saat ini, kami akan tetap komitmen untuk menjaga nilai tukar rupiah dan inflasi,” kata Destry dalam sambutannya yang disampaikan secara daring di pertemuan dengan redaktur media massa, di Parapat, Sumatra Utara, pada Jumat (31/7).
Destry menjelaskan bahwa fokus utama BI saat ini adalah menjaga stabilitas rupiah melalui pengoptimalan seluruh instrumen kebijakan yang tersedia. Bank sentral akan terus aktif di pasar melalui berbagai mekanisme intervensi, baik di pasar spot maupun Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).
Hasil Positif Implementasi GPIPS
Untuk mengendalikan inflasi, BI bekerja sama dengan Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) lewat Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS). Program ini merupakan transformasi dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
Implementasi GPIPS telah menunjukkan hasil yang positif di berbagai daerah. Hingga Juli 2026, realisasi program optimalisasi Good Agricultural Practices (GAP) mencapai 242 program atau 137,50% dari target nasional. Kerja Sama Antar Daerah (KAD) juga melampaui target dengan realisasi 267 nota kesepahaman atau 176,82% dari target.
Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) mencapai 785 program atau 303,09% dari target. Adapun Gerakan Pasar Murah (GPM) terlaksana sebanyak 10.669 kegiatan atau 67,22% dari target tahunan dan akan terus diakselerasi hingga akhir tahun.
