Skip to content
Teknologi

Amazon PHK Karyawan Unit AI Meski Tengah Investasi Jumbo untuk Kejar OpenAI

Richard Jackson - wartanaya.com 3 mins read

Perusahaan teknologi raksasa ini kembali melakukan pemotongan tenaga kerja di tengah masa-masa investasi besar-besaran untuk pengembangan kecerdasan buatan

Amazon PHK Karyawan Unit AI Meski Tengah Investasi Jumbo untuk Kejar OpenAI

Amazon PHK Karyawan Unit AI Meski Sedang Gencar Investasi untuk AI

Wartanaya.com – Perusahaan teknologi raksasa ini kembali melakukan pemotongan tenaga kerja di tengah masa-masa investasi besar-besaran untuk pengembangan kecerdasan buatan. Langkah strategis ini menargetkan sebagian staf di unit Artificial General Intelligence (AGI), divisi yang menjadi ujung tombak dalam pengembangan model AI untuk masa depan perusahaan.

Konfirmasi mengenai pemutusan hubungan kerja ini telah disampaikan oleh juru bicara resmi Amazon. Mereka menjelaskan bahwa penghapusan sejumlah posisi merupakan bagian dari upaya untuk mempertajam fokus organisasi pada proyek-proyek AI yang dianggap paling krusial bagi kebutuhan pelanggan global.

“Ini adalah bidang yang bergerak sangat cepat, dan kami mempertajam fokus pada inisiatif yang paling penting bagi pelanggan sehingga kami dapat bergerak lebih cepat pada hal-hal yang benar-benar penting,” ujar juru bicara Amazon, sebagaimana dikutip dari CNBC internasional pada Rabu (23/7).

Perusahaan belum memberikan rincian spesifik mengenai jumlah karyawan yang terdampak maupun divisi mana saja yang terkena dampak langsung dari keputusan ini. Namun, berdasarkan unggahan beberapa pegawai di platform LinkedIn, mereka yang menangani kustomisasi model AI serta pelatihan pasca-pemodelan termasuk dalam daftar yang kehilangan pekerjaan.

Pergeseran Strategi dari Perekrutan ke Infrastruktur

Langkah ini mencerminkan pergeseran strategi perusahaan teknologi raksasa yang mulai mengalihkan belanja dari perekrutan tenaga kerja menuju pembangunan infrastruktur AI. Infrastruktur yang dimaksud mencakup pusat data, chip, serta large language model (LLM) yang menjadi fondasi pengembangan AI.

Ironisnya, pemotongan karyawan dilakukan ketika Amazon justru meningkatkan investasi AI dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Perusahaan memperkirakan belanja modal tahun ini mencapai US$ 200 miliar atau sekitar Rp 3.582 triliun dengan kurs Rp 17.909 per US$, naik lebih dari 50% dibandingkan tahun lalu.

Dana tersebut akan digunakan untuk memperluas kapasitas pusat data, memperkuat komputasi awan, dan mengembangkan teknologi AI agar mampu bersaing dengan OpenAI, Anthropic, maupun Google. Selain menggunakan kas internal, Amazon juga menghimpun utang hingga puluhan miliar dolar AS untuk mendanai ekspansi infrastruktur AI tersebut.

Posisi AGI dalam Strategi AI Amazon

Unit AGI menjadi bagian penting dalam strategi AI Amazon. Divisi ini mengembangkan model AI fondasi, termasuk keluarga model Nova yang diperkenalkan pada 2024, serta menaungi tim pengembangan silikon AI dan komputasi kuantum.

Meski demikian, Amazon mengakui produknya masih tertinggal dibandingkan para pesaing. Kepala AGI Amazon, Peter DeSantis, dalam wawancara dengan CNBC bulan lalu mengatakan model AI Amazon belum berada di garis terdepan.

Ia mengatakan perusahaan tengah memperkuat kemampuan model tersebut dan menargetkan Amazon memiliki salah satu model AI paling cerdas di industri. Amazon PHK Karyawan Unit AI Meski – keputusan ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak lagi hanya mengandalkan jumlah karyawan, tetapi juga efisiensi operasional.

Kelanjutan Efisiensi Sejak Pandemi

Restrukturisasi ini juga menjadi kelanjutan dari efisiensi yang telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir. Setelah merekrut besar-besaran selama pandemi Covid-19, Amazon telah memangkas lebih dari 30 ribu karyawan sejak 2022 dan terus melakukan pengurangan tenaga kerja melalui putaran PHK yang lebih kecil.

Keputusan memangkas sebagian tim AGI menunjukkan bahwa persaingan AI tidak lagi hanya bergantung pada jumlah talenta yang dimiliki perusahaan. Raksasa teknologi kini lebih memprioritaskan efisiensi organisasi sambil menggelontorkan investasi yang semakin besar untuk membangun infrastruktur komputasi, cip, dan model AI yang dapat bersaing di pasar global.

Langkah Amazon juga terjadi menjelang pengumuman laporan keuangan kuartal II yang dijadwalkan pekan depan. Investor diperkirakan akan mencermati sejauh mana belanja AI bernilai ratusan miliar dolar tersebut mampu meningkatkan daya saing Amazon di tengah persaingan yang semakin ketat dengan OpenAI, Google, dan Anthropic.

Join the discussion