Investor Cina Kembangkan Bandara Maleo di Marowali Sulteng
Kerjasama antara Kementerian Perhubungan dengan pihak Tiongkok telah menghasilkan pengembangan signifikan pada Bandar Udara Maleo yang berlokasi di Kabupaten
Kemitraan Indonesia-Tiongkok Perkuat Bandara Maleo di Morowali
Wartanaya.com – Kerjasama antara Kementerian Perhubungan dengan pihak Tiongkok telah menghasilkan pengembangan signifikan pada Bandar Udara Maleo yang berlokasi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas penerbangan serta memperlancar pergerakan masyarakat di kawasan tersebut.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan rasa terima kasih atas nama Pemerintah Republik Indonesia kepada Republik Rakyat Tiongkok dan PT Zhenshi Indonesia Industrial Park. Dukungan kedua pihak tersebut sangat berarti bagi kemajuan pembangunan dan pengembangan fasilitas bandara.
Penandatanganan Naskah Hibah
Proses penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah dan Berita Acara Serah Terima telah dilakukan secara resmi. Dokumen tersebut menandai serah terima pembangunan serta pengembangan Bandar Udara Maleo dari PT Zhenshi Indonesia Industrial Park kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
Menurut Menhub, momen ini merupakan langkah strategis yang akan memperkuat konektivitas udara nasional. Selain itu, pengembangan ini juga mendukung kawasan industri sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan transportasi bagi masyarakat luas.
“Hari ini kita tidak hanya menyaksikan penyelesaian sebuah proyek infrastruktur, tetapi juga wujud nyata dari kemitraan yang memberikan manfaat bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Dudy.
Detail Pekerjaan dan Nilai Hibah
Pekerjaan pengembangan yang telah dilakukan mencakup berbagai aspek teknis. Di antaranya adalah penataan runway strip dan Runway End Safety Area (RESA), perbaikan tanah menggunakan metode CFG Pile, serta perpanjangan landas pacu sepanjang 300 meter dengan lebar 30 meter.
Selain itu, pembangunan turning area, pemasangan pagar sisi udara, dan penyempurnaan marka landasan juga menjadi bagian dari proyek ini. Seluruh pekerjaan tersebut mencakup area seluas 54.011,95 meter persegi dengan nilai hibah mencapai Rp177,99 miliar.
“Ke depan kami berkomitmen membangun sektor penerbangan yang selamat, aman, nyaman, dan berkelanjutan serta menyambut setiap kemitraan yang mendukung peningkatan kualitas dan keandalan layanan penerbangan nasional,” tutur Menhub.
Perencanaan Jangka Panjang
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub akan melanjutkan peningkatan fasilitas melalui penguatan perkerasan landas pacu, pelebaran apron, serta penyediaan fasilitas navigasi dan visual aid. Upaya ini dilakukan agar bandara mampu melayani pesawat berkapasitas lebih besar dengan tetap mengedepankan standar keselamatan, keamanan, dan pelayanan penerbangan.
Keberadaan bandara yang semakin andal diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat, pelaku usaha, tenaga kerja, maupun distribusi logistik sehingga meningkatkan daya saing wilayah.
Kerjasama Penerbangan yang Terus Berkembang
Kerja sama Indonesia dan Tiongkok di bidang penerbangan terus menunjukkan perkembangan positif. Salah satu wujudnya adalah penyelenggaraan 17th ASEAN-China Working Group on Regional Air Services Arrangements (ACWG-RASA) di Yogyakarta pada 7–9 Juli 2026.
Dalam semangat kemitraan tersebut, Indonesia juga mengharapkan dukungan dari Tiongkok terhadap pencalonan Indonesia sebagai anggota Dewan ICAO (ICAO Council). Hal ini merupakan wujud komitmen untuk memberikan kontribusi yang konstruktif bagi kemajuan penerbangan sipil internasional dan kepentingan bersama di kawasan Asia Pasifik.
