Google Sebut AI Berpotensi Ciptakan 510 Ribu Lapangan Kerja Baru di Indonesia
Indonesia sedang menghadapi momentum emas dalam transformasi digitalnya. Google Sebut AI Berpotensi Ciptakan 510 Ribu Lapangan Kerja Baru di Indonesia, sebuah
Google Sebut AI Berpotensi Ciptakan 510 Ribu Lapangan Kerja Baru
Wartanaya.com – Indonesia sedang menghadapi momentum emas dalam transformasi digitalnya. Google Sebut AI Berpotensi Ciptakan 510 Ribu Lapangan Kerja Baru di Indonesia, sebuah proyeksi yang menunjukkan betapa besarnya peluang ekonomi yang bisa diraih melalui adopsi teknologi kecerdasan buatan. Estimasi ini tidak hanya mencakup penambahan jumlah pekerjaan, tetapi juga peningkatan kualitas dan diversifikasi sektor ketenagakerjaan di berbagai industri nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Markham Erickson, Vice President Government Affairs and Public Policy Centers of Excellence Google, dalam acara Google AI & YouTube untuk Ekonomi Kreatif yang diselenggarakan di Jakarta pada Kamis (23/7). Erickson menjelaskan bahwa perkembangan AI melampaui fungsi tradisional sebagai pelengkap pekerjaan yang sudah ada. Teknologi ini justru membuka ruang bagi terciptanya industri dan profesi yang sama sekali baru dalam ekosistem ekonomi digital Indonesia.
AI bukan hanya melengkapi pekerjaan yang ada, tetapi juga menciptakan industri dan lapangan kerja yang sama sekali baru, kata Erickson dalam paparannya di Jakarta.
UMKM: Sektor yang Belum Dimanfaatkan Secara Optimal
Meskipun potensinya sangat besar, sebagian pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) belum sepenuhnya memanfaatkan AI. Saat ini, hanya sekitar 14,5% UMKM yang telah mengadopsi teknologi tersebut dalam operasional bisnis mereka. Padahal, penerapan AI secara masif di sektor ini dapat menambah nilai ekonomi hingga Rp 910 triliun, yang setara dengan hampir 4% dari produk domestik bruto Indonesia. Angka ini menunjukkan betapa besar potensi yang masih tertinggal untuk dieksplorasi.
Veronica Utami, Country Director Google Indonesia, menyoroti antusiasme masyarakat terhadap AI generatif yang sangat tinggi. Kreator di Indonesia kini menghasilkan hampir 9 juta gambar berbasis AI setiap hari, menjadikannya angka tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar teknologi, tetapi juga aktif memanfaatkannya untuk menghasilkan karya kreatif yang berkualitas tinggi.
Ini sangat luar biasa, tidak hanya produktif tapi juga kreatif, ujar Veronica saat membahas tren AI di Indonesia.
Kontribusi Ekosistem YouTube terhadap Perekonomian
Perkembangan ekonomi kreator di Indonesia juga semakin pesat. Berdasarkan data dari YouTube Impact Report, ekosistem YouTube menyumbang lebih dari Rp 8,4 triliun terhadap PDB Indonesia pada tahun 2023. Platform tersebut juga menopang lebih dari 190 ribu lapangan pekerjaan. Menariknya, sekitar 81% kreator Indonesia memperoleh pendapatan dari penonton di luar negeri, membuktikan bahwa konten lokal semakin mampu menembus pasar global dan bersaing di kancah internasional.
Untuk mempercepat adopsi teknologi digital, Google.org mengumumkan hibah sebesar US$ 1,5 juta atau sekitar Rp 26,9 miliar kepada Indonesia Open Network (ION). Program ini dikembangkan bersama Kementerian UMKM dan Kementerian Komunikasi dan Digital, dengan dukungan infrastruktur dari Google Cloud. Hibah ini menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa manfaat AI dapat dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat Indonesia.
ION dirancang sebagai infrastruktur publik digital yang memungkinkan pelaku usaha mikro, khususnya di wilayah pedesaan, langsung memulai bisnis daring tanpa harus mengeluarkan biaya awal yang besar. Dalam tahap pertamanya, ION akan memberdayakan hingga 100 ribu usaha mikro dan wirausahawan di pedesaan untuk bisa mulai berjualan secara online seketika, bahkan tanpa biaya awal yang memberatkan, seperti yang dijelaskan Veronica.
Membangun Bisnis Berbasis Kekayaan Intelektual
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menekankan bahwa perkembangan AI dan platform digital seharusnya tidak hanya dimanfaatkan untuk meningkatkan jumlah pengikut atau penonton. Menurut dia, kreator Indonesia perlu mulai membangun bisnis berbasis kekayaan intelektual atau intellectual property (IP). Pendekatan ini akan membantu kreator mendapatkan pendapatan yang lebih stabil dan berkelanjutan dari karya-karya mereka.
Ia mencontohkan sejumlah kreator lokal yang mulai mengembangkan karakter digital menjadi produk komersial mulai dari lisensi, merchandise, hingga kolaborasi dengan berbagai industri. Irene berharap lebih banyak kreator Indonesia melakukan hal serupa, bagaimana sebuah merek yang awalnya hanya hidup di dunia digital kemudian berkembang menjadi bisnis nyata melalui lisensi, merchandise, kemitraan, hingga berbagai model bisnis lainnya.
Beberapa tahun lalu kita melihat perusahaan-perusahaan telekomunikasi berkembang ke berbagai bidang baru. Hal yang sama dapat terjadi pada karya-karya kreatif, ujarnya.
Dengan demikian, AI dapat menjadi alat untuk meningkatkan produktivitas kreator. Dengan begitu mereka mampu membangun usaha yang lebih besar tanpa harus menambah banyak sumber daya manusia. Potensi ini sejalan dengan estimasi Google bahwa teknologi ini mampu menciptakan lebih dari 510 ribu lapangan kerja baru di Indonesia, membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
