Waspada, Nama Deputi Gubernur BI dan Menkeu Dicatut Hoaks Rekomendasi Saham
Waspada Nama Deputi Gubernur BI dan Menkeu yang kini menjadi target pencatutan identitas dalam hoaks digital semakin meningkat. Fenomena ini menunjukkan
Bank Indonesia dan Kemenkeu Keluarkan Peringatan Soal Hoaks Deepfake
Wartanaya.com – Waspada Nama Deputi Gubernur BI dan Menkeu yang kini menjadi target pencatutan identitas dalam hoaks digital semakin meningkat. Fenomena ini menunjukkan betapa canggihnya teknologi kecerdasan buatan dalam menciptakan konten palsu yang meyakinkan. Bank Indonesia (BI) resmi mengonfirmasi adanya video rekayasa yang menampilkan wajah dan suara Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti dengan sangat jelas.
Konten palsu ini mengajak warganet bergabung ke grup WhatsApp guna memperoleh saran investasi saham dengan janji penghasilan mencapai Rp 100 juta setiap bulannya. Melalui akun Instagram resmi mereka, @bank_indonesia, BI menyampaikan klarifikasi pada Rabu (22/7). Pernyataan resmi tersebut menegaskan bahwa rekaman video tersebut murni hasil manipulasi AI dan bukan merupakan ucapan resmi dari pejabat bank sentral.
“Dapat dipastikan video tersebut adalah hasil rekayasa AI atau kecerdasan buatan dan bukan merupakan pernyataan dari Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia,” kata Bank Indonesia melalui akun Instagram resmi @bank_indonesia, Rabu (22/7).
Klaim Palsu yang Berpotensi Menjerat Hukuman Pidana
Menurut BI, seluruh pejabat dan figur di lingkungan bank sentral tidak pernah memberikan rekomendasi saham. Selain itu, ajakan untuk berinvestasi dengan imbalan berlipat maupun undangan bergabung ke grup WhatsApp pribadi juga bukan merupakan kebijakan resmi. Masyarakat perlu memahami bahwa setiap klaim investasi yang mengatasnamakan pejabat BI harus diverifikasi terlebih dahulu.
“Hoax! Yang mencatut foto dan suara Deputi Gubernur Senior BI untuk menyebarkan informasi palsu tersebut dapat merugikan banyak kalangan,” kata Bank Indonesia.
Penyebaran konten manipulasi semacam ini memiliki konsekuensi hukum yang serius. Masyarakat yang terlibat bisa menghadapi tuntutan pidana atas dugaan penipuan maupun pencemaran nama baik sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. BI mengimbau masyarakat untuk lebih teliti terhadap setiap informasi yang mengatasnamakan institusi tersebut.
Jika menemukan konten mencurigakan, publik dapat menghubungi contact center BI Bicara melalui telepon 131 atau WhatsApp di nomor 081-131-131-131. Alternatif lain adalah melaporkan melalui media sosial resmi Bank Indonesia. Langkah-langkah ini membantu mencegah penyebaran hoaks lebih lanjut.
Menteri Keuangan Purbaya Juga Menjadi Target Hoaks
Tidak hanya Destry Damayanti, Menkeu Purbaya juga menjadi korban pencatutan identitas dalam hoaks serupa. Foto menteri keuangan ditemukan di media sosial bersama narasi yang mengajak masyarakat mengakses tautan untuk masuk ke grup WhatsApp. Kasus ini menunjukkan bahwa pejabat tinggi pemerintah menjadi target utama pencatutan identitas digital.
Kutipan dari tangkapan layar akun Instagram Hubamirtfe Gecrockstu menyebutkan, “Kalau mau ikut, bisa masuk ke grup lewat link di bawah. Nanti saya bimbing pelan-pelan sampai paham.” Sayangnya, akun tersebut kini sudah tidak dapat diakses di platform media sosial. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku hoaks sering kali menghapus akun setelah menyebarkan konten palsu.
Sebelumnya, pada 2 Juni 2026, nama Purbaya juga pernah muncul dalam video hoaks deepfake. Dalam rekaman tersebut, Menkeu seolah-olah mencari 100 orang pendaftar tercepat untuk menerima bantuan. PPID Kemenkeu melalui akun Instagram @ppid.kemenkeu telah mengonfirmasi bahwa video tersebut adalah rekayasa dan masyarakat diharapkan waspada.
“Video tersebut merupakan video hoaks deepfake. Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran video dan berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Keuangan Purbaya,” kata PPID Kemenkeu lewat akun Instagram @ppid.kemenkeu.
Kasus-kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat Indonesia untuk tidak mudah percaya terhadap konten viral tanpa verifikasi. Dengan semakin canggihnya teknologi deepfake, kewaspadaan menjadi kunci utama dalam melindungi diri dari penipuan digital.
