Skip to content
Energi

Special Plan: Berburu Pertalite di Bogor: Keliling Cari SPBU, Pulang Tanpa Bensin

Patricia Thomas - wartanaya.com 3 mins read

i Bogor: Keliling Cari SPBU, Pulang Tanpa Bensin Special Plan - Bulan Juli menjadi bulan yang penuh tantangan bagi pengguna kendaraan bermotor di sejumlah

Special Plan: Berburu Pertalite di Bogor: Keliling Cari SPBU, Pulang Tanpa Bensin

Special Plan: Berburu Pertalite di Bogor: Keliling Cari SPBU, Pulang Tanpa Bensin

Special Plan – Bulan Juli menjadi bulan yang penuh tantangan bagi pengguna kendaraan bermotor di sejumlah wilayah, terutama di Kota dan Kabupaten Bogor. Masyarakat mulai mengeluhkan kekurangan bahan bakar minyak (BBM) subsidi Pertalite, yang menyebabkan antrian panjang di SPBU. Situasi ini memaksa banyak orang untuk berburu Pertalite, bahkan harus berkeliling hingga pulang tanpa bensin.

Krisis Bensin dan Tantangan Harian

Kelangkaan Pertalite di Kota dan Kabupaten Bogor memicu kekacauan di sektor transportasi. Padjar Iswara, seorang pegawai swasta, mengungkapkan bahwa masalah ini berdampak signifikan pada rutinitas sehari-hari. “Saya harus keliling sampai tiga jam hanya untuk mendapatkan 3 liter Pertalite, dan akhirnya pulang tanpa bensin,” katanya. Padjar mengatakan situasi terparah terjadi pada 10 Juli 2026, ketika antrean di SPBU Pasir Kuda mengular hingga ke jalan raya.

Banyak pengendara pun terpaksa berpindah ke SPBU lain, seperti Ciomas Ciapus, atau beralih menggunakan transportasi umum. Padjar, yang biasanya menggunakan sepeda motor, memilih naik kereta api listrik (KRL) untuk bekerja ke Jakarta. “Saya sempat berharap bisa antre bensin saat pulang, tetapi stok di SPBU Pasir Kuda sudah habis,” tambahnya.

Penjelasan dari Pertamina dan Upaya Pemenuhan

Pertamina Patra Niaga memberikan penjelasan bahwa kelangkaan Pertalite terjadi karena pasokan dari Fuel Terminal Plumpang mengalami keterlambatan. Pjs. Area Manager Communication, Relation & CSR Regional JBB PT Pertamina Patra Niaga, Arya Yusa Dwicandra, mengatakan bahwa tiga SPBU di Kota Bogor dan tiga SPBU di Kabupaten Bogor sedang menunggu distribusi. “Special Plan kami sedang dijalankan untuk memastikan pasokan segera teratasi,” jelas Arya kepada Katadata.co.id, Selasa malam (14/7).

Pertamina menyatakan bahwa semua SPBU di wilayah tersebut telah menerima Delivery Order (DO), dan mereka terus mengoptimalkan distribusi agar stok bisa segera mencukupi kebutuhan masyarakat. “Meski ada hambatan, kami tetap berupaya maksimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” lanjut Arya. Ia juga menyarankan masyarakat untuk menggunakan SPBU alternatif yang masih memiliki stok.

Kebutuhan Masyarakat dan Solusi Sementara

Krisis bensin ini memaksa masyarakat Bogor mencari solusi segera. Padjar, yang menceritakan pengalaman antrean hingga 21 Juli, menyebutkan bahwa pasokan Pertalite kembali tersedia pada siang hari, tetapi tetap tidak memadai. “Jumlah SPBU di wilayah ini mencapai 151, tapi banyak yang bermasalah,” ujarnya.

Di sisi lain, Pertamina berupaya mempercepat distribusi BBM subsidi. Arya Yusa Dwicandra menegaskan bahwa tim mereka sedang berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kebutuhan bahan bakar tetap terpenuhi. “Special Plan kami mencakup peningkatan ketersediaan bensin di SPBU, baik di Kota maupun Kabupaten Bogor,” tambahnya.

Peluang dan Tantangan di SPBU Alternatif

Sejumlah SPBU alternatif di Kota dan Kabupaten Bogor mulai menjadi pilihan utama masyarakat. Padjar Iswara, misalnya, mencoba mengisi Pertalite di SPBU Ciomas Ciapus setelah mengetahui stok di SPBU Pasir Kuda habis. “Antreannya jauh lebih ringan di sana, meski tetap memakan waktu 15-20 menit,” katanya. Namun, beberapa pengendara mengeluhkan bahwa SPBU alternatif tidak selalu memiliki pasokan yang memadai.

Kelangkaan Pertalite ini juga memicu perubahan pola mobilitas masyarakat. Banyak orang yang memilih berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan transportasi umum untuk menghindari antrean. “Special Plan dari Pertamina perlu lebih cepat lagi, karena banyak warga yang kehilangan akses ke bensin,” kata salah satu pengguna media sosial.

Kondisi Saat Ini dan Harapan Masyarakat

Saat ini, kelangkaan Pertalite sedikit berkurang, tetapi masyarakat masih waspada. Padjar mengatakan bahwa situasi ini bisa kembali terjadi jika pasokan dari Fuel Terminal Plumpang tidak stabil. “Special Plan perlu diimplementasikan dengan lebih baik agar kelangkaan tidak terulang,” harapnya.

Arya Yusa Dwicandra mengungkapkan bahwa Pertamina sedang memantau kondisi secara real-time dan berkomitmen untuk memperbaiki distribusi. “Kami berharap masyarakat bisa bersabar dan memanfaatkan SPBU yang masih menyediakan Pertalite,” tuturnya. Dengan adanya Special Plan, Pertamina berupaya memastikan kelangkaan bahan bakar tidak mengganggu kebutuhan sehari-hari warga Bogor.

Join the discussion