Skip to content
Korporasi

New Policy: Gerai Bertambah, Fore Coffee (FORE) Cetak Pendapatan Rp 1 Triliun di Semester I

Lisa Davis - wartanaya.com 2 mins read

New Policy: Fore Coffee (FORE) Capai Pendapatan Rp 1 Triliun, Ekspansi Gerai Berlanjut New Policy - Di bawah New Policy yang diterapkan, Fore Kopi Indonesia

New Policy: Gerai Bertambah, Fore Coffee (FORE) Cetak Pendapatan Rp 1 Triliun di Semester I

New Policy: Fore Coffee (FORE) Capai Pendapatan Rp 1 Triliun, Ekspansi Gerai Berlanjut

New Policy – Di bawah New Policy yang diterapkan, Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) mencatatkan pendapatan mencapai Rp 1 triliun dalam semester pertama 2026, naik 52% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini menjadi bukti keberhasilan strategi perusahaan dalam mengekspansi jaringan gerai dan meningkatkan performa keuangan.

Kontribusi Ekspansi Gerai pada Pertumbuhan Pendapatan

Peningkatan pendapatan Fore Coffee secara signifikan didukung oleh kebijakan ekspansi gerai yang menjadi fokus utama dalam New Policy. Perusahaan terus menambah jumlah toko, baik di dalam maupun luar negeri, untuk memperluas basis konsumen. Sejak Januari hingga Juni 2026, total toko aktif mencapai 363 unit, naik dari 259 unit pada semester I 2025. Dengan tambahan 10 toko Fore Donut dan 4 unit Fore Coffee di Singapura, jaringan usaha kini mencakup 377 gerai yang tersebar di lebih dari 60 kota.

Ekspansi ini tidak hanya meningkatkan volume penjualan, tetapi juga berdampak pada pertumbuhan laba bersih yang mencapai Rp 56,5 miliar, tumbuh 34% dari Rp 42 miliar pada tahun sebelumnya. Selain itu, EBITDA perusahaan melonjak 65% menjadi Rp 216 miliar, naik dari Rp 131 miliar di semester I 2025, menunjukkan efektivitas New Policy dalam memperkuat profitabilitas.

Strategi New Policy: Membangun Standar Operasional dan Pengelolaan Dana IPO

Presiden Direktur Fore Kopi Indonesia, Vico Lomar, menjelaskan bahwa New Policy mencakup disiplin dalam menjaga standar operasional. “Kinerja semester pertama menunjukkan konsistensi kami dalam menjaga standar operasional serta memaksimalkan penggunaan dana IPO,” katanya dalam pernyataan di Jakarta, Senin (20/7). Kebijakan ini memastikan bahwa setiap penambahan gerai dilakukan secara strategis, mulai dari kualitas produk hingga pengalaman pelanggan.

Perusahaan juga berkomitmen untuk mengoptimalkan dana IPO dalam memperkuat jaringan usaha. Dengan pendapatan yang mencapai Rp 1 triliun, Fore Coffee mengalokasikan dana tersebut untuk memperluas operasional dan meningkatkan infrastruktur. Dalam wawancara tambahan, Vico menekankan bahwa New Policy melibatkan aspek seperti pengelolaan rantai pasok, pelatihan staf, dan pemasaran yang terpadu untuk memastikan keberlanjutan pertumbuhan.

Ekspansi pada 2026 juga mencakup langkah-langkah konkret untuk menjangkau pasar baru. Dua toko Fore Donut yang dibuka pada akhir 2025 kini ditambah delapan cabang baru selama semester I 2026, termasuk di Surabaya. “New Policy kami mencakup peningkatan layanan pelanggan dan pengembangan merek yang lebih kuat,” tambahnya. Pertumbuhan ini sejalan dengan permintaan yang meningkat di berbagai kota Indonesia, terutama dalam segmen makanan dan minuman premium dengan harga terjangkau.

Merek Fore Coffee juga telah mencapai sertifikasi halal di awal Juli 2026, sebagai bagian dari inisiatif New Policy untuk memperkuat daya tarik produk. Dengan sertifikasi tersebut, perusahaan berencana membuka gerai di Bandara Internasional Soekarno-Hatta serta Bandung. Langkah ini diharapkan memperluas jangkauan bisnis dan meningkatkan loyalitas pelanggan. Perusahaan menyebutkan bahwa kebijakan ekspansi ini akan berlanjut di semester kedua 2026, dengan target menambah ratusan gerai di berbagai wilayah.

Join the discussion