Skip to content
Energi

New Policy: Dari Medan hingga Palembang, Pertamina Tempuh Beragam Strategi Atasi Antrean BBM

Anthony Taylor - wartanaya.com 3 mins read

Pertamina Terapkan New Policy untuk Mengatasi Antrean BBM di Sumatera New Policy - Pertamina Patra Niaga meluncurkan New Policy sebagai strategi terbaru untuk

New Policy: Dari Medan hingga Palembang, Pertamina Tempuh Beragam Strategi Atasi Antrean BBM

Pertamina Terapkan New Policy untuk Mengatasi Antrean BBM di Sumatera

New Policy – Pertamina Patra Niaga meluncurkan New Policy sebagai strategi terbaru untuk menangani antrean bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di beberapa wilayah Sumatera, seperti Medan, Bengkulu, dan Palembang. Kebijakan ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi distribusi, mengoptimalkan pasokan, serta memastikan kelancaran akses BBM subsidi bagi masyarakat. Dengan pendekatan multisektoral, perusahaan berupaya memperbaiki situasi yang memengaruhi kebutuhan harian pengguna BBM, terutama di tengah peningkatan permintaan yang signifikan.

Peningkatan Distribusi di Medan

Pada wilayah Sumatera Utara, Pertamina mengambil langkah konkret dengan menambah kapasitas terminal penyaluran BBM. Integrated Terminal Medan Group beroperasi 24 jam untuk mempercepat proses pengisian, sementara armada mobil tangki juga diperbanyak melalui skema spot charter. Penambahan personel Awak Mobil Tangki (AMT) memastikan distribusi yang lebih cepat, terutama di SPBU yang kerap menjadi titik rawan antrean. Terminal Fuel di Kisaran, Siantar, dan Lhokseumawe menjadi pilar utama dalam memperkuat pasokan ke kota-kota besar dan daerah terpencil.

Kerja Sama Lintas Sektor untuk Mempercepat Aliran BBM

Pertamina tidak hanya mengandalkan internal perusahaan, tetapi juga membangun sinergi dengan berbagai pihak. BPH Migas, TNI, Polri, serta pemerintah daerah berperan penting dalam menjaga keamanan distribusi dan mengelola jaringan SPBU. Hiswana Migas, pengusaha SPBU, dan mitra transportasi turut terlibat dalam menyelaraskan operasional. New Policy ini menjadi penopang utama dalam mengintegrasikan peran seluruh pemangku kepentingan, sehingga alur distribusi BBM lebih efektif dan responsif terhadap dinamika pasar.

“Kebijakan New Policy ini telah memberikan dampak positif di Medan. Antrean BBM mulai berkurang, dan kita bisa melihat perubahan nyata dalam ketersediaan bahan bakar,” jelas Fahrougi Andriani Sumampouw, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, dalam keterangan resmi. Strategi ini tidak hanya fokus pada distribusi fisik, tetapi juga pada pengawasan transaksi, sehingga pengguna BBM subsidi tetap terlindungi.

Penyesuaian Jadwal Operasional di Palembang

Di Sumatera Selatan, Pertamina mengubah pola operasional SPBU sebagai bagian dari New Policy. Sebanyak 13 SPBU di Palembang beroperasi sepanjang hari, sedangkan 8 unit lainnya mengadopsi jadwal pengisian yang diatur secara lebih fleksibel, yaitu dari pukul 21.00 hingga 05.00 WIB. Rusminto Wahyudi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, menjelaskan bahwa penyesuaian ini bertujuan mengurangi antrian kendaraan, meningkatkan akses ke BBM, serta memastikan suplai yang stabil. Hal ini juga didukung oleh peningkatan kapasitas Fuel Terminal Pulau Baai.

Optimasi Pasokan BBM dengan Skema RAE

Untuk memenuhi permintaan BBM secara dinamis, Pertamina menerapkan skema Reguler Alternatif Emergency (RAE) yang menjadi bagian dari New Policy. Sistem ini memungkinkan perusahaan menyesuaikan pasokan sesuai kebutuhan daerah tertentu, terutama saat terjadi peningkatan permintaan. Di Bengkulu, misalnya, alokasi Biosolar ditingkatkan ke SPBU dengan konsumsi yang tinggi, sementara alur distribusi ke Fuel Terminal Pulau Baai juga dipercepat. Selain itu, petugas marshal terus mengawasi antrean dan memastikan pengisian berjalan tertib.

“Dengan New Policy, Pertamina mampu menyesuaikan pasokan BBM secara lebih cepat. Warga kini bisa mengakses bahan bakar dengan lebih mudah, terutama di area yang sebelumnya mengalami kesulitan,” kata Samsuri, seorang pengemudi ojek online di Medan. Kebijakan ini juga memperkuat transparansi dalam penyaluran subsidi, sehingga masyarakat lebih percaya terhadap sistem yang diterapkan.

Evaluasi dan Penyesuaian Pola Konsumsi

Pertamina terus melakukan evaluasi kebutuhan BBM di setiap SPBU untuk memastikan pasokan sesuai dengan permintaan pasar. Dengan mengawasi pola konsumsi, perusahaan dapat menyesuaikan distribusi secara bertahap tanpa mengganggu stabilitas stok. Di daerah perbatasan, misalnya, penyesuaian jadwal pengisian lebih diutamakan untuk menangani lonjakan permintaan. New Policy juga memastikan bahwa setiap keputusan distribusi didasarkan pada data yang akurat, sehingga efisiensi dan keadilan dalam pelayanan BBM tetap terjaga.

Join the discussion