Skip to content
Korporasi

Main Agenda: PT Pegadaian Jadi Bagian Pendirian IBMA, Siap Integrasikan Ekosistem Emas

Patricia Thomas - wartanaya.com 3 mins read

A, Siap Bangun Ekosistem Emas Modern Main Agenda menjadi fokus utama dalam pengembangan industri emas nasional, dengan pembentukan Indonesia Bullion Market

Main Agenda: PT Pegadaian Jadi Bagian Pendirian IBMA, Siap Integrasikan Ekosistem Emas

PT Pegadaian Terlibat dalam Pendirian IBMA, Siap Bangun Ekosistem Emas Modern

Main Agenda menjadi fokus utama dalam pengembangan industri emas nasional, dengan pembentukan Indonesia Bullion Market Association (IBMA) sebagai langkah strategis. Acara Sidang Pleno IBMA dilaksanakan di Pegadaian Tower, Jakarta, pada Senin (20/7), yang mengumpulkan para pemain utama sektor emas. Pertemuan ini menandai akhir fase legalitas pendirian lembaga baru tersebut, sekaligus membuka era baru untuk membangun pasar bullion yang modern, terpadu, dan kompetitif secara global. Ekosistem emas yang dicanangkan akan mengintegrasikan seluruh tahapan mulai dari pertambangan hingga keuangan, menciptakan sinergi yang lebih kuat.

Torehkan Momen Baru dalam Pengembangan Pasar Emas

Adanya IBMA dianggap sebagai kemajuan signifikan dalam mendorong transformasi ekosistem emas Indonesia. Dengan keanggotaan dari berbagai pemain industri, lembaga ini berharap mampu mengubah paradigma masyarakat dan perusahaan tentang emas, menjadikannya bukan hanya sebagai instrumen penyimpanan nilai, tetapi juga sebagai aset keuangan yang aktif dan likuid. Proses pendirian IBMA memperkuat komitmen pemerintah dan pelaku usaha untuk mengoptimalkan potensi sumber daya emas nasional dalam era globalisasi.

Ketua Umum IBMA Ditetapkan dalam Sidang Pleno

Dalam Sidang Pleno yang berlangsung, Selfie Dewiyanti, Direktur Pemasaran, Penjualan & Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero), ditetapkan sebagai Ketua Umum IBMA. Jabatan ini diharapkan memperkuat peran strategis Pegadaian dalam menggerakkan inisiatif ekosistem emas nasional. Selain itu, acara tersebut menyaksikan penandatanganan berita acara pleno, serta pengesahan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) yang akan menjadi dasar operasional IBMA.

Pendirian IBMA melalui kesepakatan 11 perusahaan utama pada 6 Maret 2026, yang kemudian diselesaikan secara administratif oleh tiga tim khusus di bawah arahan Bapak Ferry Irawan, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kemenko RI. Proses ini menggambarkan kolaborasi yang terstruktur antar pelaku industri untuk mewujudkan Main Agenda penguatan pasar bullion Indonesia.

Potensi Emas Nasional Akan Dimaksimalkan

Indonesia, sebagai produsen emas terbesar di Asia Tenggara, memiliki peluang besar untuk menjadi pusat distribusi global. Namun, hingga saat ini, potensi ini belum sepenuhnya diaktifkan karena kurangnya koordinasi antar sektor. IBMA diharapkan menjadi wadah pengelolaan standar industri emas secara bersama, dengan memperkuat rantai pasok dari hulu hingga hilir. Lembaga ini juga bertujuan mengakselerasi pertumbuhan industri emas melalui inovasi dan integrasi layanan keuangan.

Peran PT Pegadaian dalam Main Agenda IBMA terlihat melalui dukungan infrastruktur yang diberikan. Perusahaan ini menyediakan kantor sekretariat dan ruang rapat utama, yang menjadi pusat kegiatan IBMA. Lokasi ini dipilih karena Pegadaian telah berkembang sebagai lembaga yang terintegrasi dalam ekosistem emas nasional, dengan penyediaan layanan seperti Bank Emas, ATM Emas, dan Toko retail Galeri 24. Selain itu, laboratorium G-Lab yang melakukan uji kadar emas juga menjadi elemen pendukung utama.

Penguatan Infrastruktur Ekosistem Emas

Penyediaan fasilitas infrastruktur oleh PT Pegadaian menjadi langkah penting dalam memastikan keberhasilan Main Agenda IBMA. Dengan kantor sekretariat yang berlokasi di area sentral, diharapkan komunikasi antar anggota lembaga ini lebih cepat dan efektif. Fasilitas tersebut juga memperkuat kemampuan IBMA dalam mendorong edukasi keuangan emas yang transparan dan terjangkau bagi masyarakat luas.

Pengelolaan pasar bullion modern akan memperkuat daya saing industri emas Indonesia di tingkat internasional. Lembaga seperti IBMA dianggap mampu menjadi jembatan antara produksi emas domestik dan permintaan global, serta memberikan solusi inovatif bagi perbankan dan investor. Perkembangan ini juga memberikan ruang bagi pertumbuhan sektor UMKM dalam menyediakan layanan emas yang lebih aksesibel dan berkelanjutan.

“Main Agenda pendirian IBMA adalah langkah konkrit untuk mengubah cara industri emas beroperasi, sekaligus membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Selfie Dewiyanti dalam pernyataan resmi, Selasa (21/7). Ia menekankan bahwa sinergi antar anggota IBMA akan menciptakan nilai tambah yang lebih besar, baik bagi pelaku usaha maupun masyarakat.

Join the discussion