Skip to content
Industri

Latest Program: Investasi Hilirisasi Tembus Rp 300,1 Triliun, Didominasi Sektor Mineral

Patricia Thomas - wartanaya.com 3 mins read

Latest Program: Investasi Hilirisasi di Indonesia Capai Rp 300 Triliun, Didominasi Sektor Mineral Latest Program - Dalam lima bulan pertama tahun 2026, Latest

Latest Program: Investasi Hilirisasi Tembus Rp 300,1 Triliun, Didominasi Sektor Mineral

Latest Program: Investasi Hilirisasi di Indonesia Capai Rp 300 Triliun, Didominasi Sektor Mineral

Latest Program – Dalam lima bulan pertama tahun 2026, Latest Program investasi hilirisasi di Indonesia mencapai sekitar Rp 300,1 triliun, menunjukkan ketertarikan yang signifikan dari investor terhadap pengembangan sektor industri pemrosesan lokal. Angka ini membuktikan bahwa upaya pemerintah untuk mendorong hilirisasi terus berjalan efektif, terutama di bidang ekspor mineral dan bahan baku yang diproses dalam negeri.

Pelaku Utama: PMA dan PMDN Bersama Mendorong Pertumbuhan Investasi Hilirisasi

Dari total investasi hilirisasi yang tercatat, sekitar 70,9% berasal dari penanaman modal asing (PMA), sedangkan 29,1% dihimpun dari penanaman modal dalam negeri (PMDN). Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat, realisasi investasi nasional pada semester I 2026 mencapai Rp 1.010,6 triliun, atau 49,5% dari target tahunan Rp 2.041,3 triliun. Nilai ini meningkat 7,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, membawa kontribusi besar bagi perekonomian Indonesia.

Latest Program hilirisasi tidak hanya meningkatkan volume investasi, tetapi juga berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja, dengan total sekitar 1,4 juta orang yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Kebijakan ini mendukung penguatan ekosistem industri lokal dan mengurangi ketergantungan pada impor bahan baku. Selain itu, pemerintah terus berupaya mendorong investasi hilirisasi melalui berbagai insentif dan kebijakan yang dirancang untuk meningkatkan daya saing sektor manufaktur nasional.

Ekspor Mineral Jadi Sorotan dalam Latest Program Hilirisasi

Industri pengolahan mineral merupakan sektor utama yang menyerap investasi hilirisasi terbesar pada semester I 2026, dengan nilai mencapai Rp 206,5 triliun. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Kementerian Perindustrian menjadi pihak utama yang mendorong pengembangan ini. Komoditas seperti nikel, tembaga, dan batu bara menjadi fokus utama, karena potensi pasar ekspor yang besar dan kebutuhan industri nasional.

Latest Program hilirisasi juga membuka peluang bagi sektor-sektor lain seperti petrokimia, logam, dan tekstil. Dengan adanya investasi di bidang ini, Indonesia berusaha memperkuat rantai pasok dalam negeri dan meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam. Dukungan dari pemerintah melalui kebijakan regulasi dan fasilitas khusus dinilai menjadi faktor kunci dalam meningkatkan daya tarik sektor hilirisasi bagi investor.

Proses Penyerapan Investasi Hilirisasi di Berbagai Wilayah

Beberapa provinsi menjadi penyerap investasi hilirisasi terbesar pada semester I 2026, antara lain Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan. Provinsi-provinsi ini memiliki infrastruktur yang memadai, sumber daya alam yang melimpah, serta ketersediaan tenaga kerja yang terlatih. Dalam konteks Latest Program, kontribusi dari provinsi-provinsi ini membantu menciptakan perekonomian yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Pemerintah juga menggencarkan kampanye pemasaran investasi hilirisasi melalui berbagai platform digital dan acara khusus. Dengan memanfaatkan media sosial, forum bisnis, dan pertemuan dengan investor internasional, pemerintah berharap meningkatkan kesadaran tentang potensi sektor hilirisasi. Dukungan ini menjadi strategi penting untuk menarik lebih banyak modal ke dalam negeri dan memperkuat kebijakan ekonomi berbasis hilirisasi.

“Di tengah tantangan geopolitik maupun geoekonomi global, alhamdulillah komitmen investor untuk berinvestasi langsung di Indonesia tetap sesuai dengan target yang ditetapkan,” ujar Rosan Roeslani dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (16/7). Pernyataan ini menegaskan bahwa Latest Program hilirisasi tetap menjadi prioritas pemerintah dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang seimbang dan berkelanjutan.

Join the discussion