Skip to content
Varia

Komitmen ESG BNI Wujudkan Pelestarian Mangrove Berkelanjutan

Richard Jackson - wartanaya.com 3 mins read

Menyambut Hari Mangrove Sedunia yang jatuh pada tanggal 26 Juli, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau yang lebih dikenal sebagai BNI kembali menegaskan

Komitmen ESG BNI Wujudkan Pelestarian Mangrove Berkelanjutan

Komitmen ESG BNI Wujudkan Pelestarian Mangrove Berkelanjutan: Program TJSL BNI Berbagi Ciptakan Dampak Nyata bagi Lingkungan dan Masyarakat Pesisir Indonesia

Wartanaya.com – Menyambut Hari Mangrove Sedunia yang jatuh pada tanggal 26 Juli, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau yang lebih dikenal sebagai BNI kembali menegaskan Komitmen ESG BNI Wujudkan Pelestarian ekosistem pesisir Indonesia melalui berbagai inisiatif strategis. Sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia, BNI terus menunjukkan dedikasinya dalam mendukung keberlanjutan lingkungan melalui program-program yang terukur dan berdampak luas bagi masyarakat.

Upaya pelestarian ini tidak hanya berfokus pada rehabilitasi hutan bakau, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Inisiatif tersebut merupakan wujud nyata dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang dijalankan oleh BNI secara konsisten. Melalui pendekatan holistik, BNI memastikan bahwa setiap program yang dijalankan memberikan manfaat ganda, baik bagi lingkungan maupun masyarakat.

Penanaman Ribuan Bibit di Kawasan Strategis Seluruh Indonesia

Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BNI Berbagi, perseroan telah berhasil menanam sebanyak 258.000 bibit mangrove dalam kurun waktu delapan tahun terakhir. Penanaman ini dilakukan di berbagai kawasan pesisir strategis, antara lain Mempawah di Kalimantan Barat, Kebumen di Jawa Tengah, Kepulauan Seribu di DKI Jakarta, serta Banyuwangi dan Pamekasan di Jawa Timur. Setiap lokasi dipilih berdasarkan potensi ekologis dan kebutuhan masyarakat setempat.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menjelaskan bahwa rehabilitasi mangrove merupakan salah satu strategi BNI dalam membangun ketahanan kawasan pesisir melalui pendekatan Nature-based Solutions (NbS). Langkah ini juga sejalan dengan arah transformasi BUMN di bawah Danantara Indonesia yang berfokus pada penciptaan nilai tambah berkelanjutan bagi masyarakat dan perekonomian nasional dengan semangat melayani sepenuh hati.

“Kami melibatkan kelompok tani dan warga mulai dari pembibitan, penanaman, hingga pengembangan ekowisata dan produk olahan mangrove agar manfaat konservasi dapat dirasakan secara langsung,” ujar Okki dalam keterangan tertulis, Minggu (26/7).

Manfaat Ganda untuk Lingkungan dan Ekonomi Lokal

Selain berfungsi sebagai penyerap karbon alami atau carbon sink, mangrove juga memiliki peran penting dalam melindungi kawasan pesisir dari abrasi, gelombang tinggi, dan kenaikan muka air laut. Ekosistem ini menjadi habitat vital bagi berbagai biota laut yang menopang aktivitas perikanan sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya pesisir. Dengan demikian, Komitmen ESG BNI Wujudkan Pelestarian mangrove menjadi fondasi penting bagi ketahanan pangan dan ekonomi pesisir.

Pendekatan tersebut turut mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi berbasis mangrove, mulai dari ekowisata hingga pengembangan produk olahan, sehingga manfaat rehabilitasi tidak berhenti pada aspek lingkungan, tetapi juga memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir. Masyarakat lokal dilibatkan secara aktif dalam setiap tahap program, mulai dari perencanaan hingga implementasi.

Dampak program tersebut pun telah terukur. Evaluasi terhadap Program Regenerasi Hutan Mangrove di Banyuwangi menunjukkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 84,09 persen, yang mencerminkan tingginya apresiasi masyarakat terhadap kualitas pelaksanaan dan manfaat program. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa pendekatan partisipatif yang diterapkan BNI berhasil menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.

Okki menegaskan, semangat Swadharma Bhakti Nagara mendorong BNI untuk terus menghadirkan program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat, BNI memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan untuk program lingkungan memberikan return yang optimal bagi masyarakat.

“Oleh karena itu, setiap inisiatif TJSL kami diarahkan agar mampu menciptakan dampak yang berkelanjutan bagi lingkungan sekaligus memperkuat perekonomian lokal,” tuturnya.

Ekspansi Kolaborasi dan Visi Ke Depan

Ke depan, BNI akan terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, komunitas, kelompok tani, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat rehabilitasi mangrove sekaligus mengembangkan ekonomi berbasis ekosistem pesisir. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan program dan meningkatkan efektivitas implementasi di berbagai wilayah.

Sejalan dengan transformasi BUMN di bawah Danantara Indonesia, upaya tersebut diharapkan dapat menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan Komitmen ESG BNI Wujudkan Pelestarian yang konsisten, BNI berkomitmen untuk terus menjadi pionir dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Join the discussion